Program Sarapan Gratis Pramono-Rano Layu, Tersandung Restu Pemerintah Pusat

| PENAMARA . ID

Selasa, 11 Maret 2025 - 02:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pramono Anung dan Rano Karno | Screenshot

Pramono Anung dan Rano Karno | Screenshot

Janji kampanye Gubernur Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno untuk menghadirkan Program Sarapan Gratis bagi pelajar akhirnya urung terealisasi. Program yang semula digadang sebagai inisiatif unggulan itu kini resmi dialihkan menjadi proyek renovasi kantin sekolah.

Program Sarapan Gratis pertama kali diluncurkan sebagai bagian dari visi besar pasangan Pramono-Rano sejak masa kampanye Pilkada Jakarta pada Oktober 2024. Tujuan utamanya adalah memastikan siswa, terutama dari keluarga kurang mampu, mendapatkan asupan nutrisi yang layak sejak pagi tanpa membebani biaya keluarga.

“Kami ingin melengkapi program makan siang gratis dari Presiden Prabowo Subianto. Jika pusat memberikan makan siang, maka kami akan memberikan sarapan,” ujar Pramono dalam debat Pilkada Jakarta, Minggu (27/10/2024).

Pramono, yang mengaku berasal dari keluarga sederhana, menyebut program ini lahir dari kepekaannya terhadap kebutuhan masyarakat Jakarta. Bahkan, program tersebut direncanakan masuk dalam prioritas 100 hari kerja pertama setelah dilantik.

Target Prioritas dan Keterlibatan UMKM

Plt Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Sarjoko, sempat mengungkap bahwa pelaksanaan akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari wilayah-wilayah RW kumuh yang menjadi prioritas. Anggaran program dirancang menggunakan dana APBD DKI Jakarta 2025, dan akan melibatkan sekitar 2.600 pelaku UMKM lokal sebagai penyedia sarapan.

“Targetnya tahun ini sudah bisa dimulai, kita lakukan secara parsial dengan mempertimbangkan kesiapan lokasi dan anggaran,” ujar Sarjoko, Kamis (16/1/2025).

Rencana ini bahkan sempat memicu penyesuaian struktur APBD yang telah disahkan sebelumnya, karena belum teralokasi secara spesifik dalam perencanaan anggaran 2025.

Ketua Tim Transisi Pramono-Rano, Ima Mahdiah, menjelaskan bahwa seluruh UMKM yang dilibatkan wajib lolos uji klinis dari Dinas Kesehatan. Dari sekitar 3.000 UMKM, hanya 2.699 yang dinyatakan memenuhi standar kelayakan penyajian makanan.

Menuai Kritik dan Dinilai Redundan

Namun, tak semua pihak menyambut program ini dengan antusias. Pengamat kebijakan publik Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah, menilai adanya tumpang tindih antara program Sarapan Gratis dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) milik pemerintah pusat.

“Ini bisa menimbulkan kebingungan di masyarakat. Apalagi jika programnya mirip, publik bisa salah paham antara kewenangan pusat dan daerah,” kata Trubus, Jumat (17/1/2025).

Ia juga mengkritisi beban anggaran besar yang berpotensi menggeser prioritas pembangunan sektor lain di Jakarta.

Ditekan Pusat, Pramono Ubah Haluan

Puncaknya, pada Sabtu (8/3/2025), Pramono resmi mengumumkan pembatalan program Sarapan Gratis dalam acara pembubaran tim sukses di Menteng, Jakarta Pusat. Sebagai gantinya, anggaran akan dialihkan untuk renovasi dan perbaikan fasilitas kantin di seluruh sekolah di Jakarta.

“Program sarapan pagi tetap kami laksanakan, namun bukan dalam bentuk penyediaan makanan langsung. Fokusnya kami alihkan ke renovasi kantin agar lingkungan makan siswa menjadi lebih bersih, sehat, dan layak,” ujar Pramono.

Ia menyebut bahwa perubahan ini merupakan hasil koreksi dari pemerintah pusat yang meminta agar seluruh program pangan siswa dikelola secara terpusat melalui MBG.

Menurut Pramono, larangan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, dalam pertemuan retreat kepala daerah beberapa waktu lalu.

“Pemerintah daerah tidak diizinkan menjalankan program sejenis MBG. Maka kami menyesuaikan,” jelas Pramono.

Solusi Alternatif di Tengah Tekanan

Meski program Sarapan Gratis batal, Pramono memastikan upaya peningkatan gizi dan kesejahteraan pelajar tetap menjadi prioritas. Renovasi kantin dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekosistem penyediaan makanan sehat di sekolah sekaligus memberdayakan UMKM lokal.

“Kami tetap berkomitmen menyejahterakan siswa, meski jalurnya kini berbeda. Yang penting, hasilnya tetap untuk kebaikan pendidikan dan kesehatan generasi muda Jakarta,” tegas Pramono.

Artikel Lain :

Minyak Oplosan Merajalela, Badan Perlindungan Konsumen Jadi Penonton?

Penulis : Ari Sujatmiko

Editor : Redaktur

Berita Terkait

Ketika Putusan Pengadilan tak Lagi Berkepastian Hukum; Wujud Diamnya Negara Lewat OJK
GMNI Jakarta Timur Audiensi dengan Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Bahas Dugaan Pengadaan Korupsi Mesin Jahit dan Peran Pemuda dalam Pengawasan Hukum.
FKPPAI Jakarta Timur dan DPP GJPI Resmikan Posko Bantuan Bencana di Hari Pahlawan : Gerakan Nyata Pemuda untuk Kemanusiaan dan Alam.
Forum Komunikasi Pemuda Pecinta Alam Indonesia Resmi Bentuk Pengurus Wilayah Jakarta Timur Masa Bhakti 2025–2028.
Menwa Jayakarta Apresiasi Sikap Positif Gubernur Jakarta dalam Menyikapi Pengurangan DBH dan Isu Mengendapan Dana.
Desak Presiden Cabut IUP Smart Marsindo dan Tangkap Bos HSM; SEMMI Malut Datangi KPK
Efrem Elman Siarif Ndruru dan Noval Fahrizal Gunawan Terpilih Sebagai Ketua Cabang GMNI Jakarta Timur Periode 2025-2027.
Perayaan HUT PERATIN, Herman Febrian Resmi Dilantik dan Dikukuhkan Sebagai Ketua DPC PERATIN Jakarta Pusat.
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Desember 2025 - 00:34 WIB

Ketika Putusan Pengadilan tak Lagi Berkepastian Hukum; Wujud Diamnya Negara Lewat OJK

Sabtu, 29 November 2025 - 16:00 WIB

GMNI Jakarta Timur Audiensi dengan Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Bahas Dugaan Pengadaan Korupsi Mesin Jahit dan Peran Pemuda dalam Pengawasan Hukum.

Jumat, 14 November 2025 - 17:39 WIB

FKPPAI Jakarta Timur dan DPP GJPI Resmikan Posko Bantuan Bencana di Hari Pahlawan : Gerakan Nyata Pemuda untuk Kemanusiaan dan Alam.

Rabu, 29 Oktober 2025 - 16:00 WIB

Forum Komunikasi Pemuda Pecinta Alam Indonesia Resmi Bentuk Pengurus Wilayah Jakarta Timur Masa Bhakti 2025–2028.

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 15:37 WIB

Menwa Jayakarta Apresiasi Sikap Positif Gubernur Jakarta dalam Menyikapi Pengurangan DBH dan Isu Mengendapan Dana.

Berita Terbaru

Siswa penerima MBG di SD MI Raudhatul Jannah, Kelurahan Pakujaya, Kecamatan Serpong Utara, Tangerang Selatan, Banten, 30 Mei 2025. Penamara/AgnesMonica

Nasional

Kenaikan Anggaran Program MBG; Urgensi atau Ambisi Belaka?

Jumat, 9 Jan 2026 - 00:04 WIB

Ilustrasi : Banksy, Seniman Jalanan Misterius | take via hot.detik.com

Esai

Terorisme: Kejahatan Luar Biasa Tanpa Yurisdiksi Jelas

Selasa, 6 Jan 2026 - 11:33 WIB