Micin dan Makan Malam, Betul Sebahaya Itu?

| PENAMARA . ID

Selasa, 17 Juni 2025 - 05:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi yang dihasilkan AI

Ilustrasi yang dihasilkan AI

“Makan malam bikin gemuk.”
“Micin bikin bodoh.”

Mungkin kalimat-kalimat ini sering kita dengar sebagai saran kesehatan. Kita mendengar sejak kecil, dari keluarga, oleh guru, atau bahkan disebar ulang lewat media sosial tanpa ragu — tapi apa iya semua itu benar?

Fakta mengatakan disinformasi seperti ini telah tertanam pada pikiran masyarakat. Padahal, hal tersebut sering kali keliru, dan lebih buruknya, bisa berujung pada kebiasaan makan yang merugikan tubuh. Sudah saatnya kita bertanya ulang, memilah kembali, serta merombak cara kita memahami gizi.

Antara Takut dan Fakta

Micin atau MSG [Monosodium Glutamat] telah lama dijadikan “kambing hitam” dengan lebel “bikin bodoh” menempel begitu erat. Lalu, makanan siap saji (instan), jajanan pasar, hingga makanan rumahan yang menggunakan MSG sering kali dianggap tidak sehat. Namun jika merunut pada sains, tidak ada dasar kuat yang mendukung tudingan tersebut.

BPOM, WHO, dan FDA menyatakan bahwa MSG aman dikonsumsi dalam batas wajar. Tidak ada pembatasan konsumsi harian yang ketat, karena risiko kesehatannya tergolong sangat rendah. Mitos ini lahir dari penelitian lawas pada tikus yang disuntik MSG dosis tinggi secara langsung ke tubuhnya. Cara ini jelas berbeda dengan konsumsi manusia melalui makanan.

Lebih lanjut, glutamat yang menjadi komponen utama MSG sebenarnya juga ada secara alami dalam tomat, keju, jamur, dan bahkan diproduksi oleh tubuh manusia sendiri. Artinya MSG bukanlah zat asing yang berbahaya seperti yang sering dibayangkan.

Yang lebih merugikan justru adalah ketakutan yang tidak berdasar. Banyak orang jadi enggan mengonsumsi makanan sehat hanya karena mengandung sedikit MSG. Padahal, penggunaan MSG bisa membantu mengurangi konsumsi garam yang justru lebih berbahaya jika berlebihan.

Makan Malam Tidak Sama dengan Lemak Instan

Mitos lain yang tak kalah populer adalah larangan makan malam. Konon, jika makan lewat dari pukul tujuh malam, tubuh akan langsung menyimpan lemak. Banyak yang memilih tidur dalam keadaan lapar atau malah mengganti makan malam dengan camilan ringan berkalori tinggi.

Sains berkata lain. Kenaikan berat badan tidak ditentukan oleh jam makan, tapi oleh total kalori yang dikonsumsi dan dibakar sepanjang hari. Tubuh menyimpan lemak jika ada kelebihan kalori, tidak peduli pagi atau malam.

Dokter Tirta, salah satu edukator kesehatan yang aktif di media sosial, menjelaskan bahwa yang penting bukan kapan kamu makan, tapi berapa banyak dan apa yang kamu makan. Situs Alodokter juga menegaskan tidak ada aturan ilmiah yang melarang makan malam.

Makan malam dengan porsi seimbang, nutrisi lengkap, dan cukup waktu sebelum tidur jauh lebih sehat dibanding menahan lapar lalu balas dendam makan besar keesokan harinya.

Hoaks Gizi bukan Masalah Sepele

Menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika, hoaks kesehatan adalah jenis hoaks yang paling banyak ditemukan. Dari tahun 2018 hingga 2023, jumlahnya mencapai ribuan. Bahkan pada awal tahun 2025 saja, sudah ada ratusan kasus hoaks kesehatan baru.

Mitos makanan menyebar cepat, terutama karena disampaikan lewat orang-orang yang kita kenal dan percaya. Grup keluarga, pesan berantai, atau video viral sering menjadi media penyebaran utama. Masalahnya, informasi ini sering diterima tanpa verifikasi.

Dampaknya? Bukan hanya kebingungan. Masyarakat bisa jadi takut pada makanan yang sebetulnya tidak berbahaya, lalu beralih pada diet ekstrem, pola makan tidak seimbang, bahkan berujung pada gangguan kesehatan.

Ketika hoaks lebih dipercaya daripada ahli, maka edukasi gizi yang benar pun sulit tersampaikan. Akibatnya kesadaran masyarakat justru menjauh dari isu yang lebih penting, seperti konsumsi gula dan garam yang berlebihan, atau kurangnya aktivitas fisik.

Konsumen yang Kritis

Melawan hoaks tidak mesti bergelar sarjana gizi, apa yang dibutuhkan hanyalah kebiasaan berpikir kritis atau sederhanannya ingin mencari lebih dalam dulu, mulai dari jangan langsung percaya pada informasi viral; cek sumber informasi yang berasal dari lembaga resmi seperti WHO atau BPOM.

Juga manfaatkan kemajuan aplikasi seperti cekfakta.com atau turnbackhoax.id; bila perlu konsultasikan langsung kepada ahli jika masih ragu; serta jangan ikut menyebarkan sebelum memastikan kebenarannya. Jika teman atau keluarga menyebarkan informasi keliru, ajak mereka berdialog. Jangan langsung menyalahkan. Edukasi butuh empati, bukan ego.

Sehat dari Pikiran

Micin tidak membuat bodoh. Makan malam tidak otomatis membuat gemuk. Yang membuat kita tertipu adalah ketika kita menerima informasi tanpa bertanya, tanpa mencari tahu, dan tanpa berpikir panjang. Kesehatan bukan hanya soal isi piring, tapi juga isi kepala. Informasi yang salah bisa merusak perlahan, bahkan tanpa kita sadari.

Maka mari biasakan untuk kritis. Pilih makanan dengan sadar, dan pilih informasi dengan bijak. Karena hidup sehat dimulai bukan hanya dari apa yang kita makan, tapi dari bagaimana cara kita berpikir tentang makanan.

Artikel Lain :

COVID 2.0, Waspada atau Waspadai?

Penipuan Berkedok Undian Bank; Cek Modus Terbarunya!

Penulis : La'ali Nur Shabibah

Editor : Devis Mamesah

Berita Terkait

Ruang Kecil dengan Mimpi Besar Anak-Anak Karanganyar
Hidup Bermakna dalam Relativitas: Etika dan Kemanusiaan ala Einstein
Ancaman pada Tubuh Perempuan di Ruang Digital
Panen Raya Jagung Hasil Inovasi dan Aplikasi Pupuk Organik.
Resirkulasi Kualitas di Ruang Digital: Mengurai Relavansi Hukum Grasham
Koalisi Progresif Mahasiswa UNTARA Lebih Maju : Farhan Rafiqi dan Mohammad Yusup Menang Pemira.
HMI Cabang Kabupaten Tangerang Gandeng Komunitas Hijaukan Pesisir Mauk.
Simak Cara Mencegah Bullying di Sekolah ala Mahasiswa UNPAM

Berita Terkait

Minggu, 1 Februari 2026 - 21:16 WIB

Ruang Kecil dengan Mimpi Besar Anak-Anak Karanganyar

Kamis, 22 Januari 2026 - 22:44 WIB

Hidup Bermakna dalam Relativitas: Etika dan Kemanusiaan ala Einstein

Sabtu, 17 Januari 2026 - 18:04 WIB

Ancaman pada Tubuh Perempuan di Ruang Digital

Sabtu, 17 Januari 2026 - 17:39 WIB

Panen Raya Jagung Hasil Inovasi dan Aplikasi Pupuk Organik.

Sabtu, 6 Desember 2025 - 00:31 WIB

Resirkulasi Kualitas di Ruang Digital: Mengurai Relavansi Hukum Grasham

Berita Terbaru