Di tengah memanasnya suhu politik nasional dan derasnya persoalan rakyat yang menuntut keberpihakan, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Lebak justru menarik rem darurat. Aksi demonstrasi yang sebelumnya digaungkan, mendadak dibatalkan tanpa penjelasan jelas. Sebagai gantinya, KNPI memilih menggelar sebuah “dialog” yang menuai kritik karena dinilai tak lebih dari panggung basa-basi.
Keputusan ini sontak memicu kekecewaan di kalangan aktivis dan pemuda akar rumput. Banyak pihak mempertanyakan keberanian dan integritas KNPI sebagai organisasi kepemudaan yang seharusnya berdiri di garda terdepan dalam menyuarakan kepentingan rakyat.
“KNPI dan pemerintah daerah mestinya jadi penyambung lidah aspirasi masyarakat ke pusat. Bukan malah menggelar dialog di ruang semu. Semua perlu merasakan langsung apa yang menjadi persoalan di tengah masyarakat,” ujar Wildan, Ketua Bidang Politik DPC GMNI Lebak, kepada wartawan, Senin (1/9).
Wildan menilai apa yang dilakukan KNPI tak ubahnya pengalihan isu. “Ini bukan dialog, ini panggung pengalihan isu. Ketika rakyat menjerit, pemuda justru memilih diam dalam pendingin ruangan sambil berdialog tanpa arah. Apa yang mau dibahas kalau keberanian pun tak ada?” tegasnya.
Batalnya aksi tersebut memunculkan dugaan adanya tekanan maupun kompromi politik di balik keputusan itu. Sebab, semangat perubahan yang semula dikumandangkan, kini diredam oleh narasi “dialog” yang dinilai hambar dan jauh dari substansi persoalan.
Lebih jauh, dinamika forum yang disebut sebagai dialog itu justru menambah kontroversi. Sejumlah kader mahasiswa mengaku mendapat perlakuan tidak pantas dari oknum pengurus KNPI Lebak. Salah satunya menimpa kader GMNI Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Setiabudi. “Alih-alih menyelesaikan masalah, forum itu malah mencoreng nama baik organisasi pemuda,” ungkap salah seorang aktivis mahasiswa yang enggan disebut namanya.
Kekecewaan kian meluas. Banyak kalangan menilai KNPI telah gagal menjalankan fungsinya sebagai motor penggerak perubahan. “Kalau begini caranya, KNPI bukan lagi motor perubahan, tapi malah jadi rem tangan gerakan pemuda. Ini kemunduran serius. Pemuda sejati lahir di jalanan, bersuara lantang ketika ketidakadilan dibiarkan terjadi,” imbuh Wildan.
Penulis : Pujiawan
Editor : Redaktur






