Tragedi Teror TEMPO: DPC GMNI Tangsel Berpihak pada Kebebasan Pers

| PENAMARA . ID

Rabu, 26 Maret 2025 - 00:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pengurus Cabang GMNI Kota Tangsel | Dokumentasi: Arsip GMNI Kota Tangsel

Pengurus Cabang GMNI Kota Tangsel | Dokumentasi: Arsip GMNI Kota Tangsel

Beberapa waktu lalu telah terjadi tragedi teror oleh oknum yang tidak bertanggung jawab terhadap salah satu media besar, yakni TEMPO yang cukup membuat kita semua prihatin terhadap wajah demokrasi Indonesia yang semakin melayu setelah bertahan hampir 27 tahun. Aksi teror yang dilayangkan ke kantor TEMPO sebenarnya tidak terjadi dalam kurun waktu 1 (satu) kali, namun ternyata ada teror susulan yang datang untuk menghantui para jurnalis TEMPO secara umum, dan memberikan perasaan takut kepada media TEMPO secara umum.

Tragedi teror kepada TEMPO yang pertama terjadi pada Rabu, 19 Maret 2025, jelas sehari sebelum RUU TNI disahkan menjadi UU di DPR. Paket pertama yang ditujukan secara khusus melalui label paket yang tertuju secara jelas kepada salah satu jurnalis TEMPO, yaitu Fransisca Rosana atau akrab disebut Cica berisi kepala babi. Tak main-main, pada Sabtu, 22 Maret 2025 sebuah kotak dilapisi styrofoam kembali datang ke kantor TEMPO yang berisi bangkai tikus yang dipenggal.

Dari peristiwa yang terjadi, Direktur Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers, Mustafa Layong, mengatakan bahwa itu tak hanya ditujukan kepada Tempo saja, melainkan juga bagi seluruh insan pers. Menurutnya, teror itu adalah pesan bahwa kemerdekaan pers sedang ingin diamputasi. Serangan berupa teror pada media atau jurnalis melalui simbol-simbol semacam itu, menurutnya, adalah tindakan keji dan kuno. Pengirimnya pasti punya maksud dan pesan dari kepala babi terpenggal itu.

Kejadian teror ini sebenarnya betul-betul memperlihatkan bagaimana wajah demokrasi kita yang kian hari kian menurun. Padahal, kebebasan pers adalah salah satu fondasi berdirinya negara yang demokratis. Hari ini, demokrasi seakan melahap semangat reformasi itu sendiri, situasi yang mencekam, para wakil rakyat yang sama sekali tidak pernah mewakili rakyat, kekuasaan yang sewenang-wenang, oligarki yang terus bermunculan mengatasnamakan kesejahteraan, ini semua adalah momok mengerikan dari neo-liberalisme yang berlindung dibalik jubah demokrasi.

Dalam hal ini, GMNI Kota Tangerang Selatan sangat mengecam keras tindak brutal yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab terhadap penyerangan yang terjadi kepada TEMPO. GMNI Kota Tangerang Selatan selalu berkomitmen untuk berada di barisan rakyat, di barisan kaum Marhaen, sehingga kejadian yang dialami oleh TEMPO adalah bagian dari penghianatan terhadap nilai-nilai demokrasi itu sendiri.

Begitu banyak peristiwa akhir-akhir ini yang memperlihatkan bahwa demokrasi kita sedang tidak baik-baik saja. Berbagai pelanggaran HAM  yang kian hari kian mengantre seakan pelanggaran terhadap kemanusiaan adalah hal yang lumrah, jerat terhadap kebebasan pers yang kian hari kian mencekamn juga pada akhirnya menjadi bahan evaluasi terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran tentang komitmen nya dalam menjaga nilai-nilai demokrasi.

GMNI Kota Tangerang Selatan akan selalu berkomitmen untuk berada dalam barisan rakyat, menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, dan yang paling penting adalah bagaimana keseriusan kami dalam menjaga demokrasi. Salah satu langkah dalam menjaga nilai-nilai demokrasi itu adalah dengan tetap bersuara menyampaikan hal yang harus disampaikan. Maka, dengan tegas, lantang, serta konsisten, GMNI Kota Tangerang Selatan sangat mengutuk keras tindakan teror yang dilakukan oleh oknum kepada pers, karena pers adalah salah satu suara rakyat dan salah satu pilar penting dalam menjaga kestabilan demokrasi.


Artikel lain: https://penamara.id/pagar-laut-pesisir-tangerang-efektif-tahan-abrasi/

Penulis : Agnes Monica

Editor : Redaktur

Berita Terkait

Lima Warga Terjangkit DBD, Peran RT-RW di Batusari Dipertanyakan
Nada, Doa, dan Donasi: Lintas Komunitas Tangerang Bergerak untuk Korban Bencana Sumatera
Gen-Z Culture Fest 2025 Digelar di Global Institut
Terancam Gagal Raih Adipura, KLH Cap ‘Tangerang Raya’ Masih Masuk Kategori Kota Kotor
Arah Politik Lima Tahun Kedepan PDI Perjuangan Kota Tangerang Telah Ditentukan
Arief Wibowo Dorong Penguatan Kapasitas Guru Ngaji: Investasi SDM Kota Tangerang
GMNI Tangerang Selatan Kecam Status Hukum dan Klaim Kepemilikan Lahan Situ Rompong Oleh Swasta
Fraksi PDIP Kota Tangerang Apresiasi APBD 2026: Insentif Pengurus Rumah Ibadah Diperluas untuk Semua Agama
Berita ini 102 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Januari 2026 - 22:47 WIB

Lima Warga Terjangkit DBD, Peran RT-RW di Batusari Dipertanyakan

Minggu, 28 Desember 2025 - 20:26 WIB

Nada, Doa, dan Donasi: Lintas Komunitas Tangerang Bergerak untuk Korban Bencana Sumatera

Selasa, 23 Desember 2025 - 15:57 WIB

Gen-Z Culture Fest 2025 Digelar di Global Institut

Selasa, 23 Desember 2025 - 14:51 WIB

Terancam Gagal Raih Adipura, KLH Cap ‘Tangerang Raya’ Masih Masuk Kategori Kota Kotor

Senin, 15 Desember 2025 - 07:54 WIB

Arah Politik Lima Tahun Kedepan PDI Perjuangan Kota Tangerang Telah Ditentukan

Berita Terbaru

Balai Buku Progresif

Opini

Emansipasi yang Tak Pernah Sampai ke Dapur dan Pabrik

Rabu, 14 Jan 2026 - 02:34 WIB

Siswa penerima MBG di SD MI Raudhatul Jannah, Kelurahan Pakujaya, Kecamatan Serpong Utara, Tangerang Selatan, Banten, 30 Mei 2025. Penamara/AgnesMonica

Nasional

Kenaikan Anggaran Program MBG; Urgensi atau Ambisi Belaka?

Jumat, 9 Jan 2026 - 00:04 WIB