Terciderai Marwah Advokat

| PENAMARA . ID

Jumat, 7 Februari 2025 - 18:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Hotman Paris vs Razman Nasution ricuh di sidang. | Dokumentasi: Instagram Hotman Paris

Foto: Hotman Paris vs Razman Nasution ricuh di sidang. | Dokumentasi: Instagram Hotman Paris

Kejadian yang terjadi beberapa hari lalu, yang mana beberapa advokat melakukan keributan dimuka persidangan saat agenda sidang pemeriksaan saksi merupakan tindakan yang sangat disayangkan.

Mereka tidak terima keputusan ketua majelis hakim tentang usulan mengenai mekanisme pemeriksaan saksi, sehingga para advokat ini melakukan keberatan dengan protes mendatangi meja majelis hakim hingga sampai naik di meja majelis hakim sambil meneriakkan permintaan pergantian seluruh majelis hakim tentunya sangat menciderai profesional advokat yang dikenal sebagai sebutan “Officum Nobile” (profesi mulia).

Tindakan yang dilakukan oleh advokat tersebut sangatlah mencemari organisasi advokat terlebih merusak “Marwah Advokat” dan baru pertama kali dalam sejarah seorang Advokat menginjak-injak meja Majelis Hakim seperti gaya premanisme dan tentunya perbuatan demikian bertentangan dengan undang-undang terlebih pada kode etik Advokat.

Ketidaksetujuan atau bentuk protes seorang advokat bukan dengan cara menginjak-injak meja majelis hakim. Namum, bisa dilakukan dengan cara elegan yakni bisa dengan menyampaikan langsung atau bersurat kepada ketua pengadilan atau keluar dari dari ruang persidangan sembari menyampaikan perbuatan Hakim kepada Komisi Yudisial.

Profesi advokat sebagaimana dijelaskan diawal memiliki arti “profesi mulia” tidak datang dan melekat dengan sendirinya pada Advokat, tetapi dengan proses sejarah panjang dan penuh pengabdian kepada masyarakat.

Awalnya di zaman Romawi, para bangsawan lah yang tampil dengan orasi dan pledoinya membela orang-orang miskin dan buta hukum yang terkena masalah hukum. Waktu itu belum ada istilah advokat, dan mereka ini disebut “Preator”— kaum bangsawan yang sebenarnya punya status sosial yang tinggi namun menaruh hatinya pada rakyat kecil.

Mereka membela semata-mata karena panggilan nurani dan rasa tanggung jawab membela orang yang lemah di hadapan penguasa/kekuasaan. Oleh karena itulah profesi advokat yang awalnya bernama Preator ini amat dihargai dan dimuliakan orang sehingga dinamakan Officium Nobilium atau profesi yang mulia.

Banyaknya Advokat saat ini bertujuan menjadikan hukum sebagai alat komoditi mencari uang atau orientasinya komersial dengan cara-cara yang menyimpang dari aturan dan kaidah hukum yang berlaku.

Juga menyampingkan orientasi pada nilai luhur dan kode etik, sehingga organisasi advokat selalu tercemari oleh oknum-oknum yang tidak memahami makna dari advokat itu sendiri. Semoga kedepan para advokat tidak meniru perbuatan “advokat dengan cara menginjak-injak meja majelis hakim”.


Artikel Lain : Revisi Tatib DPR yang Berpotensi Merusak Hukum Tata Negara

Penulis : Santo Nainggolan

Editor : Redaktur

Berita Terkait

Bagaimana kalau Ternyata yang Paling Indah dari Kehidupan adalah Kematian?
Mampukah Indonesia Damaikan Perang AS-Israel dan Iran?
Donald Trump yang Terlalu Ambisius, Prabowo yang Lemah, dan Gibran yang Tak Berdaya
Konflik AS-Iran, GMNI Jaktim Minta Pemerintah Bersikap Tegas
Reformasi Polri; Ilusi Perubahan dan Corak Kekerasan yang tak Pernah Berubah
Doktrin Eksploitatif Kapitalis; Akal-akalan Busuk Kapitalisme
Pilkada melalui DPRD; Sebuah Jawaban atas Kemunduran Demokrasi?
GMNI di Persimpangan Sejarah; Terpecahnya Marhaenisme dari Pusat hingga Akar Rumput

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 14:31 WIB

Bagaimana kalau Ternyata yang Paling Indah dari Kehidupan adalah Kematian?

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:26 WIB

Mampukah Indonesia Damaikan Perang AS-Israel dan Iran?

Selasa, 3 Maret 2026 - 16:45 WIB

Donald Trump yang Terlalu Ambisius, Prabowo yang Lemah, dan Gibran yang Tak Berdaya

Minggu, 1 Maret 2026 - 14:09 WIB

Konflik AS-Iran, GMNI Jaktim Minta Pemerintah Bersikap Tegas

Senin, 2 Februari 2026 - 03:12 WIB

Reformasi Polri; Ilusi Perubahan dan Corak Kekerasan yang tak Pernah Berubah

Berita Terbaru

Ilustrasi Sumber : DigitalMama.id

Teknologi

Menakar Kebijakan Blokir Akun Anak

Senin, 9 Mar 2026 - 11:17 WIB