Fiki Bahta

Fiki adalah seorang aktivis yang memiliki konsentrasi penulisan di bidang hukum, sosial, dan kesusastraan. Ia juga lekat dengan gaya penulisan yang berjiwa oriental dan khas dari pembacaan literatur terkait.

Artikel yang Ditulis:

Istimewa

Maluku

Rakyat Dipaksa Menjaga Diri, Negara Memilih Diam

Maluku | Minggu, 21 Desember 2025 - 23:31 WIB

Minggu, 21 Desember 2025 - 23:31 WIB

PENAMARA.id — Sikap ketidaknyamanan pihak kepolisian terhadap usulan pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta Independen, serta penolakan implisit terhadap pendirian posko keamanan di titik-titik rawan…

Ilustrasi: Fiki Bahta

Editorial

Sunyinya Penegakan Hukum: Ketika Kepolisian Gagal Menjawab Panggilan Keadilan Gafar Wawangi

Editorial | Maluku | Rabu, 26 November 2025 - 20:36 WIB

Rabu, 26 November 2025 - 20:36 WIB

PENAMARA.id — Air Talo bukan hanya saksi pembunuhan Gafar Wawangi ia menjadi saksi bagaimana proses hukum bisa mandek, melempem, dan kehilangan ruhnya. Dalam perkara…

Gambar: Ist

Opini

Makan Bergizi Gratis: Janji Bergizi, Realita Pahit

Opini | Senin, 13 Oktober 2025 - 12:25 WIB

Senin, 13 Oktober 2025 - 12:25 WIB

PENAMARA.id — Satu tahun sudah pemerintahan Prabowo-Gibran berjalan. Dari semua program yang dijanjikan, Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi simbol kebanggaan dan pusat perhatian publik….

Gambar: Ist

Pen·dapat

Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Ekonomi Tumbuh, Alam Runtuh

Pen·dapat | Senin, 13 Oktober 2025 - 12:19 WIB

Senin, 13 Oktober 2025 - 12:19 WIB

PENAMARA.id — Memasuki satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, wajah pembangunan nasional tampak gagah di permukaan. Pemerintah bangga dengan capaian investasi, pertumbuhan ekonomi yang stabil di…

Nasional

Kongres yang Disandera Kepentingan: Bandung dan Skandal Sebuah Perjalanan Ideologis yang Disesatkan

Nasional | Minggu, 27 Juli 2025 - 03:36 WIB

Minggu, 27 Juli 2025 - 03:36 WIB

Oleh: Fiki Bahta PENAMARA.id — Di Bandung, tempat sejarah pernah menorehkan tekad anti-imperialisme dalam Konferensi Asia Afrika, kini justru menjadi saksi bisu dari lumpuhnya idealisme…