SEMMI Desak Cabut HGB di Laut Utara Tangerang yang Dinilai Irasional

| PENAMARA . ID

Selasa, 21 Januari 2025 - 13:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kapal di Pelabuhan Rawasaban, Ci Tuis, Pakuhaji, Kabupaten Tangerang | Sumber:  Martua Lumban Batu/Google Maps

Kapal di Pelabuhan Rawasaban, Ci Tuis, Pakuhaji, Kabupaten Tangerang | Sumber: Martua Lumban Batu/Google Maps

PENAMARA.ID | Kabupaten Tangerang – Bukan hal yang baru konflik agraris disetiap daerah, mengerus rasa keadilan, terutama bagi masyarakat yang masih mempertahanan cara hidup kedaerahan melawan pemilik modal dengan dukungan “kekuasaan”.

Salah satu yang masih hangat terkait pemagaran sepajang 30,16 kilimoter di pesisi pantai yang melewati enam kecamatan 51 desa/kelurahan di Kabupaten Tangerang dan akan sampai ke 42 desa di Kabupaten Serang.

Ketua Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Tangerang, Indri Damayanthi, menjelaskan “pemagaran laut” tersebut sebagai bentuk mengklaim wilayah untuk reklamasi.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid mengungkapkan fakta bahwa “terdapat 263 HGB (Hak Guna Bangunan) yang berada ‘di atas laut’ di Desa Kohod, Kabupaten Tangerang, milik perusahaan swasta yang terafiliasi dengan Agung Sedayu Group (ASG).”

SEMMI mengkaitkan “pagar laut itu adalah [sebagai patokan] tanda batas untuk reklamasi yang dilakukan perusahaan (ASG) tersebut,” ujar Indri Damayanthi,  Selasa (21/1). Ia juga mengungkapkan lahan seluas 537,5 hektar yang sudah memiliki HGB merupakan upaya swasta memprivatisasi ruang publik dan menguasai “kekayaan negara”.

“Tidak boleh negara mendiamkan apalagi mendukung perusahaan yang hendak mengeruk keuntungan dan merugikan rakyat, penerbitan HGB pada laut di Kabupaten Tangerang perlu di cabut segera,” tandas Indri tentang HGB diatas laut tersebut.

HGB seharusnya diberikan kepada masyarakat, seperti Suku Bajo di Sulawesi Tenggara, karena perusahaan tidak mengorientasikan “kemaslahatan dan kemakmuran masyarakat, melaikan bisnis yang menguntungkan sekelompok orang,” tegas Indri.

Pada Senin (20/1), Menteri ATR/BPN menyatakan akan mengambil langkah untuk memastikan apakah HGB tersebut berada di dalam atau di luar garis pantai, dengan merujuk pada beberapa dokumen yang terbit “tahun 1982, karena itu kami perlu cek mana batas pantai tahun [19]82, mana batas pantai [19]83, [19]84, [19]85 sampai batas pantai tahun 2024, dan sampai sekarang [2025],” ujar Nusron Wahid.

Kementerian ATR/BPN juga tidak ingin berspekulasi mengenai sejumlah lahan tersebut yang dulunya mungkin berupa tambak atau sesuatu yang lain. “Patokannya adalah garis pantai, kalau itu garis pantai petanya [dan] informasi geospasial (aspek keruangan) sudah terbukti maka semua akan menjadi jelas,” tandas Menteri Nusron.

Namun SEMMI cabang (Kota dan Kabupaten) Tangerang tetap mendesak Menteri ATR/BPN untuk mencabut HGB tersebut karena dianggap bertentangan dengan nilai kebermanfaatan dan keadilan sosial sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar 1945.


Artikel Lain : Pagar Laut Pesisir Tangerang, Efektif Tahan Abrasi?

Penulis : Topan Bagaskara

Editor : Redaktur

Berita Terkait

Hari Buruh di Kota Industri, Mahasiswa Tangerang Khawatirkan Masa Depan Pekerja
Dipangkas Rp402 Miliar, DPRD Tangerang Putar Otak Jaga Napas Fiskal Daerah
Waterway Terlupakan di Sungai Cisadane: Dermaga Apung Tidak berguna yang Kini Menjadi Daratan
Di Usia 30 Tahun Otonomi, Tangerang Pastikan Anggaran Menyentuh Masyarakat
Pegawai SPPG Kabupaten Serang Dursila Bocah SD
“Saya Ditarik dan Diinjak”: Ibu Yuli, Sengketa Tanah, dan Bentrok di Rawa Bokor
Aset Diperebutkan, Bentrok Warga dan Aparat Terjadi di Rawa Bokor
10 KUA di Kota Tangerang Belum Layak, Terkendala Status Lahan Pemda

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:29 WIB

Hari Buruh di Kota Industri, Mahasiswa Tangerang Khawatirkan Masa Depan Pekerja

Rabu, 29 April 2026 - 14:31 WIB

Dipangkas Rp402 Miliar, DPRD Tangerang Putar Otak Jaga Napas Fiskal Daerah

Selasa, 28 April 2026 - 21:06 WIB

Waterway Terlupakan di Sungai Cisadane: Dermaga Apung Tidak berguna yang Kini Menjadi Daratan

Senin, 27 April 2026 - 22:02 WIB

Di Usia 30 Tahun Otonomi, Tangerang Pastikan Anggaran Menyentuh Masyarakat

Sabtu, 25 April 2026 - 19:16 WIB

Pegawai SPPG Kabupaten Serang Dursila Bocah SD

Berita Terbaru

Gambar: Ari Sujatmiko/PENAMARA

Nasional

Ogah ke Monas, Ribuan Buruh Banten Pilih Kepung Senayan

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:27 WIB