Gagal Kelola TPA, Kepala DLHK Kabupaten Tangerang Diminta Mundur

| PENAMARA . ID

Jumat, 16 Mei 2025 - 22:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Fikri Fachri dalam aksinya bersama sejumlah Kader HMI Kabupaten Tangerang. | Dokumentasi: Spesial

Fikri Fachri dalam aksinya bersama sejumlah Kader HMI Kabupaten Tangerang. | Dokumentasi: Spesial

Tagih janji Bupati Tangerang, Mochamad Maesyal Rasyid terkait penuntasan persoalaan “pengelolaan sampah” di wilayah Kabupaten Tangerang. Desakan ini disampaikan oleh Fikri Fachri, kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Tangerang, yang melihat adanya peningkatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tangerang dari Rp 7,52 Triliun menjadi Rp 8,12 Triliun.

“Peningkatan APBD ini tidak diikuti dengan implementasi yang nyata di lapangan. Sampai hari ini masih banyak sampah menumpuk di jalan-jalan, mulai dari sampah pasar hingga sampah rumah tangga,” tegas Fikri dalam pernyataannya, Jumat (16/5).

Selain menagih janji Bupati — ia juga mendesak Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang untuk bertanggung jawab atas penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk. Penutupan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada 16 Mei 2025 itu dilakukan karena TPA seluas 31 hektare tersebut menimbulkan kerusakan lingkungan yang parah.

“DLHK gagal menjalankan tugasnya dalam mengelola TPA Jatiwaringin. Dengan anggaran besar, seharusnya kerusakan lingkungan dapat dicegah. Kami menuntut Kepala DLHK Kabupaten Tangerang, Fachrul Rozi, untuk mundur dari jabatannya,” tegas Fikri.

Fikri juga menyoroti minimnya transparansi dan keterlibatan publik dalam perencanaan solusi alternatif pasca-penutupan TPA Jatiwaringin. Ia menilai bahwa hingga kini belum ada sosialisasi yang jelas dari pihak pemerintah daerah terkait rencana jangka pendek dan panjang untuk penanganan sampah.

Penutupan TPA Jatiwaringin memunculkan kekhawatiran baru terkait masa depan pengelolaan sampah di Kabupaten Tangerang. “Jika TPA Jatiwaringin ditutup, lalu ke mana masyarakat harus membuang sampah? Ini harus segera dijawab oleh pemerintah daerah,” tandas Fikri.

Masyarakat dan organisasi sipil kini menanti langkah yang benar konkret dari Pemerintah Kabupaten, Dengan meningkatnya APBD, masyarakat berharap permasalah sampah bisa menjadi prioritas utama, bukan hanya sekadar janji politik tanpa realisasi jelas.

Artikel Lain :

Perang Titipan untuk Kesehatan di Provinsi Banten

Digusur Tanpa ‘Kerohiman’ Pedagang Pasar Pisang Tangerang Teriak

Prostitusi Online di Aeropolis, Pemuda Neglasari Angkat Suara

Ratusan Warga Kecil Antri Beras dan Mie Instan di Kampus UTA’45 Jakarta

Penulis : Ginanjar Putro Wicaksono

Editor : Redaktur

Berita Terkait

Camat Batuceper Antar Langsung Anak Terlantar ke Dinas Sosial
Perawat Korban Penusukan di Klinik Gigi Periuk Mulai Pulih, DPRD Minta Kasus Diusut Tuntas
Pria 23 Tahun Lompat ke Sungai Cisadane Tangerang, BPBD Melakukan Pencarian
Forum Potensi Tangsel Gelar Monitoring Sungai Ciputat, Petakan Titik Rawan Banjir
Gen Z Tangerang Pilih PDIP Sebagai Partai Perjuangan dan Ideologi
Keluhan soal Parkir Liar Akhirnya Direspons dan Dalam Tahap Uji Coba Akhir Pekan
Baru Menjabat, Kajari Kota Tangerang Bongkar Dugaan Korupsi Sewa Pesawat Rp5,4 Miliar
Peringati 21 Mei, Poros Baru Tangerang Nobar Film Pesta Babi dan Mimbar Bebas

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:53 WIB

Camat Batuceper Antar Langsung Anak Terlantar ke Dinas Sosial

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:27 WIB

Perawat Korban Penusukan di Klinik Gigi Periuk Mulai Pulih, DPRD Minta Kasus Diusut Tuntas

Rabu, 27 Mei 2026 - 14:41 WIB

Pria 23 Tahun Lompat ke Sungai Cisadane Tangerang, BPBD Melakukan Pencarian

Rabu, 27 Mei 2026 - 01:16 WIB

Forum Potensi Tangsel Gelar Monitoring Sungai Ciputat, Petakan Titik Rawan Banjir

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:52 WIB

Gen Z Tangerang Pilih PDIP Sebagai Partai Perjuangan dan Ideologi

Berita Terbaru