Memperbaiki Dunia Kesehatan yang Terancam Kekerasan Seksual

| PENAMARA . ID

Sabtu, 19 April 2025 - 14:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Arsip Penulis

Foto : Arsip Penulis

Oleh: Silmiatul Afiah

Indonesia lagi-lagi diperlihatkan fakta sosial oleh dua kasus yang sangat memprihatinkan, di mana tenaga medis menjadi pelaku kekerasan seksual terhadap pasien. Kasus pertama melibatkan seorang dokter di Jakarta yang diduga memperkosa anak pasien yang sedang dirawat. Kasus kedua terjadi di Garut, di mana seorang dokter kandungan terekam melakukan pelecehan seksual terhadap pasien di ruang pemeriksaan. Kedua kejadian ini menegaskan betapa lemahnya sistem pengawasan internal dalam dunia kesehatan kita dan ini menjadi tugas bersama untuk memperbaiki dunia kesehatan kita yang sangat terancam oleh para pelaku kekerasan seksual.

Sebagai anggota Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Komisariat Kesehatan Pamulang, saya merasa bahwa kasus-kasus ini lebih dari sekadar masalah individu. Kedua peristiwa ini menunjukkan kegagalan sistemik yang jauh lebih besar dalam dunia kesehatan kita. Jika kita melihat lebih dekat, kita akan menemukan banyak faktor yang memungkinkan predator medis ini untuk terus beraksi tanpa adanya mekanisme yang memadai untuk melindungi pasien. Dampak dari pelecehan seksual selain mengancam korban  juga dapat merusak kepercayaan publik terhadap dunia kesehatan kita secara umum. Maka, ini semua perlu mekanisme pengawasan dan pengaturan yang baik terhadap penanganan Kasus Kekerasan Seksual. Menciptakan ruang aman menjadi penting dan urgen mengingat banyaknya kasus kekerasan seksual yang terjadi saat ini.

Fenomena ini sebenarnya menuntut kita untuk mempertanyakan bagaimana mungkin sebuah profesi yang seharusnya mengutamakan kemanusiaan justru dapat menjadi tempat bersembunyi bagi para predator seksual. Seharusnya ruang medis adalah tempat yang aman bagi pasien, karena pasien sedang dalam posisi lemah dibanding dengan tenaga medis yang menanganinya sehingga diperlukan ruang aman di dunia kesehatan kita. Jika sistem kesehatan kita tidak segera diperbaiki, kejadian serupa pasti akan terus berulang.

Sebagai bagian dari generasi muda dan mahasiswi kesehatan, penulis tidak akan tinggal diam dalam melihat fenomena ini kekerasan ini. Kita harus memastikan bahwa dunia kesehatan kita harus berfungsi sebagaimana mestinya, dimana dapat memberikan rasa aman dan melindungi martabat pasien dan juga para tenaga medis. Dunia kesehatan kita tidak boleh menjadi tempat berkeliaran nya para pelaku pelecehan seksual. Kami berdiri bersama para korban dan mendukung keadilan yang transparan, serta mendorong agar dunia kesehatan kita dapat menjadi tempat yang aman dan bermartabat bagi setiap orang yang ada di dalamnya.

Perlu diingat bahwa urgensi memperbaiki dunia kesehatan kita dari para pelaku kekerasan seksual menjadi sangat relevan untuk ditindaklanjuti di tiap-tiap instansi kesehatan. Ini merupakan langkah awal untuk meminimalisir korban yang berjatuhan sehingga mekanisme penerapan pengaturan hukum yang mengikat terhadap para pelaku dalam dunia kesehatan menjadi bagian yang sangat penting.


Artikel Lainnya: Jerat Kekerasan Seksual di Institusi Kesehatan

Penulis : Silmiatul Afiah

Editor : Agnes Monica

Berita Terkait

“Eat The Rich” Sebab yang Dimakan Selama Ini Justru Orang Miskin
Logika Machiavelli Menguasai Demokrasi Indonesia
Bahaya Tersembunyi di Balik Revisi UU Polri bagi Demokrasi
Kolam Keruh Kebohongan dan Masyarakat yang Berhenti Peduli pada Kebenaran
Soekarno dan Seni Menjelaskan Indonesia dengan Bahasa yang Dipahami Rakyat
Jangan Gaduh Karena Banpres, Ibadah Kurban Seharusnya Membawa Kebahagiaan
Dialektika Ketimpangan: Antara Akumulasi Modal Marxian dan Pengkhianatan Amanat Marhaenisme
Spanduk Minta Maaf UGM Sebagai Simbol Keberanian atau Romantisme Perlawanan yang Steril?

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:50 WIB

“Eat The Rich” Sebab yang Dimakan Selama Ini Justru Orang Miskin

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:45 WIB

Logika Machiavelli Menguasai Demokrasi Indonesia

Rabu, 10 Juni 2026 - 03:23 WIB

Bahaya Tersembunyi di Balik Revisi UU Polri bagi Demokrasi

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:38 WIB

Kolam Keruh Kebohongan dan Masyarakat yang Berhenti Peduli pada Kebenaran

Minggu, 7 Juni 2026 - 14:16 WIB

Soekarno dan Seni Menjelaskan Indonesia dengan Bahasa yang Dipahami Rakyat

Berita Terbaru