Presiden Prabowo APEC Peru 2024: Kemandirian Ekonomi Tercapai dengan Mengatasi Kesenjangan Teknologi

| PENAMARA . ID

Sabtu, 16 November 2024 - 21:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto, menyampaikan pidato utama di KTT APEC, Peru (14/11/2024) | Foto: BPMI Setpres

Presiden Prabowo Subianto, menyampaikan pidato utama di KTT APEC, Peru (14/11/2024) | Foto: BPMI Setpres

PENAMARA.ID – Setelah kantongi ‘komitmen’ investasi dari The United States-Indonesia Society (USINDO) dan janji pertemuan kembali dengan Trump Presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Presiden Prabowo Subianto hadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asian-Pasific Economic Coorperation (APEC) di Lima, Ibu Kota Peru yang telah berlangsung dari Senin (11/11) hingga Sabtu (16/11).

KTT APEC tahun ini adalah yang ke-31. Indonesia sendiri pernah menjadi tuan rumah pada Tahun 1994 di Bogor menghasilkan “Bogor Goals” merupakan yang pertama dan kedua di Tahun 2013 di Bali menghasilkan “Tujuh Hasil Kesepakatan”.

Sambutan dari Presiden Peru Dina Boluarte

Sebelum ikut KTT APEC Presiden Indonesia Prabowo disambut oleh Presiden Peru Dina Boluarte, pertemuan ini jadi momen yang tepat untuk memperkuat hubungan bilateral kedua negara. Ditambah Presiden Prabowo dianugerahi tanda kehormatan tertinggi “Grand Cross of the Order of the Sun of Peru” oleh Pemerintah Peru. Meski tidak hanya Indonesia yang menerimanya.

Presiden Prabowo turut mengundang Presiden Dina Boluarte untuk melakukan kunjungan resmi ke Indonesia tahun depan. Kunjungan ini bertujuan untuk merayakan 50 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Peru.

Selain itu, kedua negara berkomitmen untuk menyelesaikan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA/Perjanjian Kerjasama Ekonomi) dalam enam bulan ke depan. Presiden Prabowo optimis perjanjian tersebut dapat ditandatangani pada kunjungan Presiden Boluarte ke Indonesia bersama delegasinya.

Poin yang Ditegaskan Indonesia di APEC

Secara dasar Republik Peru menekankan 3 hal utama yaitu: perdagangan dan investasi untuk pertumbuhan inkulusi dan saling berhubungan; inonasi dan digitalisasi untuk mendorong transisi menuju ekonomi formal dan global; terakhir tentang pertumbuhan berkelanjutan untuk pembangunan yang tangguh.

Soal digitalisasi untuk memajukan ekonomi masih serupa dengan Indonesia yang disampaikan Menteri Luar Negeri Indonesia (Menlu) Sugiono saat menghadiri APEC Ministerial Meeting (AMM) (14/11/2024), dia menyebut perlunya program untuk ‘menjembatani’ kesenjangan digital dan memastikan bahwa kelompok rentan dan terpinggirkan dapat mengakses peluang dalam ekonomi formal.

Dirangkum dari siaran resmi BPMI Presiden RI, pidato Presiden Prabowo mengemukakan tiga peran strategis yang mesti dijaga APEC, ini disampaikan dalam APEC Leaders Informal Dialogue with Guest Convention Center (15/11/2024).

Pertama, APEC mesti menjembatani ketahanan (bridge to resilience) baik ketahanan transisi energi bersih, pembangunan infrastruktur yang tanggu serta dapat mendorong hilirisasi industri untuk capai kemandirian pangan.

Kedua, Presiden Prabowo kemudian menyinggung hal sama yang disampaikan Menlu Sugiono sebelumnya, yaitu menjadi jembatan untuk inovasi (bridge to innovation), Presiden menyampaikan tentang transformasi digital dan inklusivitas mesti dimulai dengan mengatasi kesenjangan akses teknologi dan transfer teknologi antara negara anggota APEC sebagai jembatan masyarakat berinovasi.

Ketiga, Presiden Prabowo mengatakan APEC harus menjadi jembatan untuk inklusi/menyeluruh (bridge to greater inclusion). Beliau menegaskan bahwa manfaat pembangunan harus dirasakan oleh semua komunitas dan individu. Dia mendorong upaya pengentasan kemiskinan, pemberantasan korupsi, serta penguatan tata kelola yang transparan.

Ekonomi yang bertumbuh, penuh ketahanan, dan inklusif, tidak hanya ditumpuhkan pada investasi dan pembangunan semata. Pemberdayaan masyarakat mesti yang didahulukan, dengan begitu ekonomi berkelanjutan dan penuh pengembangan datang dari inovasi masyarakat yang menjadi kebanggaan dan tidak berhenti pada rumusan-rumusan belaka.


Artikel Lain : Perusahaan Minyak Tertua Sampai Akademisi Ditemui Prabowo, Intip Profil Mereka

Penulis : Devis Mamesah

Editor : Redaktur

Berita Terkait

Perdagangan Perempuan dan Anak, Kejahatan Tersembunyi di Perbatasan Nepal-India
Gustavo Petro dan Keberanian Diplomasi: Antara Solidaritas dan Risiko
Ketergantungan Negara terhadap Investasi Asing
Jalan sempit Greenback untuk BRICS
NATO, Putin-Jinping, dan Trump 2.0
AS dengan Trump yang Agresif, Bagaimana Indonesia Bersikap?
Muncul ‘Keyakinan’ Baru di Barat, Krisis Spiritual untuk Meninggalkan Agama?
Prabowo dan MBZ Sepakat Perkuat Hubungan Bilateral Indonesia-UEA

Berita Terkait

Minggu, 21 Desember 2025 - 18:23 WIB

Perdagangan Perempuan dan Anak, Kejahatan Tersembunyi di Perbatasan Nepal-India

Jumat, 10 Oktober 2025 - 00:13 WIB

Gustavo Petro dan Keberanian Diplomasi: Antara Solidaritas dan Risiko

Rabu, 14 Mei 2025 - 03:16 WIB

Ketergantungan Negara terhadap Investasi Asing

Rabu, 2 April 2025 - 10:35 WIB

Jalan sempit Greenback untuk BRICS

Sabtu, 1 Februari 2025 - 21:43 WIB

NATO, Putin-Jinping, dan Trump 2.0

Berita Terbaru