Vivere Pericoloso: Amanat Bung Karno untuk Membentuk Keberanian Generasi Z

| PENAMARA . ID

Minggu, 4 Agustus 2024 - 13:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

PENAMARA.ID – Pada tanggal 28 Desember 1962, Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) di Solo menyaksikan sebuah pidato yang menggugah semangat dari Presiden Soekarno. Pidato ini disampaikan dengan semangat yang menggelora, menyerukan para peserta muktamar untuk hidup dengan keberanian menghadapi risiko, menggunakan istilah “vivere pericoloso” yang berarti hidup dalam bahaya. Pesan ini sangat relevan untuk membentuk mental anak muda Indonesia saat ini agar berani menghadapi tantangan zaman.

Soekarno menegaskan bahwa keberanian adalah elemen kunci dalam perjuangan. “Saya selalu menganjurkan agar berani hidup menghadapi bahaya. Dalam bahasa asing disebut vivere pericoloso,” ujar Soekarno dengan penuh keyakinan. Pesan ini mengajak anak muda untuk tidak gentar menghadapi bahaya, baik dalam skala pribadi maupun dalam skala bangsa. Keberanian ini bukan hanya untuk mengejar kepentingan pribadi, tetapi juga untuk mencapai tujuan yang lebih besar demi kemajuan bangsa.

Sebagai anak muda, kita sering dihadapkan pada berbagai rintangan dan hambatan yang dapat menggoyahkan semangat kita. Namun, meneladani semangat “vivere pericoloso” dari Soekarno, kita harus berani menghadapi segala risiko dan tantangan dengan kepala tegak. Soekarno mencontohkan Nabi Muhammad SAW yang sering menghadapi bahaya dalam perjuangannya. “Jika perlu, mari kita hadapi bahaya tersebut. Vivere Pericoloso,” tegas Soekarno. Dengan menanamkan mental keberanian ini, anak muda akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan hidup dan tidak mudah menyerah.

Pidato Soekarno berlangsung dengan penuh semangat hingga mendekati waktu shalat Jumat. Pada pukul 11.45 WIB, peserta muktamar mulai bersiap untuk shalat. Soekarno kemudian menurunkan tempo pidatonya, memberikan nasihat bahwa keberanian ini tidak boleh mengarah pada pembangkangan terhadap Tuhan. “Namun, jangan kita vivere pericoloso terhadap Tuhan. Janganlah kita menantang bahaya yang ditentukan oleh Tuhan,” katanya.

Pidato Soekarno di Muktamar NU 1962 adalah manifestasi dari semangat juang dan keberanian yang ia harapkan dari rakyat Indonesia. Semangat “vivere pericoloso” yang diserukannya tetap relevan hingga kini, menginspirasi generasi penerus untuk selalu berani dalam menghadapi tantangan hidup, sembari tetap memegang teguh nilai-nilai keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan.

Anak muda Generasi Z Indonesia harus mengambil pelajaran dari pidato ini dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Berani menghadapi risiko, berani berinovasi, dan berani berjuang demi kebenaran adalah langkah awal untuk menciptakan perubahan positif. Dengan mental “vivere pericoloso,” kita dapat menghadapi masa depan dengan penuh keyakinan dan optimisme.


Artikel Lain : Klaim Gelar Habib Terhadap Rhoma Irama

Penulis : Ari Sujatmiko

Berita Terkait

Santri Bolos Jadi Presiden: Gus Dur dan Jalan Sunyi Membela Manusia
Perempuan yang Mengukir Sejarah Kepemimpinan
Refleksi Peran Pemuda dalam Sejarah: Belajar dari Era 50-an hingga Revormasi
Revolusi Hijau dan Multikulturalisme Pangan
76 Tahun Tan Malaka Pergi, Madilog Tetap Hidup
100 Tahun Pramoedya Ananta Toer: Jejak Revolusi, Karya, dan Perjuangan
Pesan Pramoedya Ananta Toer kepada Anak Muda
20 Tahun Dalang Pembunuhan Munir Tak Tersentuh

Berita Terkait

Senin, 2 Februari 2026 - 04:18 WIB

Santri Bolos Jadi Presiden: Gus Dur dan Jalan Sunyi Membela Manusia

Sabtu, 14 Juni 2025 - 03:48 WIB

Perempuan yang Mengukir Sejarah Kepemimpinan

Senin, 17 Maret 2025 - 18:07 WIB

Refleksi Peran Pemuda dalam Sejarah: Belajar dari Era 50-an hingga Revormasi

Sabtu, 8 Maret 2025 - 01:45 WIB

Revolusi Hijau dan Multikulturalisme Pangan

Jumat, 21 Februari 2025 - 19:04 WIB

76 Tahun Tan Malaka Pergi, Madilog Tetap Hidup

Berita Terbaru

Ilustrasi Sumber : DigitalMama.id

Teknologi

Menakar Kebijakan Blokir Akun Anak

Senin, 9 Mar 2026 - 11:17 WIB