PENAMARA.ID — Di tengah perubahan cara belajar, berkembangnya teknologi, dan semakin besarnya distraksi digital yang hadir dalam kehidupan mahasiswa, ruang untuk membangun kedekatan dan membentuk karakter sering kali menjadi tantangan tersendiri. Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk mampu secara akademik, tetapi juga perlu memiliki kemampuan mengelola waktu, membangun relasi, dan menjaga kedisiplinan diri.
Berangkat dari kondisi tersebut, kegiatan Inaugurasi Angkatan 17 dan Seminar Manajemen yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Manajemen Universitas Pamulang menjadi sebuah refleksi bahwa proses pengenalan organisasi dan pembentukan kebersamaan dapat dilakukan dengan pendekatan yang lebih relevan bagi mahasiswa saat ini.
Selama ini, kegiatan inaugurasi sering dipahami sebatas seremoni penyambutan atau agenda formal yang menandai bergabungnya mahasiswa ke dalam lingkungan organisasi. Padahal, esensi dari kegiatan tersebut seharusnya jauh lebih besar: menciptakan ruang pertemuan, memperkuat rasa memiliki, dan membangun identitas kolektif sebagai satu angkatan.
Tema “Stronger Together, Better Forever” menjadi gambaran sederhana bahwa kekuatan mahasiswa tidak lahir dari kemampuan individu semata, tetapi dari kemauan untuk bertumbuh bersama. Di tengah budaya yang semakin individual dan cepat, membangun solidaritas menjadi sesuatu yang semakin penting.
Solidaritas bukan berarti selalu sepakat dalam segala hal. Solidaritas berarti hadir, saling mendukung, dan tetap bergerak menuju tujuan yang sama meskipun memiliki latar belakang dan cara pandang yang berbeda. Nilai inilah yang menurut saya perlu terus dibangun sejak awal mahasiswa mengenal kehidupan organisasi.
Namun kebersamaan saja belum cukup.
Mahasiswa hari ini hidup di era ketika perhatian menjadi hal yang mudah terpecah. Notifikasi, media sosial, dan arus informasi yang terus berjalan sering kali membuat seseorang merasa produktif, padahal tidak benar-benar bergerak. Tantangan terbesar mahasiswa saat ini mungkin bukan kurangnya kesempatan, melainkan bagaimana mengelola fokus.
Karena itu, kehadiran Seminar Manajemen yang mengangkat tema Time Management & Self Discipline di Era Digital menjadi relevan. Topik ini mengingatkan bahwa kedisiplinan bukan hanya soal datang tepat waktu atau menyelesaikan tugas, tetapi kemampuan mengatur prioritas dan bertanggung jawab terhadap pilihan yang dibuat.
Kemampuan mengelola waktu juga menjadi fondasi penting bagi mahasiswa yang ingin aktif di organisasi tanpa mengesampingkan akademik. Organisasi seharusnya bukan tempat pelarian dari tanggung jawab kuliah, tetapi ruang belajar untuk mengelola tanggung jawab secara lebih matang.
Melalui kegiatan seperti ini, terdapat pesan bahwa proses menjadi mahasiswa bukan hanya tentang mengejar nilai, melainkan juga membangun karakter, cara berpikir, dan kemampuan bekerja bersama orang lain.
Pada akhirnya, inaugurasi bukan tentang seberapa meriah acaranya atau berapa banyak peserta yang hadir. Yang lebih penting adalah apakah setelah kegiatan selesai, mahasiswa merasa lebih dekat satu sama lain, memiliki arah yang sama, dan siap bertumbuh menghadapi tantangan masa depan.
Karena pada akhirnya, kebersamaan yang dibangun hari ini bisa menjadi fondasi bagi perubahan yang lebih baik di kemudian hari.
Di Balik Kurban Idul Adha, Ada Mekanisme Ekonomi yang Terlalu Canggih untuk Dianggap Sekadar Ibadah
Penulis : Muhammad Ridho Ramadhan M
Editor : Boy Dowi






