Waspada Morbili, Bersama Kita Peduli

| PENAMARA . ID

Sabtu, 15 November 2025 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bunga Sri Rizki, Wakil Ketua Umum HMJ S1 Ilmu Keperawatan STIKes WDH

Bunga Sri Rizki, Wakil Ketua Umum HMJ S1 Ilmu Keperawatan STIKes WDH

Oleh: Bunga Sri Rizki

PENAMARA.id —  Morbili atau yang lebih dikenal dengan campak, kini kembali menuai perhatian masyarakat karena terjadi peningkatan kasus yang signifikan dibeberapa wilayah Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Penyakit ini tidak hanya sebuah penyakit yang mudah menular, tetapi juga dapat menjadi penyakit yang menyebabkan komplikasi yang serius terhadap semua golongan usia. Di tengah-tengah mobilitas masyarakat yang tinggi, kewaspadaan terhadap penyakit menular ini perlu ditingkatkan agar penularannya dapat dicegah sedini mungkin.

Menurut Kementerian Kesehatan tahun 2024, morbili adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus campak dan ditandai dengan demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, serta munculnya ruam di seluruh tubuh. Penularannya sangat mudah terjadi melalui percikan pernapasan ketika penderita batuk, bersin, atau berbicara. Virus ini bahkan dapat bertahan di udara atau permukaan dalam ruangan selama beberapa waktu, sehingga orang yang memasuki ruangan tersebut tetap dapat terpapar meski tidak berinteraksi langsung dengan penderita.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, angka kejadian morbili di Indonesia menunjukan peningkatan terutama di wilayah-wilayah dengan cakupan imunisasi menurun. Kota Tangerang Selatan sendiri terdapat sejumlah laporan suspek dan kasus positif kembali ditemukan dalam periode waktu 2024-2025, laporan kasus ini banyak terjadi pada anak dengan imunisasi yang tidak lengkap selama proses tumbuh kembang. Data dari survei kesehatan nasional dan laporan epidemiologi daerah menunjukkan bahwa cakupan imunisasi yang tidak merata menjadi salah satu faktor utama meningkatnya kerentanan masyarakat terhadap penyakit ini.

Gejala campak seringkali mulai muncul dalam rentang waktu 10 sampai 14 hari setelah seseorang terinfeksi virus campak. Menurut WHO, fase awal dari penyakit ini ditandai dengan demam tinggi yang biasanya datang secara mendadak, disertai dengan batuk, pilek, serta mata yang kemerahan dan mengeluarkan air. Dalam fase ini, pasien sering kali terlihat sangat lemas dan peka terhadap cahaya. Setelah dua hingga tiga hari, gejala khas berupa bintik kecil berwarna putih di dalam mulut, dikenal sebagai bintik Koplik, bisa muncul dan menjadi indikasi yang jelas akan kemunculan campak. Kemudian, muncul ruam merah yang biasanya dimulai dari area wajah atau leher, dan secara bertahap menyebar ke dada, lengan, perut, hingga kaki. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga menegaskan bahwa ruam ini sering disertai dengan demam yang semakin tinggi dan kondisi fisik yang semakin memburuk.

Pencegahan adalah sebuah kunci perubahan. Vaksinasi MR (Measles-Rubella) yang lengkap adalah bentuk perlindungan utama, disertai dengan tindakan sederhana seperti menghormati etika saat batuk dan bersin, memastikan kualitas udara di ruangan yang baik, serta menjauhi orang-orang yang sedang sakit. Cek status vaksinasi anak melalui buku KIA atau kunjungi puskesmas terdekat, dan segera minta bantuan medis jika ada gejala yang muncul. Waspada Morbili, Bersama Kita Peduli.

Mari kita semua berkontribusi sebagai agen perubahan di sekitar kita: peduli terhadap kesehatan keluarga dan tetangga, peka terhadap kemungkinan penularan, dan saling mengingatkan untuk tetap waspada. Dengan langkah-langkah kecil dari setiap individu, kita dapat mencegah penyebaran penyakit seperti campak dan menjaga lingkungan kita tetap sehat dan aman. Waspada Morbili, Bersama Kita Peduli.


Baca lagi soal kesehatan: Memperbaiki Dunia Kesehatan yang Terancam Kekerasan Seksual

 

Penulis : Bunga Sri Rizki

Editor : Ari Sujatmiko

Berita Terkait

Pemkot Tangerang Percepat Perbaikan Jalan di 1.200 Titik Seluruh Wilayah
Polisi Update Kasus Kekerasan Seksual di Cipondoh, Tersangka Utama Masih Diburu
Kapolresta Tangerang Gerak Cepat Tangani Kericuhan di Sopo Sanggar, Aktivis Beri Apresiasi
Aktivis Soroti Limbah Peternakan Sapi Diduga Milik Anggota DPRD Banten
Pendidikan, Outsourcing, dan MBG Jadi Sorotan dimimbar Bebas GMNI Kota Tangerang
UPTD PPA Tangerang Dampingi Korban Asusila Cipondoh Sejak 27 April
Pendidikan Gelap di Provinsi Banten
Guru Honorer Masih Tersisa, Disdik Kota Tangerang Sebut jadi PR Nasional

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:58 WIB

Pemkot Tangerang Percepat Perbaikan Jalan di 1.200 Titik Seluruh Wilayah

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:38 WIB

Polisi Update Kasus Kekerasan Seksual di Cipondoh, Tersangka Utama Masih Diburu

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:25 WIB

Kapolresta Tangerang Gerak Cepat Tangani Kericuhan di Sopo Sanggar, Aktivis Beri Apresiasi

Kamis, 7 Mei 2026 - 22:33 WIB

Aktivis Soroti Limbah Peternakan Sapi Diduga Milik Anggota DPRD Banten

Kamis, 7 Mei 2026 - 22:03 WIB

Pendidikan, Outsourcing, dan MBG Jadi Sorotan dimimbar Bebas GMNI Kota Tangerang

Berita Terbaru