Rektor UMT Dukung Asrul Haruna Maju sebagai Calon Koordinator BEM PTMAI

| PENAMARA . ID

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) Desri Arwen menyatakan dukungan terhadap Asrul Haruna dalam pencalonannya sebagai Koordinator Pusat Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah Indonesia (BEM PTMAI).

Dukungan itu diberikan karena Asrul merupakan bagian dari keluarga besar UMT. Asrul tercatat pernah memimpin BEM UMT periode 2024–2025 sebelum maju dalam kontestasi kepemimpinan BEM PTMAI di tingkat nasional.

“Dukung lah. Karena anak kita, anak kita didukung,” kata Desri saat dihubungi wartawan Penamara.id melalui telepon WhatsApp, Minggu (9/8/2026).

Desri mengatakan, dukungan kampus kepada Asrul antara lain diberikan dalam bentuk pembekalan mental dan komunikasi dengan sejumlah pihak. Namun, ia menyebut bentuk dukungan tersebut pada akhirnya merupakan doa dan restu dari kampus.

Paling tidak doa restu kita,
Ya kita bekali secara mental, kita sambungkan komunikasi ke sana-sini.” ujarnya.

Asrul sebelumnya memperoleh dukungan dari BEM PTMA Zona III. Dukungan itu disampaikan dalam Rapat Pimpinan Wilayah BEM PTMA Zona III pada 18–19 Juli 2026. Forum tersebut menghasilkan keputusan mendukung Asrul sebagai calon Koordinator Pusat BEM PTMAI Indonesia.

Bagi Arwen, pencalonan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan perebutan posisi dalam organisasi mahasiswa. Kontestasi itu, menurut dia, merupakan bagian dari proses kaderisasi di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah.

Karena itu, ia meminta proses pemilihan berlangsung secara baik dan tetap menjaga nama baik organisasi.

“Lakukan hal yang baik, dan apa pun hasilnya, itulah yang terbaik,” kata Arwen.

Ia juga mengingatkan agar proses kaderisasi tidak kehilangan prinsip meritokrasi. Menurut Desri, kualitas kepemimpinan organisasi sangat bergantung pada proses yang melahirkan para pemimpinnya.

“Semestinya kalau dilakukan dengan berkualitas, selanjutnya nanti juga mendapatkan tuntunan yang berkualitas dan menghasilkan yang berkualitas juga,” ujarnya.

Arwen menilai proses tersebut perlu dijalankan secara independen dan tidak dibebani kepentingan pihak-pihak tertentu. Ia menyadari bahwa dinamika dan berbagai kepentingan merupakan bagian dari sebuah kontestasi organisasi. Namun, hal itu tidak seharusnya menggeser prinsip dasar kaderisasi.

“Lakukanlah secara independen, elegan, dan berkemajuan,” katanya.

Menurut Arwen, estafet kepemimpinan dalam organisasi mahasiswa Muhammadiyah harus dipandang sebagai proses jangka panjang. Pemimpin yang dihasilkan bukan hanya dituntut memenangkan kontestasi, tetapi juga mampu membawa organisasi menjadi ruang pengkaderan yang efektif.

“Proses keberlanjutan estafet kepemimpinan, tentu saja kalau dilakukan dengan berkualitas, akan mendapatkan hasil yang berkualitas,” ujarnya.

Ia berharap BEM PTMAI dapat menjadi ruang yang mempertemukan berbagai gagasan dan menghasilkan generasi muda yang mampu berkontribusi lebih luas.

Harapan itu, kata Arwen, sejalan dengan semangat Muhammadiyah yang dalam beberapa tahun terakhir mengangkat tema tentang toleransi, pencerahan, kemakmuran, dan kesejahteraan bangsa.

“Tema-temanya inklusif, memberdayakan, dan mencerahkan. Jadi tidak ada sifatnya yang eksklusif, suasana-suasana sempit yang menghambat kemajuan bangsa,” kata Arwen.

Pernyataan Arwen itu berkaitan dengan pencalonan Asrul Haruna sebagai calon Koordinator Pusat BEM PTMAI Indonesia. Asrul merupakan mantan Ketua BEM UMT periode 2024-2025 yang kini mendapat dukungan dari BEM PTMA Zona III.

Dukungan tersebut diputuskan dalam Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) BEM PTMA Zona III pada 18-19 Juli 2026. Forum yang mengusung tema “Ikhtiar Kolektif: Konsolidasi Gagasan, Peneguhan Langkah, dan Akselerasi Gerakan” itu diikuti pimpinan BEM PTMA dari berbagai perguruan tinggi di Zona III.

Dengan keputusan tersebut, pencalonan Asrul tidak lagi sekadar menjadi agenda internal UMT. Dukungan telah berkembang menjadi keputusan bersama organisasi mahasiswa Muhammadiyah di tingkat wilayah dan selanjutnya akan dibawa ke forum nasional.

Presidium Nasional BEM PTMA Zona III, Wildan Mutaqin, mengatakan keputusan mendukung Asrul merupakan hasil kesepakatan dalam Rapimwil.

“Zona III hari ini menyatakan sikap yang tegas. Kami solid mendukung Asrul Haruna sebagai calon Koordinator Pusat BEM PTMAI Indonesia,” kata Wildan saat dihubungi wartawan Penamara.id, Minggu (9/8/2026).

Menurut Wildan, dukungan tersebut tidak hanya didasarkan pada figur Asrul, tetapi juga pada harapan terhadap arah kepemimpinan BEM PTMAI ke depan. Organisasi tersebut dinilai perlu memiliki kepemimpinan yang mampu mempertemukan kekuatan mahasiswa Muhammadiyah dari berbagai wilayah.

Karena itu, dukungan Zona III akan dikonsolidasikan hingga Silaturahmi Nasional BEM PTMAI. Forum tersebut menjadi tahapan berikutnya dalam proses penentuan kepemimpinan organisasi di tingkat nasional.

“Dukungan ini lahir dari semangat kolektif untuk menghadirkan kepemimpinan yang mampu memperkuat konsolidasi gerakan mahasiswa Muhammadiyah di tingkat nasional. Kami siap mengawal, bergerak, dan memenangkan Asrul Haruna di arena Silaturahmi Nasional BEM PTMAI,” ujar Wildan.

Asrul sebelumnya memiliki pengalaman memimpin BEM UMT pada periode 2024-2025. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari rekam jejak yang dibawa dalam pencalonannya di tingkat nasional.

Bagi Zona III, kepemimpinan BEM PTMAI ke depan tidak cukup hanya ditentukan oleh pergantian figur. Kaderisasi, konsolidasi, dan kemampuan membangun kerja sama antarwilayah juga menjadi bagian dari agenda yang dinilai penting.

Wildan mengatakan BEM PTMAI perlu tetap menjadi ruang persatuan bagi BEM PTMA dari berbagai wilayah, sekaligus memperkuat kaderisasi dan kolaborasi.

“Kepemimpinan BEM PTMAI ke depan harus mampu menjadi ruang persatuan seluruh BEM PTMA di Indonesia, memperkuat kaderisasi, membangun kolaborasi antarwilayah, serta menghadirkan gerakan yang responsif terhadap persoalan umat, bangsa, dan negara,” katanya.

Karena itu, Zona III mengajak BEM PTMA di wilayah lain menjadikan Silaturahmi Nasional sebagai ruang untuk mempertemukan gagasan, bukan sekadar arena perebutan posisi. Proses pemilihan diharapkan berlangsung demokratis dengan tetap menjaga persaudaraan di antara mahasiswa Muhammadiyah.

Di titik inilah pesan Arwen tentang meritokrasi menjadi relevan. Dukungan terhadap Asrul, menurut dia, harus tetap ditempatkan dalam proses kaderisasi yang sehat. Kontestasi boleh berlangsung, tetapi kualitas proses tidak boleh ditinggalkan.

“Proses keberlanjutan estafet kepemimpinan, tentu saja kalau dilakukan dengan berkualitas, akan mendapatkan hasil yang berkualitas,” kata Arwen.

Penulis : Sujatmiko

Editor : Redaktur

Berita Terkait

Siswa SMAN 14 Tangerang Diminta Keluar, Dosen Unis Buka Suara
174 Hutan Adat Ditetapkan, tapi 135 Kasus Perampasan Wilayah Masih Terjadi
HUT RI, Warga Kota Tangerang Bisa Pasang Air Bersih Cuma Rp237 Ribu, Diskon 81 Persen
100 Remaja Masjid Kota Tangerang Digembleng Jadi Pemimpin Muda Lewat Masjid Camp
Bendera 400 Meter Menjadi Penanda: Nilai Gotong Royong Masih Hidup di Kota Tangerang
CGMT Kecam Mutasi 102 Pejabat Pemkot Tangerang Yang Sarat Kompromi Elite
GMNI Pertanyakan Dasar Pengeluaran Siswa SMAN 14, Minta Dindik Banten Bertindak
Komite SMAN 14 Tangerang Siap Mediasi Ulang Kasus Siswa, Akui Tak Pernah Dilibatkan

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 02:43 WIB

Siswa SMAN 14 Tangerang Diminta Keluar, Dosen Unis Buka Suara

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:17 WIB

Rektor UMT Dukung Asrul Haruna Maju sebagai Calon Koordinator BEM PTMAI

Minggu, 9 Agustus 2026 - 02:03 WIB

174 Hutan Adat Ditetapkan, tapi 135 Kasus Perampasan Wilayah Masih Terjadi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 02:50 WIB

100 Remaja Masjid Kota Tangerang Digembleng Jadi Pemimpin Muda Lewat Masjid Camp

Rabu, 5 Agustus 2026 - 02:43 WIB

Bendera 400 Meter Menjadi Penanda: Nilai Gotong Royong Masih Hidup di Kota Tangerang

Berita Terbaru