PENAMARA.ID – Seorang saksi mata di luar acara kampanye Trump melaporkan bahwa ia melihat seorang pria bersenjata naik ke atap gedung sebelum penembakan terjadi. Pria tersebut tampak membawa senapan. Saksi mata ini juga mengklaim telah berusaha memperingatkan polisi.
“Kami melihat pria itu memanjat atap gedung di sebelah kami, sekitar 15 meter dari tempat kami berdiri,” ungkap saksi tersebut kepada BBC News pada hari Sabtu (13/7), setelah penembakan terjadi.
“Kami berdiri di situ dan menunjuk ke arah pria yang sedang memanjat. Kami bisa dengan jelas melihat dia membawa senapan,” tambahnya.
Dia melanjutkan bahwa mereka telah melaporkan situasi tersebut kepada petugas polisi di lokasi, namun petugas hanya mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui apa yang sedang terjadi.
“Saya berpikir, ‘Mengapa Trump masih berbicara? Kenapa mereka tidak menghentikannya?’ Saya terus menunjuk ke arah pria itu selama dua atau tiga menit. Secret Service melihat kami dari atas gedung, dan saya terus menunjukkan ke arah atap. Tiba-tiba, terdengar lima tembakan,” ujar saksi tersebut.
Pernyataan ini masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.
John Miller, Kepala Penegakan Hukum dan Analis Intelijen CNN, mengatakan bahwa kesaksian ini menimbulkan banyak “pertanyaan serius.”
“Akan ada penyelidikan yang mendalam dan terperinci mengenai siapa yang mengetahui informasi ini, bagaimana informasi tersebut disampaikan, dan keputusan apa yang diambil atau tidak diambil,” ujarnya
Artikel Lain : Donald Trump Selesai Dirawat usai Penembakan di Kampanye
Penulis : Ari Sujatmiko
Editor : Redaktur






