Cisadane Makin Surut! Pasokan Air dari Bogor Menurun, Warga Tangerang Diminta Hemat Air

| PENAMARA . ID

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dasar sungai yang mengering. Foto Bendungan Pintu Air 10 Cisadane, Kota Tangerang | Foto: PENAMARA / Ari Sujatmiko

Dasar sungai yang mengering. Foto Bendungan Pintu Air 10 Cisadane, Kota Tangerang | Foto: PENAMARA / Ari Sujatmiko

Debit air Sungai Cisadane yang mengalir menuju Pintu Air 10, Kota Tangerang, Banten, menyusut di tengah kemarau panjang. Pasokan air dari wilayah hulu di Bogor dilaporkan berada di bawah kondisi normal.

Penurunan debit tersebut membuat tinggi muka air di Pintu Air 10 kini berada pada level 11,55 meter. Padahal, dalam kondisi normal, tinggi muka air di kawasan itu berkisar 12,40 meter.

Petugas Operasional Bendungan Pintu Air 10, Suyadi, mengatakan seluruh pintu air saat ini ditutup karena tidak terdapat debit limpasan yang cukup dari arah hulu.

“Untuk sekarang ini tidak ada debit limpas, pintu-pintu ditutup semua karena tidak ada pasokan dari Bogor, tidak seperti biasanya dan di bawah normal,” kata Suyadi saat ditemui Senin (31/8/2026) sore.

Menurut dia, penutupan pintu dilakukan untuk mempertahankan ketersediaan air yang ada agar masih dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan irigasi dan keperluan lainnya.

“Jadi kita tutup agar bisa masuk ke irigasi dan digunakan untuk hal yang lain,” ujarnya.

Muka air terus turun

Suyadi menjelaskan, penurunan tinggi muka air mulai terlihat dalam beberapa hari terakhir. Saat kondisi normal, tinggi muka air di Pintu Air 10 berada di kisaran 12,30-12,40 meter.

“Harusnya di atas 12,00, sekitar 12,40 normal, sekarang sudah 11,55. Jadi sudah jauh berkurang,” katanya.

Kondisi tersebut berbeda dengan beberapa waktu sebelumnya ketika tinggi muka air di bagian hulu masih relatif bertahan meskipun kawasan hilir mulai mengalami kekeringan.

Pasokan air dari Bogor sempat meningkat pada 17 Agustus 2026. Kondisi itu membuat tinggi muka air di Pintu Air 10 kembali naik. Namun, peningkatan pasokan tersebut tidak berlangsung lama.

Setelah itu, debit air dari wilayah hulu kembali menurun sehingga tinggi muka air di Pintu Air 10 ikut berkurang.

Suyadi mengatakan kondisi tersebut berkaitan dengan kemarau panjang yang berdampak terhadap pasokan air dari wilayah hulu Sungai Cisadane.

Warga diminta hemat air

Meski debit air menurun, masyarakat diminta tidak panik. Penggunaan air tetap perlu dilakukan secara bijaksana selama pasokan dari hulu belum kembali normal.

Suyadi menyampaikan imbauan tersebut sejalan dengan arahan pemerintah pusat dan Pemerintah Kota Tangerang agar masyarakat menghemat penggunaan air.

“Jangan khawatir, jangan terlalu panik, air pasti dalam kategori aman. Intinya Pak Wali juga mengimbau agar bijaksana menggunakan air,” tuturnya.

Masyarakat, kata dia, diharapkan menggunakan air sesuai kebutuhan dan tidak membuang air secara percuma.

“Iya, masyarakat diimbau untuk lebih menghemat air,” ujarnya.

Irigasi masih aman

Suyadi memastikan penurunan tinggi muka air belum mengganggu kebutuhan irigasi. Dengan posisi muka air 11,55 meter, kondisi Pintu Air 10 masih berada dalam kategori aman.

“Aman, masih amanlah. Walaupun terjadi penurunan seperti sekarang ini, tapi di irigasi masih dalam kategori aman,” katanya.

Ia berharap musim kemarau segera berakhir sehingga pasokan air dari Bogor dapat kembali normal. Masyarakat juga diminta tetap menjaga penggunaan air selama kondisi debit Sungai Cisadane belum pulih.

“Mudah-mudahan musim kemaraunya cepat berlalu dan air kiriman dari Bogor juga sudah kembali normal seperti biasanya,” kata Suyadi.

Dibangun pada era Hindia Belanda

Pintu Air 10 atau Bendung Pasar Baru/Sangego merupakan bangunan pengendali air yang berada di Sungai Cisadane, Kota Tangerang.

Bendung tersebut dibangun pada masa pemerintahan Hindia Belanda pada 1927 hingga 1932. Bangunan itu memiliki 10 pintu air besar dengan lebar masing-masing sekitar 10 meter.

Selain mengendalikan aliran air, bendung tersebut berfungsi menjaga ketersediaan air baku untuk kebutuhan pengolahan air bersih serta mendukung sistem irigasi di sejumlah wilayah.

Di sekitar Pintu Air 10 juga terdapat intake atau pintu air berukuran lebih kecil yang mengatur aliran menuju sejumlah wilayah di Kabupaten Tangerang, antara lain Teluknaga dan Sepatan.

Penulis : Ari Sujatmiko

Editor : Redaktur

Berita Terkait

HUT ke-394 Kab Tangerang: PERUMDAM TKR Guyur 1 Juta Liter Air & Sikat Aduan
Rayakan HUT ke-31, Perumda Tirta Benteng Santuni Anak Disabilitas Dan Anak Yatim
Tanah Wakaf Makam Galeong Jadi Kontrakan, Damai Terganjal Tuntutan Rp48 Juta
Asthara Skyfront City Rampungkan Dua Show Unit Terbaru Allurea Type E
Gebrakan Karang Taruna RW 09 Buaran Indah, Sukses Gelar Turnamen MLBB
Relokasi PKL Kiasnawi, DPRD Tangerang Minta Pemkot Pastikan Pedagang Tetap Berpenghasilan
Reses Jadi Ajang Konsolidasi, Teja Kusuma Dorong Keadilan Anggaran dan Kesejahteraan Warga
Usia 31 Tahun, Perumda Tirta Benteng Wujudkan Layanan Air Bersih Lewat 28 Aplikasi

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:36 WIB

HUT ke-394 Kab Tangerang: PERUMDAM TKR Guyur 1 Juta Liter Air & Sikat Aduan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:18 WIB

Rayakan HUT ke-31, Perumda Tirta Benteng Santuni Anak Disabilitas Dan Anak Yatim

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:27 WIB

Tanah Wakaf Makam Galeong Jadi Kontrakan, Damai Terganjal Tuntutan Rp48 Juta

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:34 WIB

Asthara Skyfront City Rampungkan Dua Show Unit Terbaru Allurea Type E

Selasa, 13 Oktober 2026 - 03:23 WIB

Gebrakan Karang Taruna RW 09 Buaran Indah, Sukses Gelar Turnamen MLBB

Berita Terbaru

Ilustrasi via Linkedin

Penjeda

Intelektual kok Egois?

Rabu, 21 Okt 2026 - 00:03 WIB

Ilustrasi : magnific.com

Opini

Hutan Terbakar, Masa Depan Terancam

Selasa, 20 Okt 2026 - 23:23 WIB

Istimewa

Penjeda

Sumbing dan Iming-imingnya

Senin, 19 Okt 2026 - 22:09 WIB