Terungkap! Intimidasi Polisi & Tawaran Duta: Cerita Mengejutkan Band Sukatani

| PENAMARA . ID

Selasa, 4 Maret 2025 - 21:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Screenshot

Screenshot

Teka-teki di balik video klarifikasi band punk Sukatani akhirnya terungkap. Dalam pernyataan resmi yang diunggah melalui akun Instagram pada Sabtu, 1 Maret 2025, personel band asal Purbalingga, Jawa Tengah, itu mengungkapkan bahwa mereka telah mengalami intimidasi dari kepolisian sejak Juli 2024. Tekanan tersebut memaksa mereka membuat video klarifikasi terkait lagu mereka, ‘Bayar Bayar Bayar’.

Dua personel Sukatani, Muhammad Syifa Al Lufti alias Alectroguy dan Novi Citra Indriyati atau Twister Angel, secara terbuka membagikan pengalaman mereka menghadapi tekanan yang terus-menerus sejak lagu tersebut dirilis.

“Kami ingin mengabarkan bahwa kondisi kami baik, meskipun masih dalam proses pemulihan setelah berbagai tekanan yang kami alami sejak Juli 2024,” tulis mereka.  “Intimidasi dari kepolisian terus berlangsung hingga akhirnya kami dipaksa membuat video klarifikasi dan mengunggahnya di media sosial.”

Mereka juga menyoroti dampak besar dari video klarifikasi yang diunggah pada 20 Februari 2025. Selain tekanan psikologis, mereka mengalami kerugian material dan nonmaterial, terutama karena terpaksa menarik lagu ‘Bayar Bayar Bayar’ dari semua platform atas desakan kepolisian.

Lagu tersebut diduga menyinggung institusi kepolisian, karena liriknya menggambarkan bagaimana masyarakat harus membayar untuk berbagai urusan yang melibatkan aparat.

Menolak Tawaran Jadi Duta Polisi

Meski menghadapi tekanan, Sukatani justru mendapat gelombang dukungan dari berbagai pihak.

Salah satu bentuk solidaritas muncul setelah kabar pemecatan Twister Angel dari Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Mutiara Hati, Banjarnegara, tersebar luas.

“Setelah video klarifikasi kami unggah, banyak tawaran yang datang kepada Twister Angel sebagai respons atas pemecatan yang dialaminya,” tulis Sukatani dalam pernyataan mereka.

Di tengah situasi ini, mereka mengungkap fakta mengejutkan: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sempat menawarkan posisi sebagai Duta Polisi kepada mereka. Namun, tawaran tersebut dengan tegas ditolak.

Selain itu, mereka membantah klaim yang menyebut pemecatan Twister Angel dari sekolahnya terjadi karena alasan lain. Dalam unggahan mereka, pemecatan itu disebut murni karena keterlibatannya sebagai personel Sukatani.

“Dalam surat pemecatan yang diterima, tidak ada penjelasan mengenai pelanggaran berat yang dilakukan Twister Angel. Satu-satunya alasan yang disebutkan hanyalah karena dia adalah personel Sukatani,” tulis mereka.

Pernyataan ini semakin memperjelas bahwa keputusan sekolah bukan semata-mata alasan profesional, melainkan terkait dengan aktivitas bermusik Twister Angel bersama Sukatani.

Di tengah berbagai tekanan, band ini menegaskan bahwa mereka tidak akan berhenti berkarya dan akan terus memperjuangkan kebebasan berekspresi tanpa takut terhadap intimidasi.

Penulis : Ari Sujatmiko

Editor : Redaktur

Berita Terkait

Kenaikan Anggaran Program MBG; Urgensi atau Ambisi Belaka?
Rakyat yang Menanggung, Negara yang Menghitung
Tiga Provinsi Terendam, Pemerintah Bilang Belum Tetapkan Bencana Nasional
Retorika Satu Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran; dari Janji ke Realisasi menuju Stagnasi
Krisis BBM Swasta; Rapuhnya Sistem Pengelolaan Energi Kita
DPR Bikin Emosi: Kok Bisa Orang-Orang ‘Kualitas Rendahan’ Duduk di Senayan?
GMNI Tangsel Kecam Arogansi Brimob, Tuntut Copot Kapolri
Tragedi Rantis Lindas Driver Ojol: GMNI Desak Evaluasi Total Pembinaan Personel Brimob dan Polri
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 00:04 WIB

Kenaikan Anggaran Program MBG; Urgensi atau Ambisi Belaka?

Kamis, 25 Desember 2025 - 00:11 WIB

Rakyat yang Menanggung, Negara yang Menghitung

Jumat, 28 November 2025 - 19:40 WIB

Tiga Provinsi Terendam, Pemerintah Bilang Belum Tetapkan Bencana Nasional

Senin, 13 Oktober 2025 - 16:13 WIB

Retorika Satu Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran; dari Janji ke Realisasi menuju Stagnasi

Minggu, 28 September 2025 - 13:55 WIB

Krisis BBM Swasta; Rapuhnya Sistem Pengelolaan Energi Kita

Berita Terbaru

Balai Buku Progresif

Opini

Emansipasi yang Tak Pernah Sampai ke Dapur dan Pabrik

Rabu, 14 Jan 2026 - 02:34 WIB

Siswa penerima MBG di SD MI Raudhatul Jannah, Kelurahan Pakujaya, Kecamatan Serpong Utara, Tangerang Selatan, Banten, 30 Mei 2025. Penamara/AgnesMonica

Nasional

Kenaikan Anggaran Program MBG; Urgensi atau Ambisi Belaka?

Jumat, 9 Jan 2026 - 00:04 WIB