Wawancara oleh Kelompok Observasi dengan Topik Peluang Beasiswa dan Dukungan Kesejahteraan Mahasiswa:
Ahmad Yazid, Anisa Pratiwi, Dwi Meni Andayani, Ence Muhammad Dhiaz Azzury, Muhammad Ilham Rasoki, dan Sasmita Sari.
Universitas Sahid (USAHID) terus menunjukkan komitmennya terhadap pendidikan inklusif dengan upaya menghadirkan program beasiswa unggulan dan layanan kesejahteraan mahasiswa. Program ini didesain untuk mendukung mahasiswa reguler yang berprestasi, kurang mampu, atau berbakat di berbagai bidang.
Dalam wawancara dengan RM. Listijono Setyopratignjo, selaku Direktur bidang Humas, Kerjasama, dan Marketing (HKM); serta Saifulloh, Direktur Kerjasama, Promosi, dan Akademik (KPKA), mengungkapkan detail dari setiap kategori beasiswa yang ditawarkan.
Saiful memaparkan terdapat dua jenis beasiswa utama di USAHID. Beasiswa diberikan bagi mahasiswa yang masih aktif dan sudah diatas satu semester, mereka biasa terdaftar di semester tiga [ganjil]. “Mahasiswa bisa mulai mengajukan beasiswa di sementara pertama, namun baru bisa mendaftarkan di semester tiga,” ujar Saiful.

Beragam Pilihan Beasiswa
Beasiswa yang ditawarkan seperti “KIP [Kartu Indonesia Pintar] kepada mahasiswa reguler yang aktif minimal di semester kedua dan kuotanya ditentukan oleh LLDikti Wilayah III [Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi yang mengkoordinir Provinsi:] DKI Jakarta,” ungkap Listijono, Selasa (7/1).
KIP [program] Reguler, diperuntukan bagi mahasiswa yang memenuhi kriteria ekonomi rendah yang terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), memiliki KIP, Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), atau program kesejahteraan lainnya. Tingkat desil ekonomi penerima harus 0-3, atau keluarga memiliki penghasilan maksimal Rp 4 juta per bulan.
Sedangkan, KIP [atas] Usulan Masyarakat, diajukan memalui Program Indonesia Pintar (PIP) atau rekomentasi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari Komisi X [bidang pendidikan, kebudayaan, ristek, dsb.]. “Meskipun diajukan secara khusus, seleksi tetap dilakukan sesuai Permen [Peraturan Menteri] Nomor 53 Tahun 2023, sehingga transparansi tetap terjaga,” jelas Listijono.
“Ada juga Beasiswa Baznas yang telah USAHID jalankan selama tiga tahun. Proses seleksi dilakukan validasi data oleh pihak kampus dan rekomendasi untuk mahasiswa yang memenuhi syarat. Bagi mahasiswa yang memiliki bakat istimewa di bidang seni, olahraga, atau lainnya, seperti penyanyi dan penari. Mereka ditawarkan Beasiswa Talenta.” kata Saifulloh melanjutkan wawancara.
Untuk mahasiswa yang aktif di media sosial, USAHID memberikan Beasiswa Konten Kreator. Persyaratan utama adalah memiliki minimal 10.000 [followers] pengikut dengan konten edukatif. “Penerima beasiswa ini juga akan bergabung dalam divisi khusus, seperti website, event organizer, atau konten kreator, untuk mendukung promosi kampus,” jelas Saifulloh.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi atau Kemendikbudristek [saat ini Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi/Kemendiktisaintek], juga menyediakan Beasiswa Unggulan yang bantuannya mencapai Rp 12 juta per semester.
Beasiswa Unggulan dari Kemendikbudristek diberikan untuk mahasiswa reguler dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3.25 dan berpretasi di tingkat nasional atau internasional. “Siswa SMA berprestasi yang baru lulus juga bisa mengajukan program ini, meskipun tidak berasal dari keluarga dengan ekonomi rendah,” tambah Saifulloh.
Kategori terakhir adalah Beasiswa Utusan Daerah yang diberikan kepada mahasiswa yang dibiayai oleh pemerintah daerah. Seleksi dilakukan berdasarkan rekomendasi dari pemerintah daerah setempat.
Syarat bagi penerima manfaat ini sederhana dan mudah dipenuhi, yaitu [1] tidak: menikah, bekerja, menerima beasiswa lain, atau cuti kuliah; [2] mengisi surat pernyataan dan laporan nilai setiap semester; [3] IPK minimal 3.25 untuk mempertahankan beasiswa. Jika tidak terpenuhi, pembinaan akan dilakukan minimal dua kali.
“Kami ingin memastikan mahasiswa tidak hanya mendapatkan bantuan finansial, tetapi juga terus berkembang secara akademik,” tegas Listijono. Meski USAHID belum menyediakan beasiswa untuk kelas pekerja. Bagi masyarakat yang memenuhi kriteria dapat mencoba mengajukan Beasiswa Unggulan Kemendikbudristek.
Fokus pada Kesejahteraan Mahasiswa
Tidak hanya melalui beasiswa, USAHID juga menyediakan berbagai layanan kesejahteraan bagi mahasiswa. Layanan tersebut mencakup asuransi kesehatan dan jiwa, fasilitas poliklinik, serta layanan konseling untuk mendukung kesehatan mental mahasiswa. Kampus juga memiliki layanan konseling khusus untuk mencegah dan menangani kekerasan seksual.

Keberlanjutan Program Beasiswa untuk Pendidikan Inklusif
Sejak tiga tahun terakhir, program beasiswa seperti Baznas dan beasiswa unggulan Kemendikbud Ristek telah berjalan konsisten. Keberlanjutan ini menjadi bukti nyata komitmen USAHID dalam membantu mahasiswa mengatasi kendala finansial dan tetap fokus pada pendidikan.
Meski saat ini beasiswa lebih banyak difokuskan untuk mahasiswa reguler, USAHID membuka peluang untuk memperluas cakupannya ke mahasiswa kelas karyawan di masa depan. Langkah ini bertujuan mendukung pendidikan yang lebih inklusif dan merata di seluruh jenjang.
Melalui berbagai program beasiswa dan layanan pendukung, Universitas Sahid terus berharap dapat mencetak generasi unggul yang berdaya saing tinggi dan memiliki integritas. “Kami ingin mahasiswa merasa didukung sepenuhnya, baik secara akademik maupun kesejahteraan,” tandas Saifulloh.
Artikel Lain :
Zilenial, Fenomena Penolakan Istilah Milenial dan Generasi Z
Penulis : Devis Mamesah
Editor : Redaktur






