Jakarta – Tahapan pemuktahiran data pemilih untuk Pilkada serentak 2024 sampai hari ini (06/07) telah berlangsung selama sebelas hari. Tahapan kegiatan ini berupa pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih yang dipandu oleh setiap Panitia tingkat Kelurahan.
Dikecamatan Senen giat coklit sudah setengah jalan dengan jumlah pemilih sekitar 93 ribu yang terbagi di 6 Kelurahan dengan 362 anggota Pantarlih.
Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Senen Abdul Hakim menyampaikan giat coklit mesti dilakukan dengan akurasi maksimal karena aktivitas pindah dan datang di Provinsi Jakarta sangat fluktuatif, beliau juga menyampaikan agar seluruh pihak terutama masyarakat dapat bekerja sama dalam kegiatan pencoklitan ini.

Di Kecamatan Senen antusiasme warga dalam hal pendataan pemilih terlihat begitu tinggi ketika disambangi oleh anggota Pantarlih, tentunya ini merupakan tanda bahwa masyarakat segera ingin tau sosok yang akan menjadi calon pemimpin baru Jakarta nantinya. Beriringan dengan giat coklit Panwascam juga melakukan kegiatan pengawasan sebagai bentuk kecermatan extra.
Menurut Abdul Hakim, akar permasalahan menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dapat dicabut jika kegiatan coklit ini dijalankan dengan kecermatan oleh Pantarlih juga oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS) masing-masing kelurahan.
“Pantarlih dalam giat coklit mesti betul-betul menyambangi para warga jangan asal kira-kira warga sudah sesuai, warga gak keliatan dianggap sudah pindah. Harus dipastikan langsung apa warga tersebut sesuai dengan identitas pemilih dan daftar pemilih yang dipegang masing-masing Pantarlih”, ujarnya.
Pencoklitan ini merupakan tahapan penting dalam Pilkada serentak 2024 agar setiap warga Indonesia dapat menggunakan hak pilihnya dalam memilih pemimpin yang tepat untuk kemajuan pembangunan, mampu menjaga keseimbangan dan keberagaman, punya motivasi untuk masa depan dan akuntabel dalam pengelolaan anggaran.
Artikel Lain : HMI Cabang Kabupaten Tangerang Gelar FGD Tentang Keterlibatan ASN
Penulis : Devis Mamesah
Editor : Redaktur






