Paradoks Pajak di Tengah Derita Rakyat

| PENAMARA . ID

Rabu, 20 Agustus 2025 - 21:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar: Istimewa

Gambar: Istimewa

Oleh: Wilda Cahyani

PENAMARA.id — Pajak hari ini bukan lagi sekadar instrumen negara untuk membangun, melainkan pisau bermata dua yang kerap menoreh perut rakyat, di tengah problem ekonomi yang kian menghimpit harga kebutuhan naik, upah stagnan, dan lapangan kerja seret rakyat justru dipaksa menyumbang lebih banyak melalui pungutan dan iuran, ironisnya, jerit rakyat itu sering ditutup oleh gegap gempita gedung-gedung megah dan angka-angka statistik pertumbuhan yang dingin.

Pajak sejatinya adalah kontrak sosial, rakyat rela menyetor sebagian hasil jerih payahnya demi kesejahteraan bersama. Namun, ketika pajak hanya terasa sebagai beban sementara fasilitas publik, pendidikan, dan kesehatan masih jauh dari kata layak, kontrak itu berubah jadi luka, rakyat membayar, tapi tak merasakan hadirnya negara di dapur mereka, di sekolah anak-anak mereka, ataupun di rumah sakit tempat mereka berobat.

Di sinilah paradoks itu menyakitkan, pajak dinaikkan, iuran diperas, tetapi jeritan rakyat dianggap sekadar derau di tengah rapat-rapat elite, negara lupa, bahwa setiap angka di laporan penerimaan pajak sesungguhnya adalah keringat, air mata, bahkan kadang darah rakyat kecil.

Maka, suara rakyat yang menjerit akibat problem ekonomi hari ini bukan sekadar keluhan, tapi alarm keras, negara harus kembali pada esensi pajak sebagai jembatan kesejahteraan, bukan palu yang memukul kepala mereka yang paling lemah sehingga paradoks pajak di tengah derita rakyat dapat lenyap.


Artikel Lain: Ketidakwajaran yang Wajar bagi Sang Raja

 

Penulis : Wilda Cahyani

Editor : Redaktur

Berita Terkait

Saat Bukti Bicara: Menatap Kepemimpinan yang Nyata
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 November 2025 - 14:53 WIB

Saat Bukti Bicara: Menatap Kepemimpinan yang Nyata

Rabu, 20 Agustus 2025 - 21:37 WIB

Paradoks Pajak di Tengah Derita Rakyat

Berita Terbaru

Siswa penerima MBG di SD MI Raudhatul Jannah, Kelurahan Pakujaya, Kecamatan Serpong Utara, Tangerang Selatan, Banten, 30 Mei 2025. Penamara/AgnesMonica

Nasional

Kenaikan Anggaran Program MBG; Urgensi atau Ambisi Belaka?

Jumat, 9 Jan 2026 - 00:04 WIB

Ilustrasi : Banksy, Seniman Jalanan Misterius | take via hot.detik.com

Esai

Terorisme: Kejahatan Luar Biasa Tanpa Yurisdiksi Jelas

Selasa, 6 Jan 2026 - 11:33 WIB