May Day; Sebuah Gerakan Mengungkap Pertentangan Kelas

| PENAMARA . ID

Kamis, 1 Mei 2025 - 19:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah buruh dari berbagai serikat buruh melakukan aksi pada saat peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di kawasan Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta, Rabu (1/5/2019). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/ama.

Sejumlah buruh dari berbagai serikat buruh melakukan aksi pada saat peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di kawasan Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta, Rabu (1/5/2019). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/ama.

Setiap 1 Mei kita merayakan May Day yang merupakan sebuah gerakan peringatan setiap tahun yang dijadikan sebagai momen perlawanan bagi para kelas pekerja di seluruh dunia. Tak sekedar hanya momentum tahunan, May Day sebenarnya mengandung makna perlawanan yang sangat mendalam dan radikal karena kita akan berbicara soal bagaimana akhirnya para kelas pekerja mendapat tempat untuk mengekspresikan gerakan politis yang menyangkut dengan hajat hidup para pekerja itu sendiri di seluruh dunia.

Perayaan 1 Mei, atau May Day, membuat orang bersemangat karena yang diperingati adalah sebuah perlawanan, sebuah pengorbanan, sebuah perjuangan, yang berujung dengan kemenangan. May Day membuat orang merasa mewarisi sebuah harapan—sebuah harapan akan penghidupan yang lebih sejahtera di masa mendatang.

Seperti disebutkan diawal, perayaan May Day bukanlah sekedar momentum tahunan yang dirayakan oleh para kelas pekerja di seluruh dunia. Momen ini yang selalu digunakan oleh para kelas pekerja untuk menyuarakan hak-hak mereka yang selama ini dihisap oleh para kapitalis melalui nilai lebih dari hasil kerja mereka. Momen ini juga merupakan ajang perlawanan radikal dalam memberangus cara-cara kotor para kapital dalam menghisap setiap tenaga kerja yang tak lain tak bukan adalah para kelas pekerja itu sendiri.

Berangkat dari sejarah, lahirnya May Day adalah sebagai bentuk perlawanan terhadap sistem yang dibentuk oleh para borjuis yang menindas para kelas pekerja. Dimulai dari tuntutan terhadap pemberian beban kerja yang berlebihan terhadap para kelas pekerja, sehingga mereka menuntut pengurangan jam kerja dari yang sebelumnya bisa mencapai 10-12 jam kerja dalam sehari menjadi 8 jam kerja dalam sehari. Bisa dibayangkan betapa tertindasnya para kelas pekerja jika waktu mereka untuk bekerja dalam sehari mencapai 10-12 jam dengan upah yang tidak sepadan dengan waktu yang mereka berikan untuk bekerja.

Setelah terjadinya revolusi industri di Inggris dan revolusi politik di Perancis pada abad ke-18, muncul sebuah masyarakat baru yang disebut Karl Marx, sebagai masyarakat kapitalis. Dalam Manifesto Partai Komunis, Karl Marx dan Frederick Engels menjelaskan ciri-ciri masyarakat baru ini dengan sebutan masyarakat borjuis modern yang ternyata tidak menghilangkan pertentangan kelas-kelas dalam masyarakat. Mereka hanya menciptakan kelas-kelas baru, penindasan gaya baru, dan perjuangan yang baru sebagai ganti dari penindasan yang lampau. Dampak dari ini semua adalah semakin menguatnya pertentangan-pertentangan kelas yang ada di dalam masyarakat, yang akrab kita sebut dengan golongan borjuasi dan proletariat.

Berangkat dari Analisa dalam Manifesto tersebut, kita sebenarnya dapat melihat bahwa kelangsungan kehidupan masyarakat borjuis adalah hasil penghisapan atas para kaum proletariat. Penghisapan yang terjadi kemudian memberikan ruang sempit terhadap para kelas pekerja sehingga mereka terjebak dalam labirin penindasan kaum borjuis. Seluruh kehidupan para kelas pekerja hanya sekedar untuk mempertahankan kehidupan mereka agar bisa bekerja di esok hari. Dalam Manifesto, proletariat adalah sebuah kelas yang hanya hidup selama mereka mendapat pekerjaan, dan hanya mendapat pekerjaan selama kerja mereka memperbesar kapital.

Melalui momentum May Day ini saya ingin mengajak pembaca untuk merefleksikan gerakan May Day yang sudah hidup lama dalam sejarah gerakan para kelas pekerja di seluruh dunia. Spirit tentang perlawanan akan pertentangan kelas menjadi modal penting untuk mengubah struktur sosial dalam masyarakat yang dibentuk oleh kacamata para borjuis. Ini yang kemudian menjadi peringatan bersejarah yang tidak hanya sekedar sebagai momentum tahunan belaka, tetapi bagaimana kita semua bisa memaknai dengan baik bahwa May Day adalah sebuah gerakan untuk mengungkap pertentangan kelas yang ada di dalam masyarakat kita, dari dulu dan bahkan sampai sekarang.

Pada akhirnya, peringatan May Day yang sudah diperingati lebih dari 100 tahun yang lalu ini jangan sampai berlalu begitu saja. Peringatan ini harus selalu menjadi alat perjuangan bagi kita semua bahwa selama pertentangan kelas dalam masyarakat kita masih terus terawat oleh para kaum borjuis untuk memeras keringat para kelas pekerja, selama itu pula perjuangan kita belum pernah selesai. Harapan terhadap masyarakat yang adil menjadi bagian penting dari momen May Day yang ada, karena pada hakikatnya, perayaan May Day ini sebenarnya sebuah gerakan untuk mengungkap pertentangan kelas dalam masyarakat kita, karena dampak dari nilai lebih yang dihisap oleh para kaum borjuis, dari hasil kerja para kelas pekerja.


Artikel Lain: Insentif Produksi dan Hilirisasi Ketahanan Pangan Nusantara

Penulis : Agnes Monica

Editor : Redaktur

Berita Terkait

Di Bawah Bayang-Bayang Rezim Prabowo dan Rule of Law yang Tersandera
Makan Bergizi Gratis yang Tak Pernah Bergizi dan Gratis; Proyek Bengis Pemerintahan Prabowo-Gibran
Kenaikan Anggaran Program MBG; Urgensi atau Ambisi Belaka?
Rakyat yang Menanggung, Negara yang Menghitung
Tiga Provinsi Terendam, Pemerintah Bilang Belum Tetapkan Bencana Nasional
Retorika Satu Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran; dari Janji ke Realisasi menuju Stagnasi
Krisis BBM Swasta; Rapuhnya Sistem Pengelolaan Energi Kita
DPR Bikin Emosi: Kok Bisa Orang-Orang ‘Kualitas Rendahan’ Duduk di Senayan?

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 22:41 WIB

Di Bawah Bayang-Bayang Rezim Prabowo dan Rule of Law yang Tersandera

Sabtu, 7 Februari 2026 - 04:01 WIB

Makan Bergizi Gratis yang Tak Pernah Bergizi dan Gratis; Proyek Bengis Pemerintahan Prabowo-Gibran

Jumat, 9 Januari 2026 - 00:04 WIB

Kenaikan Anggaran Program MBG; Urgensi atau Ambisi Belaka?

Kamis, 25 Desember 2025 - 00:11 WIB

Rakyat yang Menanggung, Negara yang Menghitung

Jumat, 28 November 2025 - 19:40 WIB

Tiga Provinsi Terendam, Pemerintah Bilang Belum Tetapkan Bencana Nasional

Berita Terbaru