Oleh: Tyas
PENAMARA.ID – Menjelang HUT Tangerang Selatan yang Ke-16, sejumlah lembaga mahasiswa yang ada di Tangerang Selatan diminta untuk bungkam terhadap kinerja Pemerintah Kota Tangerang Selatan periode 2020-2024 (Benyamin Davni dan Pilar Saga Ichsan).
Hal ini sangat ironis, mengingat mahasiswa yang seharusnya menjadi Agent Of Control, Pemerintahan Tangerang Selatan justru malah diminta untuk bungkam.
Saya sangat menyangkan hal ini, seharusnya pemerintah Tangerang Selatan meminta lembaga mahasiswa agar lebih berperan aktif untuk mengkritik/mengawasi kinerja Pemerintahan Kota Tangerang Selatan. Padahal permasalahan di Kota Tangerang Selatan masih banyak yang belum diatasi selama peridoe Benyamin – Pilar, diantaranya jam opersional truk yang jelas melanggar peraturan, kendaraan angkutan sampah yang sudah tidak layak pakai, kemacetan yang ada di beberapa titik seperti Jl. JKT-Bogor (UIN Jakarta), Jl. Raya Ciater, Jl. Ciater Barat (Rawa Buntu), Jl. Raya Puspitek, hingga mangkraknya pembangunan Alun-Alun Kota Tangerang Selatan.
Misi ini diduga kuat untuk melancarkan pilkada 2024 agar kembali terpilihnya pasangan Benyamin – Pilar. Lembaga Mahasiswa yang selalu memberikan kritikan terhadap Pemerintahan Koata Tangerang Selatan yang dikhawatirkan menjadi penyebab gagalnya Benyamin – Pilar pada Pilkada 2024 nanti. Pemerintah Kota Tangerang Selatan melihat beberapa bulan lalu sejumlah mahasiswa mengkritik adanya temuan LHP BPK atas aset yang hilang di Kota Tangerang Selatan.
Perlu ditegaskan bahwasanya mahasiswa merupakan agent of control serta agent of change, dalam hal ini secara tidak langsung pemerintahan Tangerang Selatan tidak menginginkan adanya kontrol sosial dan perbuhan di Kota Tangerang Selatan.
Faktanya Kota Tangerang Selatan merupakan Kota penyanggah Ibu Kota Jakarta dan akan menjadi kota besar nantinya, namun jika tidak adanya kontrol terhadap pemerintahan Kota Tangerang Selatan, Moto kota yang “Modern” hanyalah sebuah kata-kata/slogan semata dan bukan wujud yang nyata bagi Kota Tangerang Selatan.
Sebagai mahasiswa Tangerang Selatan saya beharap Kota Tangerang Selatan menjadi Kota yang Demokratis tanpa membatasi ruang gerak mahasiswa atau membtasi aspirasi masyarakat Tangerang Selatan. Jika Pemerintah Kota Tangerang Selatan menutup mata terkait problematika yang ada di wilayahnya bagimana mungkin Kota Tangerang Selatan dapat maju & berkembang.
Artikel Lain : Terkait Pencatutan KTP Warga Jakarta untuk Calon Independen, Ketua Front Rakyat Jakarta Sebut Manipulasi
Penulis : Tyas
Editor : Dicky Ardian Ginting






