Ribuan Umat Hadiri Misa Requiem Paus Fransiskus di Tangerang

| PENAMARA . ID

Kamis, 24 April 2025 - 23:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Paus Fransiskus | Sumber: Getty Images

Paus Fransiskus | Sumber: Getty Images

Ribuan umat Katolik berkumpul di Gereja Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda, Kota Tangerang, pada Kamis malam (24/4), dalam misa requiem [doa istirahat] untuk Paus Fransiskus. Penyelenggaraan diharmonisasi secara serentak di sekitar 70 paroki [wilayah] dalam tuntunan langsung Keuskupan Agung Jakarta.

“Rangkaian acara ini sebetulnya merupakan acara serentak dari Keuskupan Agung Jakarta untuk melakukan ‘misa requiem’ bersama dengan Gereja Katedral di Jakarta,” jelas Hengky Subagyo, Wakil Dewan Paroki Harian. “Hari ini, semua gereja di Keuskupan Agung Jakarta melakukan misa pada pukul 6:00 untuk misa requiem bagi Bapak Paus.”

Subagyo memperkirakan bahwa antara 1.500 hingga 2.000 umat hadir dalam peribadatan di gereja Tangerang. Di seluruh 70 paroki Keuskupan Agung, jumlah kehadiran diperkirakan sangat besar.

Jemaat Gereja Hari Santa Perawan Maria Tak Bernoda:

Romo Nicolaus Dibyadarmaja, yang memimpin misa requiem, merenungkan warisan Paus selama ibadah. “Hari ini, kita semua mengenang dan mendoakan Paus Fransiskus yang telah menghadap Tuhan. Seperti yang dibacakan dalam Injil dan doa-doa kita, kita bersyukur atas rahmat dan berkat Tuhan bagi Almarhum Paus Fransiskus. Di situlah kita berserah diri, berterima kasih karena berkat rahmat dia yang menjadi teladan dan juga memberikan pelajaran bagi kita semua,” ujarnya.

Romo Nicolaus juga menekankan bagaimana waktu kepergian Paus memiliki makna khusus, terjadi tak lama setelah beliau menyampaikan berkat “Urbi et Orbi” untuk kota dan dunia pada hari Minggu Paskah.

“Kita menangkap pesan Tuhan melalui momen historis ini,” kata Romo Dibyadarmaja. “Kita bersyukur atas kesaksiannya tentang Kristus sebagai juru selamat. Itulah yang mendorong kita semakin teguh, mengajak kepada seluruh dunia dan alam semesta untuk semakin penuh cinta kasih, kesederhanaan, cinta pada lingkungan, dan menjadi saudara sejati —pelajaran yang dia ajarkan melalui 13 tahun kepemimpinan dan keteladanannya.”

Pengumuman mendadak tentang kepergian Paus berarti ibadah ini diorganisir dengan pemberitahuan singkat, namun gereja tetap penuh sesak, dengan banyak umat yang berdiri sepanjang upacara.

Wim Wiguna, salah satu jemaat misa, berbagi perasaannya: “Hari ini saya mengikuti kegiatan misa requiem peringatan arwah untuk Bapak Paus Fransiskus yang meninggal pada hari Senin kemarin. Jadi kita dari gereja dan umat diberi kesempatan untuk saling menghormati dan saling mendoakan beliau karena beliau kan salah satu tokoh di gereja Katolik.”

Wiguna secara khusus mencatat pentingnya kunjungan Paus ke Indonesia delapan bulan lalu. “Kita umat Katolik yang berada di Indonesia ini sungguh-sungguh sangat diberkati karena kehadirannya. Dia adalah salah satu teladan untuk kita dan kerendahan hati karena dia mau menyapa orang-orang yang miskin, orang-orang yang cacat, dan dia juga bisa menyapa golongan masyarakat terutama berbagai agama. Terutama di Indonesia ini, beliau datang dia sangat dihormati oleh umat Islam di Indonesia sehingga dia bisa berkunjung di Masjid Istiqlal dengan semangat persaudaraan.”

Komunitas Katolik di seluruh Keuskupan Agung Jakarta terus berduka atas kepergian Paus Fransiskus, mengenang ajaran-ajarannya tentang kerukunan beragama, kepedulian terhadap lingkungan, dan dedikasi kepada kaum miskin dan terpinggirkan. Warisan kesederhanaan dan belas kasihnya bergema dalam hati umat Katolik Indonesia, yang bergabung dengan gereja global dalam doa bagi pemimpin spiritual mereka yang telah berpulang.


Baca artikel lain tentang Sejarah dan Humanis atau refleksi pikiran dari banyak orang di PENDAPAT

Penulis : Ari Sujatmiko

Editor : Redaktur

Berita Terkait

Kenaikan Anggaran Program MBG; Urgensi atau Ambisi Belaka?
Lima Warga Terjangkit DBD, Peran RT-RW di Batusari Dipertanyakan
Nada, Doa, dan Donasi: Lintas Komunitas Tangerang Bergerak untuk Korban Bencana Sumatera
Rakyat yang Menanggung, Negara yang Menghitung
Gen-Z Culture Fest 2025 Digelar di Global Institut
Terancam Gagal Raih Adipura, KLH Cap ‘Tangerang Raya’ Masih Masuk Kategori Kota Kotor
Arah Politik Lima Tahun Kedepan PDI Perjuangan Kota Tangerang Telah Ditentukan
Arief Wibowo Dorong Penguatan Kapasitas Guru Ngaji: Investasi SDM Kota Tangerang
Berita ini 121 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 00:04 WIB

Kenaikan Anggaran Program MBG; Urgensi atau Ambisi Belaka?

Selasa, 6 Januari 2026 - 22:47 WIB

Lima Warga Terjangkit DBD, Peran RT-RW di Batusari Dipertanyakan

Minggu, 28 Desember 2025 - 20:26 WIB

Nada, Doa, dan Donasi: Lintas Komunitas Tangerang Bergerak untuk Korban Bencana Sumatera

Kamis, 25 Desember 2025 - 00:11 WIB

Rakyat yang Menanggung, Negara yang Menghitung

Selasa, 23 Desember 2025 - 15:57 WIB

Gen-Z Culture Fest 2025 Digelar di Global Institut

Berita Terbaru

Balai Buku Progresif

Opini

Emansipasi yang Tak Pernah Sampai ke Dapur dan Pabrik

Rabu, 14 Jan 2026 - 02:34 WIB

Siswa penerima MBG di SD MI Raudhatul Jannah, Kelurahan Pakujaya, Kecamatan Serpong Utara, Tangerang Selatan, Banten, 30 Mei 2025. Penamara/AgnesMonica

Nasional

Kenaikan Anggaran Program MBG; Urgensi atau Ambisi Belaka?

Jumat, 9 Jan 2026 - 00:04 WIB