Demokrasi di bungkam, hukum di kubur & ketika pelindung berubah menjadi penindas

| PENAMARA . ID

Jumat, 29 Agustus 2025 - 11:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar: Istimewa

Gambar: Istimewa

Oleh : Wilda Cahyani

Kamis 28 Agustus seharusnya jadi panggung demokrasi, tempat rakyat menyuarakan keresahan. Mereka turun ke jalan bukan untuk merusak, tapi untuk menyampaikan pendapat. Namun yang datang bukan dialog, melainkan gas air mata, water canon, dan intimidasi.

Padahal, Pasal 28E UUD 1945, UU No. 9/1998, UU HAM, hingga Kovenan Internasional yang diratifikasi Indonesia menjamin kebebasan berserikat dan menyampaikan pendapat. Semua itu seolah lenyap di jalanan, tertutup kabut gas air mata.

Polisi seharusnya pelindung rakyat, bukan algojo. Mereka digaji rakyat, berseragam atas nama negara, dan bersumpah melayani. Tapi di jalanan, yang tampak justru wajah kekerasan.

Kekerasan aparat bukan sekadar pelanggaran prosedur, tapi pengkhianatan terhadap demokrasi. Demokrasi tumbuh dari dialog, bukan intimidasi.

Lalu, untuk siapa polisi bekerja? Untuk rakyat yang berharap perlindungan, atau untuk kekuasaan yang takut kehilangan tahta? Jika aparat hanya jadi benteng penguasa, maka hukum mati dan keadilan terkubur.

Sejarah mencatat: tak ada kekuasaan yang langgeng dengan membungkam rakyat. Hentikan kekerasan. Hentikan impunitas. Karena ketika polisi menjadi musuh rakyat, kepercayaan runtuh, dan bangsa ini meluncur ke jurang otoritarianisme.

Penulis : Wilda Cahyani

Editor : Redaktur

Berita Terkait

Mampukah Indonesia Damaikan Perang AS-Israel dan Iran?
Donald Trump yang Terlalu Ambisius, Prabowo yang Lemah, dan Gibran yang Tak Berdaya
Konflik AS-Iran, GMNI Jaktim Minta Pemerintah Bersikap Tegas
Reformasi Polri; Ilusi Perubahan dan Corak Kekerasan yang tak Pernah Berubah
Doktrin Eksploitatif Kapitalis; Akal-akalan Busuk Kapitalisme
Pilkada melalui DPRD; Sebuah Jawaban atas Kemunduran Demokrasi?
GMNI di Persimpangan Sejarah; Terpecahnya Marhaenisme dari Pusat hingga Akar Rumput
Menuju Satu Tahun Ben-Pilar, Sebuah Keseriusan atau Sekedar Melanggengkan Kekuasaan?

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 16:45 WIB

Donald Trump yang Terlalu Ambisius, Prabowo yang Lemah, dan Gibran yang Tak Berdaya

Minggu, 1 Maret 2026 - 14:09 WIB

Konflik AS-Iran, GMNI Jaktim Minta Pemerintah Bersikap Tegas

Senin, 2 Februari 2026 - 03:12 WIB

Reformasi Polri; Ilusi Perubahan dan Corak Kekerasan yang tak Pernah Berubah

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:49 WIB

Doktrin Eksploitatif Kapitalis; Akal-akalan Busuk Kapitalisme

Senin, 26 Januari 2026 - 14:26 WIB

Pilkada melalui DPRD; Sebuah Jawaban atas Kemunduran Demokrasi?

Berita Terbaru

Ilustrasi Sumber : DigitalMama.id

Teknologi

Menakar Kebijakan Blokir Akun Anak

Senin, 9 Mar 2026 - 11:17 WIB

Ilustrasi | Sumber : freepik.com

Global

Adakah Potensi Perang Dunia?

Sabtu, 7 Mar 2026 - 09:37 WIB

Desain: Canva

Esai

8 Maret dan Hal-Hal yang tak Pernah Masuk Poster

Kamis, 5 Mar 2026 - 23:54 WIB