Ini Alasan Said Iqbal Batal Demo Besar Buruh di DPR saat May Day

| PENAMARA . ID

Kamis, 30 April 2026 - 17:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rencana aksi besar buruh di depan Gedung DPR RI pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 1 Mei 2026 dipastikan batal. Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) memilih memindahkan titik aksi ke kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.

Bos Buruh Said Iqbal, menyebut keputusan tersebut diambil setelah Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesediaannya untuk bertemu dan berdialog dengan buruh.

“Ada alasan mengapa KSPI memindahkan rencana aksi May Day 1 Mei 2026 yang rencana awal di depan gedung DPR RI diubah menjadi ke Monas Jakarta, adalah karena Presiden Prabowo mengiyakan kami untuk bertemu dan berdiskusi,” kata Said Iqbal dalam konferensi pers, Rabu (29/4/2026).

Selain faktor pertemuan, Said Iqbal menegaskan perpindahan lokasi juga didorong keinginan buruh agar sejumlah isu krusial dapat dijawab langsung oleh Presiden dalam momentum May Day.

“Alasan yang kedua, dari 11 isu dan harapan, ada beberapa yang sangat penting bagi buruh Indonesia yang harus dijawab dan ditegaskan oleh Bapak Presiden,” ujarnya.

Ia menyebut, tuntutan tersebut merupakan akumulasi persoalan ketenagakerjaan yang selama ini belum mendapatkan kepastian penyelesaian. Karena itu, buruh menilai dialog langsung dengan Presiden menjadi langkah penting untuk mendorong tindak lanjut kebijakan.

Aksi May Day di Monas diperkirakan akan dihadiri ratusan ribu buruh dari berbagai daerah. KSPI menargetkan sedikitnya 50.000 anggotanya turun ke Jakarta, berasal dari wilayah Jabodetabek, Karawang, Purwakarta, Subang, Bandung Raya, hingga sebagian Cirebon Raya.

“Akan ada 50.000 massa buruh dari wilayah tersebut yang bergabung dalam aksi di Monas,” kata Said Iqbal.

Dalam aksi tersebut, buruh tetap membawa sejumlah tuntutan utama. Di antaranya mendesak pengesahan Rancangan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru, penghapusan sistem outsourcing, serta penolakan terhadap upah murah yang dirangkum dalam tuntutan HOSTUM (Hapus Outsourcing Tolak Upah Murah).

Selain itu, buruh juga mendorong pengesahan RUU Perampasan Aset, reformasi perpajakan yang dinilai lebih adil bagi pekerja, serta peningkatan kesejahteraan bagi pengemudi ojek daring dan guru honorer.

Penulis : Pujiawan

Editor : Redaktur

Berita Terkait

MenHAM Natalius Pigai: Pelarangan Nobar Film Harus Melalui Keputusan Pengadilan
Utang RI Nyaris Rp10 Ribu Triliun, Pemerintah bilang: “Memangnya Kenapa?”
Puluhan Pria Berjas Hitam Deklarasikan Yakuza di Indonesia
Prabowo hingga Elite Gerindra Sampaikan Duka: Warga Tangerang Meninggal Saat May Day di Monas
Ogah ke Monas, Ribuan Buruh Banten Pilih Kepung Senayan
Dekat Presiden Belum Tentu Sejahtera : Buruh Pilih Mayday di Jalanan
KASBI Tolak May Day di Monas, 10 Ribu Buruh Memilih Geruduk DPR
May Day 2026, KASBI Akan Kepung DPR

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 20:22 WIB

MenHAM Natalius Pigai: Pelarangan Nobar Film Harus Melalui Keputusan Pengadilan

Selasa, 12 Mei 2026 - 03:47 WIB

Utang RI Nyaris Rp10 Ribu Triliun, Pemerintah bilang: “Memangnya Kenapa?”

Senin, 11 Mei 2026 - 21:16 WIB

Puluhan Pria Berjas Hitam Deklarasikan Yakuza di Indonesia

Senin, 4 Mei 2026 - 12:04 WIB

Prabowo hingga Elite Gerindra Sampaikan Duka: Warga Tangerang Meninggal Saat May Day di Monas

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:27 WIB

Ogah ke Monas, Ribuan Buruh Banten Pilih Kepung Senayan

Berita Terbaru