Prabowo Dukung Agenda Global Selatan di KTT G20 Brasil

| PENAMARA . ID

Selasa, 19 November 2024 - 14:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto dalam rangkaian KTT G20 Brasil 2024 | Foto: Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo Subianto dalam rangkaian KTT G20 Brasil 2024 | Foto: Sekretariat Presiden

PENAMARA.ID – Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Group of Twenty (G20) Brasil 2024 merupakan yang ke-19. Indonesia sendiri dua tahun yang lalu (2022) menjadi tuan rumah G20 ke-17 yang diadakan di Bali dengan hasil ’52 Paragraf’ yang dinamakan “Deklarasi Bali”, secara singkat isinya, mengutuk perang di Ukraina; menolak senjata nuklir; dan memperhatikan isu krisis pangan.

Setelah hadir KTT Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) di ibu kota Peru, Lima, Presiden Prabowo pun menghadiri G20 Brasil di kota Rio de Janeiro. Presidensi G20 2024, Brasil, mengangkat tema: “Building a Just World and Sustainable Planet” (Membangun Dunia yang Adil dan Berkelanjutan).

Brasil juga mengajukan tiga prioritas sebagai Presidensi G20, dan dituangkan dalam “Deklarasi Rio”, isinya pertama tentang memerangi kelaparan, kemiskinan, dan kesenjangan; kedua menangani perubahan iklim dengan transisi energi yang adil; serta ketiga reformasi tata kelola global dan penguatan demokrasi.

Ajuan Brasil tersebut menegaskan komitmennya dalam membangun masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan pada panggung dunia. Namun selain ketiga isu prioritas diatas, G20 Presidensi Brasil menyoroti pembangunan “Global Selatan” karena dianggap negara-negara di bawah Garis Brandt (batas patokan negara-negara yang disebut Global Selatan) perlu mencapai pembangunan yang lebih besar.

G20 Brasil: Prabowo
Keterangan Gambar: Garis Brandt, garis yang dipakai memisahkan Global Utara dan Global Selatan | Sumber: Wikipedia

Presiden Prabowo Dorong Hal yang Sama Dengan “Deklarasi Rio”

Dalam sambutannya dalam sesi pertama KTT G20 ini, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa masalah ekonomi tidak bisa dipisahkan dari masalah atau isu geopolitik. Beliau mengawali dengan ucapan terima kasih kepada Presiden Republik Federasi Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva, yang telah memajukan aspirasi negara-negara “Global Selatan”.

Seturut dengan prioritas tentang memerangi kelaparan Presiden Prabowo menyampaikan, “Saya juga ingin menekankan dan memuji Presiden Lula atas upayanya untuk mengentaskan kemiskinan dan kelaparan sebagai titik fokus dari sesi G20 ini.” Tegas Prabowo pada Forum ini yang disiarkan di Youtube Sekretariat Presiden, Senin (18/11/2024).

Diketahui program makan siang gratis juga merupakan program ampuh Prabowo dalam kampanye Pemilu 2023-2024 Indonesia lalu, dia pun menyampaikan dalam forum yang sama bahwa terpilihnya beliau atas harapan masyarakat pada program tersebut.

Lalu soal konflik internasional Presiden Prabowo menyampaikan, “Kami mendesak agar segera melakukan gencatan senjata di Ukraina dan di Gaza. Janganlah kita ragu untuk maju dan mendesak para peserta di kawasan ini untuk mencapai gencatan senjata bagi kita. Hal ini penting untuk mencapai perdamaian dan stabilitas.” Ucap Prabowo pada pemimpin negara-negara yang hadir.

Presiden Prabowo juga menekankan hanya dengan perdamaian dan stabilitas kita dapat mengatasi kemiskinan dan kelaparan. Dia juga mendesak agar negara-negara G20 di Gaza untuk menggunakan kekuatan kolektifnya agar memperkuat upaya multilateral dalam isu-isu tersebut.

Soal transisi energi Presiden Prabowo menyampaikan upaya kedepannya dalam Forum Bisnis Indonesia-Brasil, Minggu (17/11/2024), “Kita juga akan melakukan efisiensi energi dan kita diberkati seperti juga Brasil, mungkin kita juga, saya pikir hanya dua atau tiga negara di dunia yang bisa segera swasembada energi hijau (green energy) dan energi terbarukan (reneweable energy).” Jelas Prabowo yang dikutip juga dari siaran Youtube Sekretariat Presiden.

Kritik Pengamat Geopolitik Terhadap G-20

Keberlanjutan lingkungan dan menjaga bumi; pemberdayaan sosial masyarakat dan meningkatkan ketahanan pangan; serta harmoni global untuk masa depan, dalam 5 tahun terakhir agenda ini terus masuk dalam isu atau hasil di G20. Brett Schaefer, Pengamat internasional menulis dalam Geopolitical Intelligence Service (www.gisreportonline.com) dengan judul “Apa Pertemuan Puncak Para Pemimpin G20 di Brasil Penting?

Schaefer menulis, “G20 sering kali mengulang-ulang komitmen sebelumnya di setiap pertemuan puncak, yang menunjukkan bahwa komitmen tersebut masih belum terpenuhi. Memang, kepatuhan terhadap komitmen tahunan telah bervariasi secara signifikan selama bertahun-tahun. Namun, hal ini tidak mencegah agenda yang membengkak.” Tulisnya pada subjudul Sesuai dengan kursusnya.

Schaefer juga menulis bahwa dalam beberapa tahun terakhir, meningkatnya ketegangan geopolitik antara Tiongkok (China), Rusia, dan Amerika Serikat (AS) telah menghambat kemampuan organisasi tingkat internasional mencapai konsesus dalam banyak isu. Diawal pada prolog dia menulis pada poin 2, “Hasil praktis dari pertemuan puncak Brasil akan terbatas cakupannya.”

G20 Brasil: Prabowo
Keterangan Gambar: Hasil G20 atau Isu yang digagas Presidensi negara tuan rumah G20 dalam 5 tahun terakhir | Gambar oleh: Devis Mamesah

Tiga Negara Adidaya

Presiden China, Xi Jinping pada G-20 dianggap sebagai pemimpin paling berpengaruh, meski hadir juga Joe Biden sebagai Presiden AS akan tetapi justru dianggap lemah pengaruh sebab kekuasaannya tinggal hitungan minggu sampai Donald Trump dilantik 20 Januari 2025.

Sedangkan Moskow, Rusia mengirimkan Menteri Luar Negerinya, Sergey Viktorovich Lavrov. Hal serupa juga dilakukan di pada G20 India 2023 dan mengirim tim khusus pada G20 Indonesia 2022. Presiden Rusia Vladimir Putin tidak hadir dengan berbagai alasan. Namun, dimungkinkan sebab ketidakhadiran Presiden Putin terkait isu perang Ukraina-Rusia yang dikemukakan G20.

Forum raksasa seperti G20, APEC, atau BRICS (Brazil, Russia, India, China, South Africa) diharapkan tidak melemah karena kepentingan antar dua tiga negara saja, sebab keputusan dan isu yang dihasilkan sangat diperlukan oleh masyarakat yang terwakilkan dalam anggota masing-masing forum gabungan negara-negara ini.

Atas dasar kemanusiaan dan kelestarian Bumi mestinya yang jadi prinsip utama, jangan sampai pemberdayaan masyarakat serta kelestarian lingkungan hanya sebagai puisi dan sambutan dalam forum-forum tersebut.


Artikel Lain : Presiden Prabowo APEC Peru 2024: Kemandirian Ekonomi Tercapai dengan Mengatasi Kesenjangan Teknologi

Berita Terkait

Perdagangan Perempuan dan Anak, Kejahatan Tersembunyi di Perbatasan Nepal-India
Gustavo Petro dan Keberanian Diplomasi: Antara Solidaritas dan Risiko
Ketergantungan Negara terhadap Investasi Asing
Jalan sempit Greenback untuk BRICS
NATO, Putin-Jinping, dan Trump 2.0
AS dengan Trump yang Agresif, Bagaimana Indonesia Bersikap?
Muncul ‘Keyakinan’ Baru di Barat, Krisis Spiritual untuk Meninggalkan Agama?
Prabowo dan MBZ Sepakat Perkuat Hubungan Bilateral Indonesia-UEA
Berita ini 77 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 21 Desember 2025 - 18:23 WIB

Perdagangan Perempuan dan Anak, Kejahatan Tersembunyi di Perbatasan Nepal-India

Jumat, 10 Oktober 2025 - 00:13 WIB

Gustavo Petro dan Keberanian Diplomasi: Antara Solidaritas dan Risiko

Rabu, 14 Mei 2025 - 03:16 WIB

Ketergantungan Negara terhadap Investasi Asing

Rabu, 2 April 2025 - 10:35 WIB

Jalan sempit Greenback untuk BRICS

Sabtu, 1 Februari 2025 - 21:43 WIB

NATO, Putin-Jinping, dan Trump 2.0

Berita Terbaru

Siswa penerima MBG di SD MI Raudhatul Jannah, Kelurahan Pakujaya, Kecamatan Serpong Utara, Tangerang Selatan, Banten, 30 Mei 2025. Penamara/AgnesMonica

Nasional

Kenaikan Anggaran Program MBG; Urgensi atau Ambisi Belaka?

Jumat, 9 Jan 2026 - 00:04 WIB

Ilustrasi : Banksy, Seniman Jalanan Misterius | take via hot.detik.com

Esai

Terorisme: Kejahatan Luar Biasa Tanpa Yurisdiksi Jelas

Selasa, 6 Jan 2026 - 11:33 WIB