Jelang Purna Tugas Herman Suwarman, 5 Figur Potensial Pengganti Sekda Kota Tangerang Mulai Diperbincangkan

| PENAMARA . ID

Jumat, 10 April 2026 - 16:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menjelang purna tugas Herman Suwarman, suhu politik birokrasi di lingkungan Pemkot Tangerang mulai meningkat. Kursi Sekretaris Daerah (Sekda) yang dikenal sebagai “jantung pemerintahan” kini menjadi rebutan para elite ASN.

Fujiawan seorang yang mengamati ini mengatakan bahwa Sumber internal menyebut, “ini bukan lagi sekadar proses seleksi jabatan… ini sudah masuk wilayah pertarungan pengaruh.” Katanya pada wartawan media di Kota Tangerang.

Kursi Sekda yang dikenal sebagai “pengendali mesin pemerintahan” mendadak jadi posisi paling panas. Bukan hanya soal jabatan, tapi juga soal kendali arah kebijakan, distribusi kekuasaan, hingga peta politik ke depan.

Menurut Fuji, Di balik layar, Sejumlah nama pun mencuat sebagai kandidat kuat yang dinilai memiliki peluang besar menduduki kursi strategis tersebut.

5 Nama, 5 Gaya, 1 Kursi: Siapa Paling ‘Licin’ untuk Bursa Sekda? yang pertama ada nama Mulyani yang saat ini menjabat sebagai Plt. Satpol PP Kota Tangerang. Figur ini disebut sebagai “kuda hitam” yang mulai diperhitungkan. Dengan pengalaman di lapangan dan kedekatan pada isu ketertiban umum, Mulyani dinilai punya karakter tegas. Namun, tantangannya adalah apakah cukup kuat dalam koordinasi lintas OPD yang kompleks.

Yang kedua, Nama Ruta Ireng Wicaksono Kepala BPKD Kota Tangerang, Nama ini mencuat sebagai birokrat yang dikenal memiliki jejaring kuat di internal pemerintahan. Ruta Ireng dinilai piawai dalam memainkan peran strategis di balik kebijakan, meski relatif jarang tampil di ruang publik.

Ketiga Wahyudi Iskandar, Sebagai Asisten Daerah III, Wahyudi punya posisi yang sangat dekat dengan pusat pengambilan keputusan. Ia disebut sebagai salah satu kandidat paling “siap pakai” karena sudah terbiasa mengoordinasikan berbagai OPD.

Selanjutnya ada Nama Kiki Wibhawa figur ini mungkin satu-satunya figur teknokrat yang tahu “urat nadi” keuangan daerah. Di tengah kebutuhan stabilitas fiskal, namanya makin sering disebut di forum-forum strategis.Mengendalikan sektor pendapatan daerah membuat Kiki punya nilai tawar tinggi. Dalam situasi fiskal yang menantang, sosok dengan kemampuan menjaga stabilitas keuangan daerah menjadi sangat krusial.

Yang terakhir Nama yang mencuat adalah Mahdiar yang saat ini menjabat sebagai Kepala BPBD Kota Tangerang, figur ini dikenal tangguh dalam situasi krisis, Mahdiar membawa citra kepemimpinan lapangan yang kuat. Namun, pertanyaannya apakah pengalaman kebencanaan cukup untuk mengelola birokrasi skala besar?

“Lima nama inilah yang mungkin akan mencuat menggantikan kursi panas Jabatan Sekretaris Daerah Kota Tangerang menggantikan Herman Suwarman setelah Pesiun” ungkapnya.

Kami menilai, perebutan kursi Sekda bukan sekadar soal senioritas atau kepangkatan. Tetapi, Faktor kedekatan dengan kepala daerah, kemampuan menjaga stabilitas politik birokrasi, hingga loyalitas menjadi variabel penentu.

Menurutnya, dibawah kepemimpinan Walikota Sachrudin, keputusan akhir diprediksi akan sangat strategis tidak hanya untuk menjaga ritme pemerintahan, tetapi juga mengamankan agenda politik ke depan dan proses seleksi diharapkan berjalan objektif melalui mekanisme open bidding dan panitia seleksi independen.

Penunjukan Sekda baru diharapkan mampu Menjaga stabilitas birokrasi, Mempercepat program pembangunan, Memperkuat pelayanan publik.

Sejumlah sumber internal menyebutkan, kandidat dengan kombinasi pengalaman teknokratis dan kemampuan komunikasi politik akan lebih diunggulkan. Dalam konteks ini, nama Wahyudi dan Kiki Wibhawa kerap disebut berada di “ring satu”.

Namun, dinamika masih sangat cair. Kejutan tetap terbuka, terutama jika faktor non-teknis ikut bermain di detik-detik akhir Pergantian karena Jabatan Sekda bukan sekadar rotasi jabatan, tetapi momentum strategis untuk memperkuat arah pembangunan Kota Tangerang ke depan. Publik kini menanti siapa figur terbaik yang akan dipercaya menduduki posisi tertinggi di jajaran ASN tersebut.

Bursa Sekda Kota Tangerang kini bukan lagi sekadar wacana, melainkan arena kontestasi elit birokrasi. Publik menanti, siapa yang akan keluar sebagai pemenang dan menjadi “dirigen” baru roda pemerintahan Kota Tangerang.

Penulis : Yasika

Editor : Redaktur

Berita Terkait

Pria 23 Tahun Lompat ke Sungai Cisadane Tangerang, BPBD Melakukan Pencarian
Forum Potensi Tangsel Gelar Monitoring Sungai Ciputat, Petakan Titik Rawan Banjir
Gen Z Tangerang Pilih PDIP Sebagai Partai Perjuangan dan Ideologi
Peringati 21 Mei, Poros Baru Tangerang Nobar Film Pesta Babi dan Mimbar Bebas
Cikokol untuk Reformasi: Mahasiswa UMT Tolak Lupa dan Diam
Pemkot Tangerang Percepat Perbaikan Jalan di 1.200 Titik Seluruh Wilayah
Polisi Update Kasus Kekerasan Seksual di Cipondoh, Tersangka Utama Masih Diburu
Kapolresta Tangerang Gerak Cepat Tangani Kericuhan di Sopo Sanggar, Aktivis Beri Apresiasi

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 14:41 WIB

Pria 23 Tahun Lompat ke Sungai Cisadane Tangerang, BPBD Melakukan Pencarian

Rabu, 27 Mei 2026 - 01:16 WIB

Forum Potensi Tangsel Gelar Monitoring Sungai Ciputat, Petakan Titik Rawan Banjir

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:52 WIB

Gen Z Tangerang Pilih PDIP Sebagai Partai Perjuangan dan Ideologi

Kamis, 21 Mei 2026 - 23:41 WIB

Peringati 21 Mei, Poros Baru Tangerang Nobar Film Pesta Babi dan Mimbar Bebas

Kamis, 21 Mei 2026 - 22:39 WIB

Cikokol untuk Reformasi: Mahasiswa UMT Tolak Lupa dan Diam

Berita Terbaru

Ilustrasi: Debi Larasati/PENAMARA

Editorial

Salah Kampus atau Salah Industri?

Sabtu, 30 Mei 2026 - 23:07 WIB