Puluhan Pria Berjas Hitam Deklarasikan Yakuza di Indonesia

| PENAMARA . ID

Senin, 11 Mei 2026 - 21:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pemandangan tak biasa terlihat di kawasan Bukit Daun Hotel and Resort, Bukit Daun Hotel and Resort, Sabtu (9/5). Puluhan pria mengenakan jas hitam, kemeja hitam, celana hitam hingga sepatu vantoufel tampil layaknya kelompok Yakuza di Jepang. Penampilan mereka sontak menyita perhatian publik yang hadir dalam deklarasi organisasi bernama Yakuza Maneges.

Organisasi sosial dan dakwah tersebut didirikan sejumlah tokoh di Kediri, Jawa Timur, termasuk para gus atau putra kiai. Inisiator sekaligus pendirinya, Thuba Topo Broto Maneges atau Den Gus Thuba, menegaskan nama “Yakuza” yang dipakai bukan merujuk pada kelompok kriminal Jepang, melainkan memiliki filosofi spiritual.

“Yakuza yang awalnya kotor ujungnya zuhud abadi,” ujar Gus Thuba saat dikonfirmasi, Senin (11/5).

Menurutnya, Yakuza Maneges menjadi wadah bagi orang-orang yang pernah terjerumus dalam kehidupan kelam namun ingin memperbaiki diri dan kembali ke jalan agama.

“Ini tempat bagi saudara-saudara kita yang sering disebut santri jalur kiri. Mereka pernah tersesat, jatuh dalam dosa berat, tapi masih punya niat untuk berubah menjadi pribadi yang bermanfaat,” katanya.

Gus Thuba menjelaskan, organisasi tersebut bergerak di bidang dakwah, sosial, hingga pendampingan masyarakat. Yakuza Maneges juga disebut berada di bawah naungan Majelis Semaan Al-Qur’an dan Dzikrul Ghofilin yang didirikan almarhum KH Hamim Jazuli.

“Nilai utama organisasi ini adalah menanamkan spiritualitas yang dulu diajarkan Gus Miek kepada kaum marginal,” ungkapnya.

Ia memastikan Yakuza Maneges tidak memiliki afiliasi politik dan mendukung aparat penegak hukum. Organisasi itu juga mengaku siap membantu masyarakat yang menghadapi persoalan hukum maupun sosial.

“Kami tidak berseberangan dengan negara. Kami hadir untuk berjalan bersama aparat penegak hukum,” tegas Gus Thuba.

Dalam visinya, Yakuza Maneges ingin menjadi pembela masyarakat kecil sekaligus pengawal moral di tengah masyarakat.

“Penjaga yang lemah, pembela yang benar, pembenah yang salah,” katanya.

Deklarasi tersebut turut dihadiri Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati. Ia mengaku nama “Yakuza” cukup mengejutkan karena identik dengan mafia Jepang. Namun menurutnya, Gus Thuba berhasil memberi makna berbeda melalui pendekatan dakwah.

“Tidak banyak orang berani memakai nama Yakuza. Tapi di tangan Gus Thuba, nama itu justru membawa semangat merangkul orang-orang yang ingin berubah menjadi lebih baik,” ujar Vinanda.

Ia berharap keberadaan Yakuza Maneges bisa ikut membantu pemerintah dalam membangun Kota Kediri yang maju, agamis, produktif, aman, dan ngangeni.

Penulis : Pujiawan

Editor : Redaktur

Berita Terkait

Pura Bersejarah di Sanur Diduga Dirobohkan, 300 Mahasiswa Kepung Kantor ATR/BPN
Guru Digugu dan Ditiru, Apa Kini Sibuk Cari Views?
Sumpah Profesi di Klinik, Ejekan di Kolom Komentar
Ketika Viral Mengalahkan Etika Kreator Konten
Kenapa Semangat Kuliah Mahasiswa Baru Cepat Sekali Menurun
“Anak Zaman Sekarang Kalau Bodoh Itu Pilihan”, Tamparan Sabrang untuk Pemuda Tangerang
OLS Grup Santuni Anak Yatim, Berikan Bantuan Tunai dan Perlengkapan Sekolah
Groupthink, Fenomena Ketika Kekompakan Malah Mengaburkan Pikiran Kritis dan Keberanian

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 15:58 WIB

Pura Bersejarah di Sanur Diduga Dirobohkan, 300 Mahasiswa Kepung Kantor ATR/BPN

Selasa, 1 September 2026 - 22:04 WIB

Guru Digugu dan Ditiru, Apa Kini Sibuk Cari Views?

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:36 WIB

Sumpah Profesi di Klinik, Ejekan di Kolom Komentar

Selasa, 18 Agustus 2026 - 02:25 WIB

Ketika Viral Mengalahkan Etika Kreator Konten

Senin, 27 Juli 2026 - 21:44 WIB

Kenapa Semangat Kuliah Mahasiswa Baru Cepat Sekali Menurun

Berita Terbaru