PENAMARA.ID | Jakarta – Masyarakat cerdas harus dicapai dalam demokrasi, hak demokrasi pun tidak sekedar pada hari pencoblosan, namun juga usaha mengenal para pasangan calon seperti rekam jejak dan visi-misi yang akan direalisasikan saat menjabat.
Senin, 30 September 2024 KPUD Jakarta Pusat melaksanakan Sosialisasi Pendidikan Pemilih dalam Pilkada Gubernur DKI Jakarta 2024 bersama Pemilih Lanjut Usia bertempat di Taman Kanak-Kanan Kancil Kwitang, Kecamatan Senen. Narasumber langsung oleh Komisioner KPUD Jakpus Fitriani (Kadiv. Teknis dan Penyelenggaraan) dan Achmad Husein Borut (Kadiv. Perencanaan Data dan Informasi), juga dihadiri Ketua PPK Senen (Panitia Pemilihan Kecamatan) Abdul Hakim dan Lurah Kwitang Rama Permana Bahri.
“Nyak-babe adalah prioritas bagi kami, juga pemilih disabilitas (penyandang cacat), nanti datang ke TPS akan jadi yang utama dilayani oleh KPPS kami di hari pencoblosan tanggal 27 November nanti,” beliau juga menambahkan betapa pentingnya partisipasi masyarakat dalam pesta demokrasi Pilkada secara serentak pertama ini. “Pilkada nanti kami, KPU Kota Jakarta Pusat menargetkan partisipasi masyarakat dalam Pilkada lebih tinggi dari Pemilu kemaren (14/02/2024) dan ini dapat terwujud dengan partisipasi dari nyak-babe sekalian,” tutup Fitriani dalam materinya.

Memang partisipasi masyarakat Jakarta Pusat di Pemilu 14 Februari 2024 lalu mengalami penurunan sebanyak 74% dari Pemilu 2019 yaitu sebanyak 76%, maka KPUD Jakpus gencar melaksanakan sosialisasi disegala lapisan masyarakat, baik pemilih milenial melalui OKP/Ormas/Ormawa (Organisasi Kepemudaan/Organisasi Masyarakat/Organisasi Kemahasiswaan) sampai pemilih lanjut usia dengan berkoordinasi dengan panti-panti dan pejabat wilayah setempat.
Sosialisasi ini juga diwarnai diskusi interaktif antara audiens dengan narasumber yang membahas tentang waktu ideal untuk memilih demi meringankan tugas KPPS, peran masyarakat dalam pengawasan, serta para pasangan calon yang sudah masuk tahapan kampanye.
Para Pasangan Calon Gubernur DKI Jakarta
Setelah ditetapkan oleh KPUD Provinsi DKI Jakarta tanggal 22 September 2024 lalu, masyarakat Jakarta dihadirkan 3 pasangan calon yang adalah tokoh senior dalam gelanggang perpolitikan di Indonesia.
Ridwan Kamil dan Suswono – Nomor Urut 1
Mewakili KIP Plus (Koalisi Indonesia Maju), pasangan yang disingkat RIDO ini mengantongi dukungan resmi 12 Partai (Gerindra, Golkar, PKS, NasDem, PKB, PSI, Demokrat, PAN, Partai Garuda, Partai Gelora, Perindo, dan PPP). Paslon ini memiliki elektabilitas paling tinggi saat ini, sebab RK sebelumnya menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat (2018-2023) dan didongkrak koalisi besar pemenang Pilpres 2024.
Dharma Pongrekun dan Kun Wardana – Nomor Urut 2
Berbeda dengan dua paslon lainnya yang masuk dari jalur partai, Dharma-Kun menempuh jalur independen dengan dukungan sebanyak 677.065 atau 8,2% (berdasarkan Daftar Pemilih oleh KPUD Provinsi DKI Jakarta) dukungan warga Jakarta tersebar di 6 Kabupaten/Kota, meski menuai protes masyarakat DKI yang tidak tahu-menahu bagaimana identitas mereka bisa disertakan sebagai pendukung paslon ini.
Pramono Anung dan Rano Karno (Si Doel) – Nomor Urut 3
Setelah keluar putusan MK Nomor 60 dan 70 (20/08/2024) situasi politik berubah, awal PDIP tidak dapat ikut dalam kontestasi akhirnya mengusung Pramono Anung. Politisi senior PDIP ini menjabat sebagai Sekretaris Kabinet Jokowi-Amin dan telah mundur demi bertarung diposisi ‘Jakarta Satu’ yang menarik Rano Karno – DPR RI terpilih Dapil Banten III sebagai pendampingnya. Selain diusung PDIP, Partai Hanura juga telah dikantongi dukungannya oleh paslon ini.
Masa Kampanye
Perhelatan akbar ini sudah masuk tahapan kampanye (25/09 – 23/11) yang diperkirakan tidak akan sepanas Pilkada Jakarta 2017 lalu. Para paslon pun akan akan menjalankan tiga kali debat publik yang diselenggarakan oleh KPUD Provinsi DKI Jakarta untuk memaparkan visi-misi mereka pada publik.
Kita pun masyarakat baik di Jakarta maupun daerah lain jangan sampai menjadikan ajak Pilkada ini sebagai ajang perselisihan atau memutuskan tali silaturahmi, sebagaimana disampaikan diawal bahwa demokrasi yang ideal diisi dengan masyarakat yang cerdas. Jadi sampaikan pandangan kita tentang jagoan masing-masing dari capaian, prestasi serta gagasan mereka dan pendapat kita tentang calon lain dengan argumentasi yang dingin juga meyakinkan, bukan berdasarkan suka tidak suka.
Penulis : Devis Mamesah
Editor : Redaktur






