DPC GMNI Tangsel Siap Boikot Musrenbang Tematik Kepemudaan RKPD 2027; Bukti Eksklusifnya Pemkot Tangsel Terhadap Organisasi

| PENAMARA . ID

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kriston Haluya Situmorang, Ketua DOC GMNI Kota Tangsel Periode 2024-2026

Kriston Haluya Situmorang, Ketua DOC GMNI Kota Tangsel Periode 2024-2026

PENAMARA.ID — DPC GMNI Tangsel menyatakan sikap tegas untuk memboikot pelaksanaan Musrenbang Tematik Kepemudaan RKPD Tahun 2027 dengan Nomor :000.7.2.4/475/BAPPELITBANGDA/2026 apabila proses dan mekanisme penyelenggaraannya tidak dilakukan secara inklusif dan transparan.

Sikap ini muncul setelah GMNI Tangsel menilai bahwa proses Musrenbang Tematik Kepemudaan yang akan digelar Pemerintah Kota Tangerang Selatan diduga hanya mengakomodir segelintir organisasi tertentu, tanpa melibatkan secara luas organisasi kepemudaan, mahasiswa, serta komunitas independen di Kota Tangerang Selatan.

Padahal, Pemerintah Kota Tangerang Selatan sebelumnya menyampaikan bahwa forum Musrenbang Pemuda akan menjadi ruang partisipasi terbuka bagi generasi muda untuk menyampaikan gagasan pembangunan. Pada portal berita siaran-berita.com

Selain itu, Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, juga pernah menegaskan pentingnya peran pemuda agar tidak hanya menjadi pelengkap seremonial, melainkan terlibat aktif dalam pembangunan daerah. Pada portal berita RMBanten.

Namun demikian, fakta di lapangan menunjukkan adanya ketimpangan partisipasi yang justru bertentangan dengan semangat tersebut.

Ketua GMNI Tangsel, Kriston Haluya Situmorang menyatakan “Musrenbang Kepemudaan seharusnya menjadi ruang demokratis bagi seluruh elemen pemuda. Jika hanya dihadiri oleh kelompok tertentu, maka forum ini kehilangan legitimasi sebagai wadah partisipasi publik.”

Lebih lanjut, GMNI menyoroti rencana pelaksanaan Musrenbang Pemuda yang akan digelar oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam waktu dekat di lingkungan Puspemkot, yang disebut hanya mengundang puluhan peserta terbatas.

GMNI menilai bahwa langkah tersebut berpotensi mencederai prinsip partisipasi luas dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027, yang seharusnya menyerap aspirasi dari seluruh elemen pemuda secara representatif.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, sebelumnya juga mengajak pemuda untuk berkolaborasi aktif dalam pembangunan dan merumuskan program bersama agar tepat sasaran. Pada portal berita berita.tangerangselatan

GMNI menilai bahwa ajakan tersebut harus diwujudkan secara konkret, bukan hanya dalam narasi, tetapi juga dalam praktik kebijakan yang inklusif.

Sikap eksklusif Pemerintah Daerah melahirkan beberapa tuntutan yang dilayangkan oleh GMNI Tangsel diantaranya membuka kembali proses undangan Musrenbang Kepemudaan secara transparan dan inklusif, melibatkan seluruh organisasi kepemudaan, OKP, BEM, komunitas, serta kelompok independen lainnya, serta menjamin hasil Musrenbang benar-benar mencerminkan kebutuhan dan aspirasi pemuda Tangsel secara luas.

Apabila tuntutan tersebut tidak dapat dipenuhi oleh Pemerintah Daerah, GMNI Tangsel menyatakan siap untuk memboikot kegiatan Musrenbang Tematik Kepemudaan, melakukan aksi protes terbuka, serta menggalang solidaritas antar organisasi kepemudaan di Tangerang Selatan.

DPC GMNI Tangsel menegaskan bahwa pembangunan daerah yang berkelanjutan tidak dapat dilakukan tanpa partisipasi aktif dan setara dari seluruh elemen pemuda.

Pemuda bukan objek pembangunan, tetapi subjek utama yang harus dilibatkan secara penuh dan setara.” tegas Kriston.


Warga Curhat Banjir hingga Angkot Tak Masuk RW Saat Reses DPRD Kota Tangerang Anggiat Sitohang

 

Penulis : Boy Dowi

Editor : Redaktur

Berita Terkait

Jelang Purna Tugas Herman Suwarman, 5 Figur Potensial Pengganti Sekda Kota Tangerang Mulai Diperbincangkan
Retak Pucuk Pimpinan Lebak: GMNI Ingatkan Bahaya Ego Politik bagi Pelayanan Publik
Refleksi 152 Tahun Pandeglang; Religiusitas dan Nasionalisme untuk Pengentasan Kemiskinan
Banjir dan Jalan Berisiko Membayangi Batuceper, Aspirasi Menguat dalam Reses DPRD Kota tangerang
GMNI Tangsel Kecam Rencana Musrenbang Pemuda, Sadam Fikri : Abaikan Partisipasi dan Sarat Seremonial
Orang Tua Berhak Protes Soal Menu MBG, Teja Kusuma: Itu Uang Pajak Rakyat
Dari Kekerasan Aparat hingga Narkoba: GMNI Kota Tangerang Gugat Wajah Polri
Ratusan Warga Periuk Damai Ikuti Pengobatan Gratis PDI Perjuangan Pascabanjir

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 16:36 WIB

Jelang Purna Tugas Herman Suwarman, 5 Figur Potensial Pengganti Sekda Kota Tangerang Mulai Diperbincangkan

Senin, 30 Maret 2026 - 12:26 WIB

Refleksi 152 Tahun Pandeglang; Religiusitas dan Nasionalisme untuk Pengentasan Kemiskinan

Minggu, 29 Maret 2026 - 21:31 WIB

Banjir dan Jalan Berisiko Membayangi Batuceper, Aspirasi Menguat dalam Reses DPRD Kota tangerang

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:32 WIB

DPC GMNI Tangsel Siap Boikot Musrenbang Tematik Kepemudaan RKPD 2027; Bukti Eksklusifnya Pemkot Tangsel Terhadap Organisasi

Minggu, 29 Maret 2026 - 16:39 WIB

GMNI Tangsel Kecam Rencana Musrenbang Pemuda, Sadam Fikri : Abaikan Partisipasi dan Sarat Seremonial

Berita Terbaru

Gambar : Depositphotos.com

Sosial

Mimpi Masa Kecil Bukan Tujuan, Melainkan Petunjuk

Rabu, 8 Apr 2026 - 17:36 WIB