Ratusan warga Perumahan Periuk Damai, Kecamatan Periuk, memadati lokasi layanan kesehatan gratis yang digelar PDI Perjuangan, Senin (16/2/2026). Kegiatan ini digelar pascabanjir yang melanda wilayah tersebut dua pekan lalu dan menyebabkan banyak warga mengalami gangguan kesehatan.
Sejak pagi, warga terlihat mengantre tertib untuk mendapatkan pemeriksaan. Pelayanan dimulai dari pendaftaran, pengecekan tekanan darah, pemeriksaan gula darah, konsultasi dokter umum, hingga pemberian obat dan vitamin secara cuma-cuma. Antusiasme warga tampak tinggi, terutama mereka yang terdampak langsung banjir.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tangerang, Gatot Wibowo, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian nyata partai terhadap masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana.
“Pasca banjir, banyak warga yang mengalami gangguan kesehatan seperti gatal-gatal, demam, hingga kelelahan. Karena itu kami hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan secara gratis dan cepat. Ini adalah bentuk gotong royong dan kepedulian kami kepada warga Kota Tangerang,” ujar Gatot di sela kegiatan.
Ia menambahkan, menjelang bulan suci Ramadan, kondisi kesehatan masyarakat perlu dipastikan tetap prima agar dapat menjalankan ibadah dengan baik.
Program pengobatan gratis ini merupakan kegiatan kedua yang digelar di Kota Tangerang. Sebelumnya, layanan serupa telah dilaksanakan di kawasan Pinang Griya Permai dan mendapat respons positif dari masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan, Ribka Tjiptaning. Ia menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan hak dasar masyarakat, terutama bagi mereka yang terdampak bencana.
“Kami ingin memastikan masyarakat, terutama yang terdampak banjir, tidak kesulitan mengakses layanan kesehatan. Selain pemeriksaan dan pengobatan, jelang bulan puasa warga juga bisa meminta vitamin agar daya tahan tubuh tetap terjaga,” kata dr. Ribka.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan arahan langsung Ketua Umum PDI Perjuangan agar kader partai selalu hadir bersama rakyat, tidak hanya saat momentum politik.
“Kita harus selalu ada untuk masyarakat. Disiapkan dokter, perawat, bidan, dan relawan kesehatan. Bukan hanya cek kesehatan, tetapi juga diberikan obat dan vitamin. Diterjunkan juga bus klinik keliling dan kapal Malahayati,” tuturnya.
Terkait isu nasional mengenai penonaktifan jutaan peserta BPJS, dr. Ribka menyebut Fraksi PDI Perjuangan terus mengawal persoalan tersebut hingga digelarnya rapat gabungan di tingkat pusat.
“Kalau warga menemui kesulitan, silakan temui kader di wilayah. BPJS harus tetap aktif dan tidak boleh pilah pilih penyakit. Semua penyakit harus bisa ditanggung BPJS,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono Hasan, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas sinergi antara pemerintah daerah dan PDI Perjuangan dalam membantu masyarakat.
“Hari ini kami dari unsur pusat sampai DPC PDI Perjuangan melaksanakan cek kesehatan dan pengobatan gratis di Kelurahan Periuk. Dua minggu lalu wilayah ini terdampak banjir. Alhamdulillah, dengan Baguna PDI Perjuangan, kita terus memberikan manfaat untuk masyarakat, khususnya di Kota Tangerang,” ujarnya.
Maryono memastikan Pemerintah Kota Tangerang telah menyiapkan langkah antisipatif terkait kebijakan penonaktifan BPJS PBI dari pemerintah pusat. Menurutnya, alokasi anggaran telah disiapkan melalui Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial untuk memastikan masyarakat tetap terjamin.
“Kami sudah breakdown anggaran agar masyarakat yang terdampak bisa masuk dalam PBI JKN. Insyaallah, untuk Kota Tangerang tidak perlu dikhawatirkan,” katanya.
Selain pemeriksaan tekanan dan gula darah, layanan juga mencakup pengecekan kolesterol, konsultasi penyakit jantung, hingga pemeriksaan mata gratis. Warga yang membutuhkan bahkan langsung diberikan kacamata sesuai hasil pemeriksaan.
Poni (54), warga RT 01 RW 08 Periuk Damai, mengaku terbantu dengan adanya layanan tersebut. Ia merupakan salah satu warga yang rumahnya terdampak banjir.
“Pelayanannya berurutan, ambil nomor antre, langsung tensi, lalu ke dokter dan dikasih obat. Saya juga dicek mata, saya plus 2,5, langsung dikasih kacamata gratis dan minyak gratis. Sangat membantu buat saya,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan, namun lebih dari itu, ia berharap banjir tidak kembali terjadi di wilayahnya.
“Kalau ke depannya sih semoga nggak banjir lagi. Enaknya begitu. Jadi pada sehat semua,” katanya.
Melalui kegiatan ini, PDI Perjuangan menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam momentum politik, tetapi juga dalam aksi sosial dan kemanusiaan, terutama saat warga menghadapi situasi darurat seperti bencana banjir.






