Praktik Joki Surat Kesehatan di KPPS, Mahasiswa Desak Bawaslu dan KPU Bertindak

| PENAMARA . ID

Selasa, 15 Oktober 2024 - 11:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PENAMARA.ID | Kabupaten Tangerang – Organisasi Front Mahasiswa Tangerang (FMT) melakukan aksi unjuk rasa terkait dugaan adanya joki surat kesehatan dalam persyaratan KPPS pada Pilkada 2024, di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) Kabupaten Tangerang, Senin (14/10/2024).

Dalam orasinya, para massa aksi meyakini bahwa, temuan juga dihimpun secara valid dan sesuai dengan fakta yang ada dan terjadi hampir di seluruh desa yang ada di Kabupaten Tangerang.

Salah satu massa aksi, Heru Andika menyampaikan bahwa, praktik joki surat kesehatan secara jelas menabrak aturan hukum dan hal ini dilakukan oleh para penyelenggara di tingkat desa/kelurahan.

“Tidakan memanipulasi data surat sehat, tentu dilarang dalam KUHP pasal 391 ayat 2 dengan ancaman pidana 6 Ttahun, serta klinik/rumah sakit yang bersangkutan dapat dipidana 4 tahun”, Kata Heru Andika, dalam orasinya.

Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa, aksi yang dilakukan meminta agar ketua KPU Kabupaten Tangerang mengusut tuntas temuan tersebut, hal ini dikarenakan, tindakan yang dilakukan oleh Panitia Pemungutan Suara atas nama ketua KPU Kabupaten Tangerang.

Ditempat yang sama, Koordinator Aksi, Riswandi, menyampaikan bahwa aksi yang dilakukan di KPU dan BAWASLU menjadi bukti bahwa mereka lalai dalam melakukan tugas dan tanggungjawabnya.

“Praktik dugaan manipulasi surat kesehatan yang difasilitasi oleh PPS, seharusnya diketahui oleh KPU dan BAWASLU, oleh karenanya kami menilai mereka sudah berkomplot melakukan pembiaran atas hal tersebut,” Tegas Riswandi kepada wartawan.

Lanjut Riswandi, dia mengatakan bahwa keterlibatan PPS dalam proses penyediaan surat kesehatan secara kolektif tanpa melibatkan pihak terkait yaitu calon anggota KPPS adalah pelanggaran berat.

“Surat kesehatan sangat penting untuk memastikan kesiapan anggota KPPS, karena sudah banyak dari mereka yang meninggal pada saat penyelenggaraan Pemilihan, jadi benar-benar harus selektif,” kata Riswandi.

Untuk diketahui, Front Mahasiswa Tangerang (FMT) akan melakukan aksi unjuk rasa kembali jika dalam 2X24 jam tuntutannya belum dipenuhi.


Artikel Lain : Polemik Pilkada, PPS Berupaya Atur KPPS Apa Untuk Paslon Tertentu?

Penulis : Topan Bagaskara

Editor : Redaktur

Berita Terkait

Kabar Duka! Rektor UMT Dr Desri Arwen Tutup Usia
Gunung Sampah TPA Jatiwaringin Terbakar Lagi, 5 Mobil Damkar Turun
20.878 Sarjana Menganggur di Tangerang Raya, Kota Tangerang Paling Banyak
Dari Kali Pasir ke Al-Ittihad, Ribuan Warga Ikut Kirab dan Berebut Gunungan
Serunya Wartawan Se-Tangerang Adu Futsal, Sachrudin Ikut Turun ke Lapangan
Akselerasi Kebijakan Prabowo dan Beban Politik yang Disiapkan untuk Penggantinya
Negara Rugi Rp 2 M! Jaksa Sikat Ketua PKBM di Kabupaten Tangerang Modus Siswa Fiktif
300 Mahasiswa Gagal Kuliah karena UKT, lalu Disebut Pembuat Onar

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:11 WIB

Kabar Duka! Rektor UMT Dr Desri Arwen Tutup Usia

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:45 WIB

Gunung Sampah TPA Jatiwaringin Terbakar Lagi, 5 Mobil Damkar Turun

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:12 WIB

20.878 Sarjana Menganggur di Tangerang Raya, Kota Tangerang Paling Banyak

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:39 WIB

Dari Kali Pasir ke Al-Ittihad, Ribuan Warga Ikut Kirab dan Berebut Gunungan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 02:31 WIB

Akselerasi Kebijakan Prabowo dan Beban Politik yang Disiapkan untuk Penggantinya

Berita Terbaru

Humaniora

Mengenal Sosok Sarinah Lewat Film Pendek ‘Mbok dan Bung’

Minggu, 30 Agu 2026 - 20:10 WIB

Banten

Kabar Duka! Rektor UMT Dr Desri Arwen Tutup Usia

Jumat, 28 Agu 2026 - 13:11 WIB