PENAMARA.ID —Menjelang Hari Jadi Bogor (HJB), Himpunan Mahasiswa Rumpin (HMR) menyoroti masih lebarnya ketimpangan pembangunan di wilayah Bogor Barat. Di tengah narasi Pemerintah Kabupaten Bogor yang menyebut Bogor Barat sebagai prioritas pembangunan, masyarakat hingga hari ini dinilai belum merasakan perubahan yang signifikan, khususnya dalam sektor infrastruktur, pendidikan, dan pelayanan kesehatan.
Kondisi tersebut terlihat dari masih banyaknya infrastruktur jalan yang belum memadai, minimnya penerangan jalan umum (PJU), terbatasnya fasilitas pendidikan, hingga pelayanan kesehatan yang belum merata di sejumlah wilayah Bogor Barat, khususnya Kecamatan Rumpin dan sekitarnya.
Ketua Umum HMR, Muhammad Aang, menegaskan bahwa pemerintah daerah harus berhenti menjadikan Bogor Barat sebagai objek narasi politik pembangunan tanpa realisasi yang jelas di lapangan. Menurutnya, masyarakat hari ini membutuhkan kebijakan yang nyata, bukan sekadar pernyataan seremonial.
“Bogor Barat terlalu sering disebut sebagai prioritas pembangunan, tetapi masyarakat belum melihat keberpihakan yang benar-benar nyata. Ukuran pembangunan bukan terletak pada pidato, melainkan pada sejauh mana masyarakat merasakan perubahan,” ujar Aang.
Ia menilai ketimpangan pembangunan antara wilayah pusat pemerintahan dan kawasan Bogor Barat masih sangat terlihat. Padahal, Bogor Barat memiliki kontribusi besar terhadap Kabupaten Bogor, baik dari sisi potensi wilayah maupun aktivitas ekonomi masyarakat.
Menurut Aang, pemerintah seharusnya lebih fokus menghadirkan pemerataan pembangunan dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat benar-benar menjadi prioritas kebijakan daerah. Ia menilai pembangunan tidak boleh hanya terpusat di wilayah tertentu, sementara masyarakat Bogor Barat masih menghadapi berbagai keterbatasan fasilitas publik.
“Pemerintah harus mampu membuktikan bahwa prioritas pembangunan Bogor Barat bukan hanya narasi politik. Masyarakat membutuhkan langkah nyata, pemerataan anggaran, serta percepatan pembangunan yang benar-benar dirasakan,” tegasnya.
HMR memandang menjelang Hari Jadi Bogor seharusnya menjadi momentum evaluasi terhadap arah pembangunan Kabupaten Bogor. Oleh karena itu, HMR menyatakan akan menggelar aksi pada momentum Hari Jadi Bogor sebagai bentuk pengawalan terhadap isu ketimpangan pembangunan dan dorongan agar Pemerintah Kabupaten Bogor lebih serius memperhatikan wilayah Bogor Barat.
“Jika Bogor Barat benar menjadi prioritas, maka keberpihakan itu harus terlihat dalam kebijakan dan realisasi pembangunan, bukan sekadar disampaikan dalam pidato seremonial,” tutup Aang.
Utang RI Nyaris Rp10 Ribu Triliun, Pemerintah bilang: “Memangnya Kenapa?”
Penulis : Agnes Monica
Editor : Redaktur






