Tangerang Selatan Darurat Demokrasi!

| PENAMARA . ID

Senin, 30 September 2024 - 17:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Tyas

PENAMARA.ID – Menjelang HUT Tangerang Selatan yang Ke-16, sejumlah lembaga mahasiswa yang ada di Tangerang Selatan diminta untuk bungkam terhadap kinerja Pemerintah Kota Tangerang Selatan periode 2020-2024 (Benyamin Davni dan Pilar Saga Ichsan).

Hal ini sangat ironis, mengingat mahasiswa yang seharusnya menjadi Agent Of Control, Pemerintahan Tangerang Selatan justru malah diminta untuk bungkam.

Saya sangat menyangkan hal ini, seharusnya pemerintah Tangerang Selatan meminta lembaga mahasiswa agar lebih berperan aktif untuk mengkritik/mengawasi kinerja Pemerintahan Kota Tangerang Selatan. Padahal permasalahan di Kota Tangerang Selatan masih banyak yang belum diatasi selama peridoe Benyamin – Pilar, diantaranya jam opersional truk yang jelas melanggar peraturan, kendaraan angkutan sampah yang sudah tidak layak pakai, kemacetan yang ada di beberapa titik seperti Jl. JKT-Bogor (UIN Jakarta), Jl. Raya Ciater, Jl. Ciater Barat (Rawa Buntu), Jl. Raya Puspitek, hingga mangkraknya pembangunan Alun-Alun Kota Tangerang Selatan.

Misi ini diduga kuat untuk melancarkan pilkada 2024 agar kembali terpilihnya pasangan Benyamin – Pilar. Lembaga Mahasiswa yang selalu memberikan kritikan terhadap Pemerintahan Koata Tangerang Selatan yang dikhawatirkan menjadi penyebab gagalnya Benyamin – Pilar pada Pilkada 2024 nanti. Pemerintah Kota Tangerang Selatan melihat beberapa bulan lalu sejumlah mahasiswa mengkritik adanya temuan LHP BPK atas aset yang hilang di Kota Tangerang Selatan.

Perlu ditegaskan bahwasanya mahasiswa merupakan agent of control serta agent of change, dalam hal ini secara tidak langsung pemerintahan Tangerang Selatan tidak menginginkan adanya kontrol sosial dan perbuhan di Kota Tangerang Selatan.
Faktanya Kota Tangerang Selatan merupakan Kota penyanggah Ibu Kota Jakarta dan akan menjadi kota besar nantinya, namun jika tidak adanya kontrol terhadap pemerintahan Kota Tangerang Selatan, Moto kota yang “Modern” hanyalah sebuah kata-kata/slogan semata dan bukan wujud yang nyata bagi Kota Tangerang Selatan.

Sebagai mahasiswa Tangerang Selatan saya beharap Kota Tangerang Selatan menjadi Kota yang Demokratis tanpa membatasi ruang gerak mahasiswa atau membtasi aspirasi masyarakat Tangerang Selatan. Jika Pemerintah Kota Tangerang Selatan menutup mata terkait problematika yang ada di wilayahnya bagimana mungkin Kota Tangerang Selatan dapat maju & berkembang.


Artikel Lain : Terkait Pencatutan KTP Warga Jakarta untuk Calon Independen, Ketua Front Rakyat Jakarta Sebut Manipulasi

Penulis : Tyas

Editor : Dicky Ardian Ginting

Berita Terkait

Lima Warga Terjangkit DBD, Peran RT-RW di Batusari Dipertanyakan
Nada, Doa, dan Donasi: Lintas Komunitas Tangerang Bergerak untuk Korban Bencana Sumatera
Gen-Z Culture Fest 2025 Digelar di Global Institut
Terancam Gagal Raih Adipura, KLH Cap ‘Tangerang Raya’ Masih Masuk Kategori Kota Kotor
Arah Politik Lima Tahun Kedepan PDI Perjuangan Kota Tangerang Telah Ditentukan
Arief Wibowo Dorong Penguatan Kapasitas Guru Ngaji: Investasi SDM Kota Tangerang
GMNI Tangerang Selatan Kecam Status Hukum dan Klaim Kepemilikan Lahan Situ Rompong Oleh Swasta
Fraksi PDIP Kota Tangerang Apresiasi APBD 2026: Insentif Pengurus Rumah Ibadah Diperluas untuk Semua Agama
Berita ini 109 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Januari 2026 - 22:47 WIB

Lima Warga Terjangkit DBD, Peran RT-RW di Batusari Dipertanyakan

Minggu, 28 Desember 2025 - 20:26 WIB

Nada, Doa, dan Donasi: Lintas Komunitas Tangerang Bergerak untuk Korban Bencana Sumatera

Selasa, 23 Desember 2025 - 15:57 WIB

Gen-Z Culture Fest 2025 Digelar di Global Institut

Selasa, 23 Desember 2025 - 14:51 WIB

Terancam Gagal Raih Adipura, KLH Cap ‘Tangerang Raya’ Masih Masuk Kategori Kota Kotor

Senin, 15 Desember 2025 - 07:54 WIB

Arah Politik Lima Tahun Kedepan PDI Perjuangan Kota Tangerang Telah Ditentukan

Berita Terbaru

Balai Buku Progresif

Opini

Emansipasi yang Tak Pernah Sampai ke Dapur dan Pabrik

Rabu, 14 Jan 2026 - 02:34 WIB

Siswa penerima MBG di SD MI Raudhatul Jannah, Kelurahan Pakujaya, Kecamatan Serpong Utara, Tangerang Selatan, Banten, 30 Mei 2025. Penamara/AgnesMonica

Nasional

Kenaikan Anggaran Program MBG; Urgensi atau Ambisi Belaka?

Jumat, 9 Jan 2026 - 00:04 WIB