Alun-Alun Ahmad Yani, Kota Tangerang, Sabtu sore (27/12/2025), tak hanya dipenuhi aktivitas masyarakt. Di ruang publik itu, puluhan komunitas dari berbagai latar belakang berkumpul dalam satu tujuan yang sama yaitu menunjukkan solidaritas kemanusiaan bagi para korban bencana di Sumatra.
Mengusung tajuk Konser Amal Kemanusiaan, kegiatan yang diinisiasi Lintas Komunitas Kota Tangerang ini menjadi panggung kebersamaan masyarakat sipil. Dari komunitas seni, mahasiswa, bikers, scooteris, seniman, pelaku UMKM, hingga relawan sosial, seluruh elemen melebur dalam satu gerakan penggalangan dana.
Sejak pagi hari, kawasan alun-alun telah dipadati stan UMKM, lapak pakaian bekas layak pakai yang dijual seikhlasnya, hingga arena lelang barang-barang unik. Sejumlah karya seni lukis, motor tua, sepeda listrik, hingga barang koleksi komunitas dilelang, dengan seluruh hasil penjualan didedikasikan untuk membantu korban bencana alam di Sumatera.
Di atas panggung, musik bergantian mengalun. Grup musik SAMSAKA, Marjinal, Orkes Trotoar, hingga para seniman Kota Tangerang tampil menyuarakan empati. Di sela-sela pertunjukan, digelar pula senam bersama, pentas seni budaya, riding scooter se-Kota Tangerang, doa bersama, serta orasi-orasi kemanusiaan.
Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang, Andri S. Permana, yang hadir di tengah acara, menilai kegiatan ini sebagai bukti kuatnya solidaritas warga Kota Tangerang.
“Hari ini kita menghadiri konser kemanusiaan yang diinisiasi oleh Lintas Komunitas Kota Tangerang. Ini sebuah movement besar dari berbagai komunitas, dari latar belakang sosial, hobi, hingga profesi yang berbeda-beda,” kata Andri kepada wartawan Penamara.id
Menurut Andri, kegiatan ini menunjukkan bahwa kepedulian sosial di Kota Tangerang tidak berhenti pada wacana. “Hari ini menjadi pembuktian bahwa masyarakat Kota Tangerang punya nilai kepedulian dan solidaritas yang sangat tinggi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, konser amal ini merupakan puncak dari rangkaian panjang penggalangan dana yang telah dilakukan komunitas-komunitas tersebut selama beberapa pekan terakhir. Masing-masing komunitas bergerak dengan caranya sendiri.
“Komunitas bikers dan scooter melakukan penggalangan dengan metode mereka. Komunitas seni bahkan turun ke jalan, ngamen di titik-titik keramaian Kota Tangerang selama dua sampai tiga minggu terakhir. Hari ini adalah puncaknya, mereka merayakan kebersamaan,” kata Andri.
Bagi Andri, nilai utama dari kegiatan ini bukan semata besaran bantuan yang dikumpulkan, melainkan lahirnya kesadaran kolektif masyarakat sipil.
“Ini bukan yang pertama. Teman-teman komunitas ini sudah terlibat aktif dari berbagai peristiwa bencana, mulai dari tsunami hingga erupsi Semeru. Bedanya hari ini, semua energi digabungkan menjadi satu,” ujarnya.
Ia menilai, gerakan kolektif semacam ini menjadi cikal bakal movement sosial yang lahir dari masyarakat, bukan sekadar program seremonial.
“Value-nya jauh lebih besar bagi masyarakat Kota Tangerang dibanding sekadar bantuan yang kita kirim ke Sumatra. Ini membangun kesadaran, empati, dan budaya gotong royong,” kata Andri.
Terkait pengelolaan donasi, Andri memastikan seluruh dana yang terkumpul disalurkan sebagian secara terkoordinasi bersama Pemerintah Kota Tangerang dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan sebagian akan diberangkatkan langsung pada 2 Januari 2026.
“Karena ini kolektif, semuanya kita gabungkan menjadi satu donasi besar. Kemarin sudah dikumpulkan oleh Pemkot dan Baznas, dan ini menjadi gerakan lanjutan. Ke depan akan ada pengiriman relawan volume kedua pasca tahun baru,” ujarnya.
Ketua Pelaksana Konser Amal Kemanusiaan, Saiful Basri—yang akrab disapa Marcel—menyebut kegiatan ini merupakan bagian dari aksi kemanusiaan jangka panjang Lintas Komunitas Kota Tangerang.
“Aksi ini adalah aksi kemanusiaan Peduli Sumatra. Ini bukan kegiatan pertama dan akan terus kami lakukan untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” ujar Marcel.
Ia mengungkapkan, dalam penggalangan sebelumnya, Lintas Komunitas Kota Tangerang bersama Pemerintah Kota Tangerang telah berhasil menghimpun donasi hampir Rp1 miliar.
“Donasi itu sudah disalurkan oleh relawan kami yang berangkat beberapa minggu lalu, sebanyak 59 orang relawan,” katanya.
Bantuan yang dikirim meliputi logistik, kebutuhan dasar, serta bantuan lain sesuai kebutuhan masyarakat di lokasi bencana.
Sementara itu, khusus dalam konser amal kali ini, donasi yang terkumpul hingga sore hari telah mencapai puluhan juta rupiah. Marcel berharap jumlah tersebut terus bertambah hingga akhir acara.
“Kita berharap sampai ratusan juta rupiah. Semua hasil lelang dan donasi hari ini akan kami kumpulkan dan disalurkan ketika sudah layak untuk disampaikan,” ujarnya.
Salah satu daya tarik kegiatan ini adalah lelang barang-barang hasil karya komunitas. Mulai dari lukisan, sepeda, hingga motor roda dua dilelang kepada pengunjung.
“Ini hasil karya kawan-kawan komunitas Kota Tangerang. Hasil lelangnya seratus persen kita donasikan untuk korban bencana di Sumatra,” kata Marcel.
Menurut dia, keterlibatan komunitas dalam bentuk karya membuat solidaritas terasa lebih personal. “Ini bukan sekadar memberi uang, tapi memberi hasil jerih payah,” ujarnya.
Marcel menegaskan, kepedulian terhadap korban bencana sudah menjadi bagian dari identitas Lintas Komunitas Kota Tangerang.
“Kita sangat tergerak ketika ada bencana di Sumatra. Sebagai masyarakat, sudah menjadi kepatutan kita untuk peduli kepada saudara-saudara kita yang tertimpa musibah,” katanya.
Ia memastikan, aksi kemanusiaan serupa akan terus dilakukan ke depan. “Ini bukan yang terakhir. Relawan kita sudah dan masih berada di sana. Dan kita akan terus bergerak,” ujarnya.
Menjelang malam, alunan musik masih menggema di Alun-Alun Ahmad Yani. Di antara sorak penonton dan kepulan cahaya lampu panggung, konser amal itu menjadi penanda solidaritas warga Kota Tangerang tidak pernah padam, bahkan ketika jarak memisahkan mereka dengan para korban bencana di Sumatra.






