Pelantikan Prabowo-Gibran Diwarnai Aksi Mahasiswa

| PENAMARA . ID

Minggu, 20 Oktober 2024 - 23:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Massa Aksi: Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Tangerang.

Massa Aksi: Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Tangerang.

PENAMARA.ID | Tangerang – Upacara pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia Tahun 2024-2029 diwarnai aksi unjuk rasa oleh sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Cabang Tangerang di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Tangerang, pada minggu (20/10/2024).

Dalam aksi yang bertema “Adili Jokowi dan tolak pelantikan Prabowo-Gibran” menuai perhatian pengendara yang melintas.

Koordinator aksi, Aditya Nugraha menyampaikan indeks demokrasi selama kepemimpinan Jokowi Indonesia menurun, janji untuk meningkatkan ekonomi Indonesia sampai dengan berakhirnya masa jabatan presiden tidak kunjung tercapai.

“Nawa cita yang pernah dijanjikan Jokowi hari ini menjadi nawa dosa. Kita bisa lihat gimana Jokowi melakukan berbagai cara untuk memuluskan jalan anaknya Gibran untuk jadi Wakil Presiden, janji Jokowi meningkatkan ekonomi Indonesia hingga 7% juga tidak tercapai, hingga hari ini hanya sampai 5,1%,” Kata Aditya Nugraha dalam orasinya.

Ditempat yang sama, Jendral Lapangan Heru Andika mempersoalkan selama 2 periode Pemerintahan Jokowi hanya meninggalkan dosa-dosa yang harus ditanggung rakyat. Dari UU Cipta Kerja, belum tuntasnya pelanggaran HAM di Indonesia, hingga kriminalisasi yang marak terjadi.

“Kebijakan yang diambil oleh presiden Jokowi selama masa kepemimpinannya sangat kontroversial terhadap keinginan rakyat,” Tegas Heru Andika kepada wartawan.

Merespon aksi tersebut Ketua Umum Pengurus Cabang SEMMI Tangerang, Indri Damayanthi menyampaikan selama 10 tahun pemerintahan Jokowi hanyalah penderitaan yang diberikan kepada rakyat, bukan menyejahterakan rakyat.

“Jokowi hanya meninggalkan penderitaan untuk rakyat. Kita tahu sampai hari ini banyak masyarakat adat yang menjadi korban atas keserakahan Jokowi, bahkan UU masyarakat adat yang dijanjikan Jokowi belum juga disahkan hingga hari ini, juga kebijakan-kebijakan yang hanya merugikan rakyat seperti PP No. 28 Tahun 2024.” Kata Indri Damayanthi, Ketua SEMMI Tangerang.

Terakhir, SEMMI Tangerang mengingatkan bahwa Jokowi harus diadili atas segala kesalahan dan mereka menyatakan penolakan atas pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih 2024-2029.


Artikel Lain : Bentrok Terjadi Saat Mahasiswa UBK Dihadang Aparat Menuju DPR.

Penulis : Topan Bagaskara

Editor : Redaktur

Berita Terkait

Di Bawah Bayang-Bayang Rezim Prabowo dan Rule of Law yang Tersandera
Makan Bergizi Gratis yang Tak Pernah Bergizi dan Gratis; Proyek Bengis Pemerintahan Prabowo-Gibran
Kenaikan Anggaran Program MBG; Urgensi atau Ambisi Belaka?
Rakyat yang Menanggung, Negara yang Menghitung
Tiga Provinsi Terendam, Pemerintah Bilang Belum Tetapkan Bencana Nasional
Retorika Satu Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran; dari Janji ke Realisasi menuju Stagnasi
Krisis BBM Swasta; Rapuhnya Sistem Pengelolaan Energi Kita
DPR Bikin Emosi: Kok Bisa Orang-Orang ‘Kualitas Rendahan’ Duduk di Senayan?

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 22:41 WIB

Di Bawah Bayang-Bayang Rezim Prabowo dan Rule of Law yang Tersandera

Sabtu, 7 Februari 2026 - 04:01 WIB

Makan Bergizi Gratis yang Tak Pernah Bergizi dan Gratis; Proyek Bengis Pemerintahan Prabowo-Gibran

Jumat, 9 Januari 2026 - 00:04 WIB

Kenaikan Anggaran Program MBG; Urgensi atau Ambisi Belaka?

Kamis, 25 Desember 2025 - 00:11 WIB

Rakyat yang Menanggung, Negara yang Menghitung

Jumat, 28 November 2025 - 19:40 WIB

Tiga Provinsi Terendam, Pemerintah Bilang Belum Tetapkan Bencana Nasional

Berita Terbaru