Perbasi Kota Tangerang Lahirkan Bibit Porprov 2026, Wali Kota Cup 2025 Jadi Momentum Kebangkitan Basket Tangerang

| PENAMARA . ID

Senin, 17 November 2025 - 09:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Perbasi Kota Tangerang kembali menggelar Turnamen Wali Kota Cup 2025. Kompetisi yang berlangsung di GOR Dimyati sepanjang November 2025 ini menjadi momentum bersejarah, bukan hanya bagi dunia basket lokal, tetapi juga bagi upaya pembinaan atlet yang lebih terarah.

Ketua Perbasi Kota Tangerang, Andri S. Permana, menyebut format baru turnamen tahun ini sebagai terobosan penting. Tidak lagi berbasis kelompok umur, sekolah, atau klub seperti biasanya, Wali Kota Cup 2025 mempertemukan atlet basket dari 13 kecamatan di Kota Tangerang.

“Ini peristiwa bersejarah. Untuk pertama kalinya kita mempertandingkan populasi atlet berbasis kecamatan,” ujar Andri. “Mereka berasal dari sekolah berbeda, klub berbeda, tapi hari ini mereka dipersatukan oleh domisili yang sama. Ini membawa warna baru dan menumbuhkan semangat cinta Kota Tangerang melalui kecamatan yang mereka wakili.”

Ketika ditanya mengapa Perbasi memilih format berbasis kecamatan, Andri menjelaskan bahwa pendekatan ini jauh lebih efektif untuk pemetaan bakat jangka panjang.

“Yang pertama, ini memudahkan Perbasi memonitor kualitas atlet di seluruh penjuru Kota Tangerang — dari Jatiuwung sampai Larangan,” katanya. “Kami ingin punya potret database atlet berbasis kualitas dan kuantitas. Dengan basis kecamatan, populasi atlet yang kami lihat jauh lebih besar dan lebih merata.”

Selama ini, monitoring atlet dilakukan lewat turnamen antar-sekolah atau antar-klub. Namun Andri menyebut cara itu tidak cukup menyeluruh.

“Format ini adalah shortcut. Jalan pintas untuk menguji hasil monitoring kami,” ujarnya. “Ketika mereka bertanding antar-kecamatan, hasilnya langsung kelihatan. Talent scouting akan lebih mudah melihat siapa yang layak masuk *puslatcab* untuk Porprov 2026.”

Meski turnamen ini menghadirkan total hadiah puluhan juta rupiah — angka yang disebut Andri sebagai yang terbesar yang pernah diberikan Perbasi Kota Tangerang — ia menegaskan bahwa bukan nominal hadiah yang menjadi daya tarik utama.

“Anak-anak basket di Kota Tangerang orientasinya bukan hadiah. Itu hanya stimulus. Yang paling penting adalah kesempatan bertanding antar-kecamatan dengan latar belakang sekolah yang beragam,” ujarnya.

Desember 2025 menjadi batas akhir Perbasi untuk melakukan tabulasi atlet menuju persiapan Porprov 2026. Karena itu, Wali Kota Cup menjadi panggung penting bagi atlet kelahiran 2006–2009 yang kini tengah dipantau talent scouting Perbasi.

Menariknya, para atlet adalah hasil seleksi mandiri tiap kecamatan. “Pelatih-pelatih di kecamatan sudah melakukan seleksi terbuka sejak sebulan lalu. Tim yang tampil hari ini adalah yang terbaik dari masing-masing kecamatan,” kata Andri.

Di balik atmosfer kompetisi, ada pula kisah para pemain muda yang membentuk semangat turnamen ini. Dua di antaranya adalah pasangan kembar dari Kecamatan Karawaci, Cletwint dan Clement, yang turun bersama membela kecamatan mereka.

“Kita dari Karawaci,” ujar salah satu dari mereka.

Keduanya mulai menyukai basket sejak SD, bermula dari ajakan kakak kelas. “Pas dicoba, ternyata seru. Nembak-nembak, latihan sedikit, langsung keterusan,” katanya sambil tersenyum.

Sejak kecil mereka berlatih bersama — saling mendorong dan saling menantang. “Kita kompetitif banget. Latihan selalu bareng supaya berkembangnya juga bareng,” kata mereka.

Bagi duo kembar ini, Wali Kota Cup bukan hanya soal pertandingan, tetapi juga soal pertemanan dan kolaborasi.

“Seru banget. Di sini kita bukan cuma berdua, tapi ketemu teman-teman dari sekolah lain dan klub lain. Jadi bisa bangun chemistry bareng. Satu tim Karawaci bisa jadi makin solid,” ujar mereka.

Wali Kota Cup 2025 menjadi bukti bahwa semangat olahraga di Kota Tangerang sedang bergerak menuju era baru. Perbasi ingin memastikan pembinaan atlet berlangsung sistematis, terukur, dan menjangkau semua wilayah kota.

Dari format inovatif berbasis kecamatan, hadiah besar sebagai stimulus, hingga keterlibatan atlet-atlet muda dengan semangat besar, turnamen ini menjadi fondasi untuk regenerasi basket Kota Tangerang.

Turnamen perdana ini tidak hanya memperebutkan piala Wali Kota — lebih dari itu, ia memperebutkan masa depan olahraga Kota Tangerang. Atlet, pelatih, dan organisasi kini bergerak dalam satu arah: menghidupkan kembali kejayaan basket lokal dan menyiapkan kontingen terbaik untuk Porprov 2026.


baca juga : Turnamen Wali Kota Cup 2025 Resmi dibuka: Rusdi Alam Dorong Kompetisi Basket Jadi Ajang Lahirkan Bibit Atlet Kota Tangerang

Penulis : Ari Sujatmiko

Editor : Redaktur

Berita Terkait

DPW IMABA Jabodetabek Gelar Musyawarah Wilayah XVI; Cetak Santri Progresif dan Revolusioner
Masyarakat Situ Rompong Menolak Akuisisi Lahan Negara oleh PT Sahid Putra Harapan Berbekal SHGB BPN Tangsel
Arief Wibowo Dorong Penguatan Kapasitas Guru Ngaji: Investasi SDM Kota Tangerang
GMNI Tangerang Selatan Kecam Status Hukum dan Klaim Kepemilikan Lahan Situ Rompong Oleh Swasta
SEMMI Malut Ultimatum Kapolda dan Kejaksaan Malut Usut Tuntas Dugaan Korupsi PPJ 28 Miliar yang Libatkan Wali Kota Ternate
GMNI Jakarta Timur Audiensi dengan Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Bahas Dugaan Pengadaan Korupsi Mesin Jahit dan Peran Pemuda dalam Pengawasan Hukum.
Fraksi PDIP Kota Tangerang Apresiasi APBD 2026: Insentif Pengurus Rumah Ibadah Diperluas untuk Semua Agama
LKPJ Ungkap Dugaan Penyimpangan Proyek Jalan; Enam Pejabat Diminta Dinonaktifkan
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Desember 2025 - 14:33 WIB

DPW IMABA Jabodetabek Gelar Musyawarah Wilayah XVI; Cetak Santri Progresif dan Revolusioner

Rabu, 3 Desember 2025 - 22:50 WIB

Masyarakat Situ Rompong Menolak Akuisisi Lahan Negara oleh PT Sahid Putra Harapan Berbekal SHGB BPN Tangsel

Rabu, 3 Desember 2025 - 19:02 WIB

Arief Wibowo Dorong Penguatan Kapasitas Guru Ngaji: Investasi SDM Kota Tangerang

Rabu, 3 Desember 2025 - 16:41 WIB

GMNI Tangerang Selatan Kecam Status Hukum dan Klaim Kepemilikan Lahan Situ Rompong Oleh Swasta

Sabtu, 29 November 2025 - 16:00 WIB

GMNI Jakarta Timur Audiensi dengan Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Bahas Dugaan Pengadaan Korupsi Mesin Jahit dan Peran Pemuda dalam Pengawasan Hukum.

Berita Terbaru