Saksi Penembakan Trump Melihat Pria Bersenjata Naik Atap

| PENAMARA . ID

Minggu, 14 Juli 2024 - 15:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PENAMARA.ID – Seorang saksi mata di luar acara kampanye Trump melaporkan bahwa ia melihat seorang pria bersenjata naik ke atap gedung sebelum penembakan terjadi. Pria tersebut tampak membawa senapan. Saksi mata ini juga mengklaim telah berusaha memperingatkan polisi.

“Kami melihat pria itu memanjat atap gedung di sebelah kami, sekitar 15 meter dari tempat kami berdiri,” ungkap saksi tersebut kepada BBC News pada hari Sabtu (13/7), setelah penembakan terjadi.

“Kami berdiri di situ dan menunjuk ke arah pria yang sedang memanjat. Kami bisa dengan jelas melihat dia membawa senapan,” tambahnya.

Dia melanjutkan bahwa mereka telah melaporkan situasi tersebut kepada petugas polisi di lokasi, namun petugas hanya mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui apa yang sedang terjadi.

“Saya berpikir, ‘Mengapa Trump masih berbicara? Kenapa mereka tidak menghentikannya?’ Saya terus menunjuk ke arah pria itu selama dua atau tiga menit. Secret Service melihat kami dari atas gedung, dan saya terus menunjukkan ke arah atap. Tiba-tiba, terdengar lima tembakan,” ujar saksi tersebut.

Pernyataan ini masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.

John Miller, Kepala Penegakan Hukum dan Analis Intelijen CNN, mengatakan bahwa kesaksian ini menimbulkan banyak “pertanyaan serius.”

“Akan ada penyelidikan yang mendalam dan terperinci mengenai siapa yang mengetahui informasi ini, bagaimana informasi tersebut disampaikan, dan keputusan apa yang diambil atau tidak diambil,” ujarnya


Artikel Lain : Donald Trump Selesai Dirawat usai Penembakan di Kampanye

Penulis : Ari Sujatmiko

Editor : Redaktur

Berita Terkait

Adakah Potensi Perang Dunia?
Mampukah Indonesia Damaikan Perang AS-Israel dan Iran?
Perdagangan Perempuan dan Anak, Kejahatan Tersembunyi di Perbatasan Nepal-India
Gustavo Petro dan Keberanian Diplomasi: Antara Solidaritas dan Risiko
Ketergantungan Negara terhadap Investasi Asing
Jalan sempit Greenback untuk BRICS
NATO, Putin-Jinping, dan Trump 2.0
AS dengan Trump yang Agresif, Bagaimana Indonesia Bersikap?

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 09:37 WIB

Adakah Potensi Perang Dunia?

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:26 WIB

Mampukah Indonesia Damaikan Perang AS-Israel dan Iran?

Minggu, 21 Desember 2025 - 18:23 WIB

Perdagangan Perempuan dan Anak, Kejahatan Tersembunyi di Perbatasan Nepal-India

Jumat, 10 Oktober 2025 - 00:13 WIB

Gustavo Petro dan Keberanian Diplomasi: Antara Solidaritas dan Risiko

Rabu, 14 Mei 2025 - 03:16 WIB

Ketergantungan Negara terhadap Investasi Asing

Berita Terbaru