Presiden Biden dan Para Pemimpin Politikal Kecam Insiden Pembunuhan Trump

| PENAMARA . ID

Minggu, 14 Juli 2024 - 16:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PENAMARA.ID – Presiden AS Joe Biden mengecam keras insiden penembakan yang menimpa saingannya dalam Pilpres AS 2024, Donald Trump, di sebuah acara kampanye di Pennsylvania pada Sabtu (13/7/2024) sore waktu setempat.

Insiden tersebut menewaskan sedikitnya seorang penonton dan mengakibatkan seorang lainnya mengalami luka kritis. Terduga pelaku penembakan dilaporkan tewas dalam kejadian tersebut. Para pemimpin politik dari berbagai belah pihak segera menyatakan kecaman mereka setelah Trump dilarikan dari panggung oleh Secret Service dengan wajah berlumuran darah.

“Saya bersyukur mendengar bahwa dia selamat dan baik-baik saja. Saya berdoa untuknya, keluarganya, dan semua orang yang hadir di acara tersebut, sembari menunggu informasi lebih lanjut,” ujar Biden dalam pernyataan singkatnya setelah insiden itu.

“Bersama Jill, kami berterima kasih kepada Secret Service atas upaya mereka melindungi Trump. Kekerasan semacam ini tidak memiliki tempat di Amerika. Kita harus bersatu sebagai bangsa untuk mengutuk tindakan tersebut,” tambah Biden, seperti dilaporkan AFP.

Mantan Presiden Barack Obama juga mengutuk kekerasan tersebut. “Kekerasan politik tidak ada tempatnya dalam demokrasi kita,” tulisnya di media sosial X. “Walaupun rincian kejadian belum sepenuhnya jelas, kita harus bersyukur bahwa Trump tidak mengalami cedera serius dan menggunakan momen ini untuk memperkuat komitmen kita terhadap kesopanan dan rasa hormat dalam politik,” ujar Obama.

Mantan Presiden George W. Bush menyebut serangan itu sebagai tindakan “pengecut”. “Laura dan saya bersyukur bahwa Trump selamat dari serangan pengecut ini. Kami juga memuji respons cepat dari Secret Service,” katanya.

Pemimpin Mayoritas Senat AS Chuck Schumer, yang berasal dari Partai Demokrat, turut mengecam serangan tersebut. “Saya sangat terkejut dengan insiden di rapat umum Trump di Pennsylvania dan bersyukur karena mantan Presiden Trump selamat. Kekerasan politik tidak punya tempat di negara kita,” tulis Schumer di X.

Kecaman juga datang dari tokoh-tokoh Partai Republik. “Malam ini, seluruh Amerika bersyukur bahwa Trump tampaknya baik-baik saja setelah serangan keji ini. Kekerasan tidak memiliki tempat dalam politik kita,” ungkap Pemimpin Senat Partai Republik Mitch McConnell di X.

Mantan Ketua DPR Nancy Pelosi, yang pernah mengalami kekerasan politik dalam keluarganya, juga menanggapi insiden tersebut. “Saya bersyukur bahwa Trump selamat. Saat kita mengetahui lebih banyak tentang insiden ini, mari kita doakan agar semua orang yang hadir dalam acara tersebut tetap aman,” tulis Pelosi.

Miliarder teknologi Elon Musk menyatakan dukungannya terhadap Trump setelah kejadian tersebut. “Saya sepenuhnya mendukung Presiden Trump dan berharap dia cepat pulih,” tulis Musk di X sambil membagikan video Trump yang mengepalkan tinjunya saat dikawal oleh Secret Service.


Artikel Lain : Catatan Penembakan Terhadap Presiden Amerika Serikat

Penulis : Ari Sujatmiko

Editor : Redaktur

Berita Terkait

Hormuz Ditutup Lagi, Iran Tantang Blokade AS
Perlawanan Masyarakat AS atas Pergeseran Demokrasi ke Otokrasi
Adakah Potensi Perang Dunia?
Mampukah Indonesia Damaikan Perang AS-Israel dan Iran?
Perdagangan Perempuan dan Anak, Kejahatan Tersembunyi di Perbatasan Nepal-India
Gustavo Petro dan Keberanian Diplomasi: Antara Solidaritas dan Risiko
Ketergantungan Negara terhadap Investasi Asing
Jalan sempit Greenback untuk BRICS

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 02:16 WIB

Hormuz Ditutup Lagi, Iran Tantang Blokade AS

Senin, 30 Maret 2026 - 09:29 WIB

Perlawanan Masyarakat AS atas Pergeseran Demokrasi ke Otokrasi

Sabtu, 7 Maret 2026 - 09:37 WIB

Adakah Potensi Perang Dunia?

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:26 WIB

Mampukah Indonesia Damaikan Perang AS-Israel dan Iran?

Minggu, 21 Desember 2025 - 18:23 WIB

Perdagangan Perempuan dan Anak, Kejahatan Tersembunyi di Perbatasan Nepal-India

Berita Terbaru