Oleh: Bunga Sri Rizki
PENAMARA.id — Morbili atau yang lebih dikenal dengan campak, kini kembali menuai perhatian masyarakat karena terjadi peningkatan kasus yang signifikan dibeberapa wilayah Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Penyakit ini tidak hanya sebuah penyakit yang mudah menular, tetapi juga dapat menjadi penyakit yang menyebabkan komplikasi yang serius terhadap semua golongan usia. Di tengah-tengah mobilitas masyarakat yang tinggi, kewaspadaan terhadap penyakit menular ini perlu ditingkatkan agar penularannya dapat dicegah sedini mungkin.
Menurut Kementerian Kesehatan tahun 2024, morbili adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus campak dan ditandai dengan demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, serta munculnya ruam di seluruh tubuh. Penularannya sangat mudah terjadi melalui percikan pernapasan ketika penderita batuk, bersin, atau berbicara. Virus ini bahkan dapat bertahan di udara atau permukaan dalam ruangan selama beberapa waktu, sehingga orang yang memasuki ruangan tersebut tetap dapat terpapar meski tidak berinteraksi langsung dengan penderita.
Dalam beberapa tahun terakhir ini, angka kejadian morbili di Indonesia menunjukan peningkatan terutama di wilayah-wilayah dengan cakupan imunisasi menurun. Kota Tangerang Selatan sendiri terdapat sejumlah laporan suspek dan kasus positif kembali ditemukan dalam periode waktu 2024-2025, laporan kasus ini banyak terjadi pada anak dengan imunisasi yang tidak lengkap selama proses tumbuh kembang. Data dari survei kesehatan nasional dan laporan epidemiologi daerah menunjukkan bahwa cakupan imunisasi yang tidak merata menjadi salah satu faktor utama meningkatnya kerentanan masyarakat terhadap penyakit ini.
Gejala campak seringkali mulai muncul dalam rentang waktu 10 sampai 14 hari setelah seseorang terinfeksi virus campak. Menurut WHO, fase awal dari penyakit ini ditandai dengan demam tinggi yang biasanya datang secara mendadak, disertai dengan batuk, pilek, serta mata yang kemerahan dan mengeluarkan air. Dalam fase ini, pasien sering kali terlihat sangat lemas dan peka terhadap cahaya. Setelah dua hingga tiga hari, gejala khas berupa bintik kecil berwarna putih di dalam mulut, dikenal sebagai bintik Koplik, bisa muncul dan menjadi indikasi yang jelas akan kemunculan campak. Kemudian, muncul ruam merah yang biasanya dimulai dari area wajah atau leher, dan secara bertahap menyebar ke dada, lengan, perut, hingga kaki. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga menegaskan bahwa ruam ini sering disertai dengan demam yang semakin tinggi dan kondisi fisik yang semakin memburuk.
Pencegahan adalah sebuah kunci perubahan. Vaksinasi MR (Measles-Rubella) yang lengkap adalah bentuk perlindungan utama, disertai dengan tindakan sederhana seperti menghormati etika saat batuk dan bersin, memastikan kualitas udara di ruangan yang baik, serta menjauhi orang-orang yang sedang sakit. Cek status vaksinasi anak melalui buku KIA atau kunjungi puskesmas terdekat, dan segera minta bantuan medis jika ada gejala yang muncul. Waspada Morbili, Bersama Kita Peduli.
Mari kita semua berkontribusi sebagai agen perubahan di sekitar kita: peduli terhadap kesehatan keluarga dan tetangga, peka terhadap kemungkinan penularan, dan saling mengingatkan untuk tetap waspada. Dengan langkah-langkah kecil dari setiap individu, kita dapat mencegah penyebaran penyakit seperti campak dan menjaga lingkungan kita tetap sehat dan aman. Waspada Morbili, Bersama Kita Peduli.
Baca lagi soal kesehatan: Memperbaiki Dunia Kesehatan yang Terancam Kekerasan Seksual
Penulis : Bunga Sri Rizki
Editor : Ari Sujatmiko






