Prabowo-Starmer Sepakati Kemitraan Strategis Baru Indonesia-Inggris yang Membahas Krisis Timur Tengah

| PENAMARA . ID

Jumat, 22 November 2024 - 15:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Gambar: Raja Charles III dari Inggris (kiri) berjabat dengan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Istana Buckingham, London (21/11/2024) | Dokumentasi: Jonathan Brady

Keterangan Gambar: Raja Charles III dari Inggris (kiri) berjabat dengan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Istana Buckingham, London (21/11/2024) | Dokumentasi: Jonathan Brady

PENAMARA.ID – Setelah agendanya di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Group of Twenty (G20), Presiden Prabowo terbang ke Inggris dan tiba hari di Rabu (20/11/2024). Kedatangannya ke Inggris untuk penuhi  undangan pertemuan dengan Raja Charles III, dan Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer serta Wakil PM Inggris Angela Rayner.

Pertemuan bersama Raja Charles III berlangsung secara tertutup di Istana Buckingham, London, Inggris Raya, pada hari Kamis (21/11/2024), waktu setempat sekitar 10.00 GMT (di Indonesia pukul 17.00 WIB). Namun, Presiden Prabowo membeberkan sedikit hasil pertemuannya dengan Raja Inggris Charles III yang membahas berbagai hal, khususnya pelestarian lingkungan dan alam.

“Beliau sangat perhatian terhadap lingkungan, terhadap pelestarian hutan, pelestarian alam. Di situ kita banyak kesamaan. Saya mengatakan saya mendukung dan kita akan kerja sama,” ucap Presiden Prabowo dalam keterangan pers di Lancaster House, London, Kamis (21/11/2024).

Raja Charles III sudah dua kali ke Indonesia saat masih berstatus Pangeran, pada tahun 1989 bersama istrinya Putri Diana. Lalu tahun 2008, dalam kunjungan yang keduanya Raja Charles III hadir sendiri, Putri Diana wafat dalam kecelakaan tahun 1997 di Prancis. Presiden Prabowo pun mengundang beliau mengunjungi Indonesia kembali.

Tiga Hasil dari Pertemuan dengan PM Keir Starmer

Setelah pertemuan dengan Raja Charles III, Presiden Prabowo bertemu dengan PM Inggris Keir Starmer. Pertemuan dua pimpinan negara ini menghasilkan “Kemitraan Strategis Baru” yang akan memberikan masa depan yang lebih sejahtera, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia-Inggris.

Prabowo-Starmer Sepakati Kemitraan Strategis Baru
Keterangan Gambar: Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto (kiri) bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer di 10 Downing Street, London (21/11/2024). | Sumber Gambar: cnbcindonesia.com (Reuters/Mina Kim/Pool)

Dikutip dari halaman resmi pemerintahan Inggris, gov.uk. Ada tiga hal utama yang jadi kesepakatan dalam Kemitraan Strategis Baru dan akan diluncurkan tahun 2025, yaitu: Pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan pembangunan manusia; Pertahanan dan kebijakan luar negeri; Perubahan iklim, transisi energi dan pembangunan berkelanjutan.

Namun menarik, pada uraian tentang ‘pertahanan dan kebijakan luar negeri’, disitu menyoroti konflik Timur Tengah yang diantaranya perang Ukraina, mereka memberikan atensi terhadap komitmen dalam menegakkan hukum internasional dan prinsip-prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Selanjutnya, konflik Palestina-Israel, keduanya kompak menyampaikan keprihatinan mendalam atas situasi kemanusiaan yang serius di Gaza dan menyerukan gencatan senjata. Untuk Lebanon mereka menyerukan de-eskalasi konflik (upaya pencegahan) juga mendesak penyelesaian yang damai dan diplomatis. Kedua pimpinan menilai, bahwa perdamaian dapat berlangsung adil dan berkelanjutan.

Pada uraian itu juga, Inggris mengapresiasi peran Indonesia dalam misi penjaga perdamaian dari Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (United Nations Interim Force in Lebanon : UNIFIL). Inggris pun mendesak perlindungan personal UNIFIL dan keamanan gebung PBB.

Pertemuan kedua pimpinan ini (Presiden Prabowo dan PM Keir Starmer) juga sebagai bentuk perayaan hubungan bilateral antara Indonesia-Inggris yang ke-75 Tahun (sejak 1949) dengan tema “Manusia, Planet, Kemakmuran, dan Perdamaian”.

Dapat Komitmen Investasi 8,5 Miliar Dolar AS (Rp 135,1 Miliar)

Presiden Prabowo juga menghadiri pertemuan dengan sejumlah pemimpin perusahaan yang tergabung dalam agenda CEO Roundtable Forum. Presiden menekankan bahwa kepercayaan global terhadap Indonesia terus meningkat, setelah kunjungannya di Brasil, Peru, Amerika Serikat, dan China.

Prabowo-Starmer Sepakati Kemitraan
Keterangan Gambar: Prabowo dan jajaran di CEO Roundtable Forum | Dokumentasi Muchlis Jr – Biro Pers Sekretariat Presiden/news.detik.com

“Barusan saya bertemu dengan pemimpin-pemimpin perusahaan besar, di sini ada 19 tokoh. Mereka sudah berkomitmen investasi 8,5 miliar dolar AS. Ini menunjukkan optimisme mereka terhadap ekonomi kita,” ujar Presiden Prabowo setelah pertemuan, Kamis (21/11/2024) yang dikutip dari halaman resmi presidenri.go.id/BPMI Setpres.

CEO Roundtable Forum mengelar agendanya di Lancaster House, London, pada Kamis (21/11/2024). Forum ini tertarik pada beragai sektor prioritas di Indonesia, termasuk transisi energi, infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Sorotan mereka adalah peningkatan kualitas pendidikan, khususnya dalam bidang Science, Technology, Engineering, dan Mathematics (STEM), hingga kesehatan.

Presiden Prabowo dalam pertemuan tersebut didampingi oleh Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Wakil Ketua Komisi 1 DPR RI Budi Djiwandono.


Artikel Lain : Prabowo Dukung Agenda Global Selatan di KTT G20 Brasil

Penulis : Devis Mamesah

Editor : Redaktur

Berita Terkait

Perdagangan Perempuan dan Anak, Kejahatan Tersembunyi di Perbatasan Nepal-India
Gustavo Petro dan Keberanian Diplomasi: Antara Solidaritas dan Risiko
Ketergantungan Negara terhadap Investasi Asing
Jalan sempit Greenback untuk BRICS
NATO, Putin-Jinping, dan Trump 2.0
AS dengan Trump yang Agresif, Bagaimana Indonesia Bersikap?
Muncul ‘Keyakinan’ Baru di Barat, Krisis Spiritual untuk Meninggalkan Agama?
Prabowo dan MBZ Sepakat Perkuat Hubungan Bilateral Indonesia-UEA
Berita ini 70 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 21 Desember 2025 - 18:23 WIB

Perdagangan Perempuan dan Anak, Kejahatan Tersembunyi di Perbatasan Nepal-India

Jumat, 10 Oktober 2025 - 00:13 WIB

Gustavo Petro dan Keberanian Diplomasi: Antara Solidaritas dan Risiko

Rabu, 14 Mei 2025 - 03:16 WIB

Ketergantungan Negara terhadap Investasi Asing

Rabu, 2 April 2025 - 10:35 WIB

Jalan sempit Greenback untuk BRICS

Sabtu, 1 Februari 2025 - 21:43 WIB

NATO, Putin-Jinping, dan Trump 2.0

Berita Terbaru

Siswa penerima MBG di SD MI Raudhatul Jannah, Kelurahan Pakujaya, Kecamatan Serpong Utara, Tangerang Selatan, Banten, 30 Mei 2025. Penamara/AgnesMonica

Nasional

Kenaikan Anggaran Program MBG; Urgensi atau Ambisi Belaka?

Jumat, 9 Jan 2026 - 00:04 WIB

Ilustrasi : Banksy, Seniman Jalanan Misterius | take via hot.detik.com

Esai

Terorisme: Kejahatan Luar Biasa Tanpa Yurisdiksi Jelas

Selasa, 6 Jan 2026 - 11:33 WIB