Gerakan Solidaritas Mahasiswa Bogor Raya Kepung PT ANTAM yang Renggut Nyawa; Aksi Gelombang Dipastikan Lebih Besar

| PENAMARA . ID

Sabtu, 7 Februari 2026 - 00:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi unjuk rasa di kantor pusat PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) oleh Gerakan Solidaritas Mahasiswa Bogor Raya | Dok: Istimewa

Aksi unjuk rasa di kantor pusat PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) oleh Gerakan Solidaritas Mahasiswa Bogor Raya | Dok: Istimewa

PENAMARA.ID — Gerakan Solidaritas Mahasiswa Bogor Raya menggelar aksi unjuk rasa di kantor pusat PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) Jakarta sebagai bentuk perlawanan atas tragedi kemanusiaan di wilayah tambang emas Pongkor, Kabupaten Bogor, yang mengakibatkan hilangnya nyawa warga. Aksi ini menjadi peringatan keras terhadap praktik pertambangan negara yang dinilai selalu abai terhadap keselamatan manusia dan perlindungan atas lingkungan hidup.

Aksi tersebut menegaskan bahwa tragedi yang terjadi bukan sekadar insiden biasa, melainkan cerminan kegagalan sistemik PT ANTAM dalam mengelola wilayah konsesi tambang secara bertanggung jawab. Gas beracun yang merenggut nyawa warga adalah ancaman nyata yang seharusnya dapat dicegah melalui pengawasan ketat, standar keselamatan tinggi, dan tanggung jawab korporasi yang berpihak pada kemanusiaan.

Koordinator Aksi, Md. Aang, menyampaikan bahwa PT ANTAM tidak bisa terus bersembunyi di balik status Badan Usaha Milik Negara untuk menghindari pertanggungjawaban. Menurutnya, negara justru memiliki kewajiban lebih besar untuk memastikan bahwa aktivitas pertambangan tidak berubah menjadi mesin pembunuh bagi rakyat.

Kami menolak narasi yang menyederhanakan tragedi ini dengan menyebut korban sebagai penambang ilegal. Nyawa manusia tidak pernah ilegal. Ketika tambang negara membiarkan wilayahnya menjadi zona maut, maka itu adalah kejahatan struktural,” tegas Md. Aang.

Gerakan Solidaritas Mahasiswa Bogor Raya juga menilai bahwa selama ini terdapat pembiaran serius terhadap risiko lingkungan di kawasan tambang Pongkor. Negara dan PT ANTAM dinilai lebih sibuk menjaga produksi dan keuntungan dibanding menjamin keselamatan publik. Sikap diam dan lambannya respons hanya mempertegas bahwa nyawa rakyat dianggap lebih murah daripada emas yang ditambang.

Dalam aksi hari ini, mahasiswa mendesak PT ANTAM untuk membuka secara transparan hasil audit keselamatan dan lingkungan, menghentikan segala bentuk pembiaran bahaya, serta bertanggung jawab penuh atas dampak sosial dan kemanusiaan yang ditimbulkan oleh aktivitas pertambangan.

Gerakan Solidaritas Mahasiswa Bogor Raya menegaskan bahwa aksi hari ini bukan klimaks, melainkan awal dari eskalasi perlawanan. Apabila PT ANTAM dan negara terus menghindari tanggung jawab, maka mahasiswa memastikan akan kembali turun ke jalan dengan jumlah massa yang lebih besar, konsolidasi yang lebih luas, dan tekanan yang jauh lebih keras.

Kami tidak akan berhenti sampai ada keadilan.
Kami tidak akan diam ketika nyawa direnggut tambang negara.

Nyawa manusia lebih berharga dari emas.
Bogor Raya bukan tumbal pembangunan.


Tambang Nikel Anak Usaha Antam Diduga Ilegal, SEMMI Malut Desak Pemerintah Bertindak

 

Penulis : Agnes Monica

Editor : Redaktur

Berita Terkait

Menebar Kepedulian di Bulan Ramadhan, Yayasan Ikhlas dan Himpunan Mahasiswa Rumpin Bagikan 1.000 Takjil di Rumpin Eco Park
Himpunan Mahasiswa Rumpin Ungkap TPS Ilegal; Diduga Sampah Berasal dari Tangerang
PERMANAS Temukan Galian C Ilegal di Rumpin, Surat Desa Tidak Sah Dijadikan Dasar Operasional
DLH Bogor Gagal Wujudkan “Bogor Istimewa”; HMR Nilai Bogor Hanya Dijadikan Tempat Pembuangan Sampah Ilegal
Sampah di Tepi Jalan: Cermin Rendahnya Kepedulian dan Kesadaran Masyarakat Indonesia
Himpunan Mahasiswa Rumpin (HMR) Desak DLH Kabupaten Bogor Tindak Tegas TPS Terindikasi Limbah B3
Jangan Biarkan Anak Jadi Korban, Saatnya Kritis pada Figur Publik
Hadiri Kongres XXII GMNI di Bandung, Ini Pesan Kepala Dispora Kota Tangerang untuk Kader Marhaenis

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 18:30 WIB

Menebar Kepedulian di Bulan Ramadhan, Yayasan Ikhlas dan Himpunan Mahasiswa Rumpin Bagikan 1.000 Takjil di Rumpin Eco Park

Sabtu, 7 Februari 2026 - 00:09 WIB

Gerakan Solidaritas Mahasiswa Bogor Raya Kepung PT ANTAM yang Renggut Nyawa; Aksi Gelombang Dipastikan Lebih Besar

Senin, 2 Februari 2026 - 03:27 WIB

Himpunan Mahasiswa Rumpin Ungkap TPS Ilegal; Diduga Sampah Berasal dari Tangerang

Selasa, 30 Desember 2025 - 10:15 WIB

PERMANAS Temukan Galian C Ilegal di Rumpin, Surat Desa Tidak Sah Dijadikan Dasar Operasional

Selasa, 23 Desember 2025 - 12:55 WIB

DLH Bogor Gagal Wujudkan “Bogor Istimewa”; HMR Nilai Bogor Hanya Dijadikan Tempat Pembuangan Sampah Ilegal

Berita Terbaru

Ilustrasi Sumber : DigitalMama.id

Teknologi

Menakar Kebijakan Blokir Akun Anak

Senin, 9 Mar 2026 - 11:17 WIB