Kesepakatan Indonesia-China: Indonesia Dapat 10 Miliar Dolar, China Dapat Apa?

| PENAMARA . ID

Senin, 11 November 2024 - 11:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sumber Gambar: banjarkota.go.id/Upacara penyambutan Presiden Indonesia Prabowo Subianto oleh Presiden China Xi Jinping

Sumber Gambar: banjarkota.go.id/Upacara penyambutan Presiden Indonesia Prabowo Subianto oleh Presiden China Xi Jinping

PENAMARA.ID – Program makan siang gratis yang jadi daya tarik simpati publik terhadap kemenangan Prabowo dijalankan dengan keseriusan, hal ini diusahakan oleh Presiden Prabowo dengan mendapatkan dukungan China pada kunjungannya sejak tanggal 8 sampai 10 November.

Dukungan China ditandai dengan Memorandum of Understanding (MoU) Project Funding Agreement: Food Supplementaion and School Feeding Programme in Indonesia (Perjanjian Pendanaan Proyek: Suplemen Makanan dan Program Makan Siang Sekolah di Indonesia).

Penekanan Mou ini disaksikan langsung oleh Presiden Indonesia Prabowo Subianto bersama Presiden China Xi Jinping, dan penandatanganan MoU ini dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wakyu Trenggono.

Program makan siang gratis di Negeri Tirai Bambu sebetulnya dikampanyekan oleh Deng Fei, seorang jurnalis China dari majalah Phoenix Weekly. Dimulai olehnya tahun 2011 dan sampai saat ini masih diterapkan pada wilayah pedesaan yang miskin, oleh pemerintah China diberi nama Nutrition Improvement Program (NIP).

Selain makan siang gratis perjanjian ini menguraikan perluasan kerja sama pada lima hal utama, yaitu politik, ekonomi, pertukaran antarmasyarakat, maritim, dan keamanan. Secara rinci meliputi, Protokol persyaratan fitosanitari untuk ekspor buah kelapa segar dari Indonesia ke China; serta Pedoman kerja teknis untuk mempromosikan perikanan tangkap berkelanjutan.

Lalu, nota kesepakatan tentang penguatan kerja sama ekonomi biru; kerja sama sumber daya mineral; kerja sama mineral hijau; kerja sama bidang sumber daya air; dan kerja sama penilaiaan kesesuaian. Dilansir dari arabnews.com untuk nilai pendanaan kesepakatan tersebut diperkirakan sebesar 10 milliar dollar.

Di luar dari pertimbangan kepentingan internasional, dari kerja sama ini tentu makin membuka harapan masyarakat Indonesia agar dapat  mencapai kemakmuran ekonomi dan kesejahteraan sosial juga pendidikan. Meski tidak dapat tercapai secara singkat untuk seluruh masyarakat, tapi sedapatnya bisa dibangun fondasi kokoh oleh Pemerintahan Prabowo untuk kedepannya.


Artikel Lain : Buku Posko Perlawanan, FAM Tangerang Minta DPRD Gunakan Hak Interpelasi Terkait PSN

Penulis : Devis Mamesah

Sumber Berita : Sebagian Antaranews

Berita Terkait

Perdagangan Perempuan dan Anak, Kejahatan Tersembunyi di Perbatasan Nepal-India
Gustavo Petro dan Keberanian Diplomasi: Antara Solidaritas dan Risiko
Ketergantungan Negara terhadap Investasi Asing
Jalan sempit Greenback untuk BRICS
NATO, Putin-Jinping, dan Trump 2.0
AS dengan Trump yang Agresif, Bagaimana Indonesia Bersikap?
Muncul ‘Keyakinan’ Baru di Barat, Krisis Spiritual untuk Meninggalkan Agama?
Prabowo dan MBZ Sepakat Perkuat Hubungan Bilateral Indonesia-UEA

Berita Terkait

Minggu, 21 Desember 2025 - 18:23 WIB

Perdagangan Perempuan dan Anak, Kejahatan Tersembunyi di Perbatasan Nepal-India

Jumat, 10 Oktober 2025 - 00:13 WIB

Gustavo Petro dan Keberanian Diplomasi: Antara Solidaritas dan Risiko

Rabu, 14 Mei 2025 - 03:16 WIB

Ketergantungan Negara terhadap Investasi Asing

Rabu, 2 April 2025 - 10:35 WIB

Jalan sempit Greenback untuk BRICS

Sabtu, 1 Februari 2025 - 21:43 WIB

NATO, Putin-Jinping, dan Trump 2.0

Berita Terbaru