Ketika ‘Reformasi Polri’ adalah Jawaban

| PENAMARA . ID

Jumat, 29 Agustus 2025 - 12:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sarinah Bunga, Kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Komisariat Kesehatan Unpam | Gambar: Istimewa

Sarinah Bunga, Kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Komisariat Kesehatan Unpam | Gambar: Istimewa

Kekecewaan kami sudah tidak dapat lagi terbendung, ‘Reformasi Polri’ adalah jawaban. Ketika aparat kepolisian yang memberikan slogan “Hadir untuk Melindungi, Mengayomi dan Melayani Masyarakat” yang seharusnya menjadi pelindung justru pada hari ini berubah menjadi algojo, kembali menuaikan rasa kecewa dan ketakutan di hati rakyat, lagi-lagi, ‘Reformasi Polri’ adalah jawaban.

Telah beredar di media sosial, rekaman memilukan mengenai saudara kita seorang ojek online bagian dari rakyat kecil yang setiap hari berjuang hanya untuk sesuap nasi justru menjadi korban kebrutalan aparat kepolisian.

Beliau terlindas oleh kendaraan yang ironisnya dibeli dari hasil jerih parah rakyat, yang selalu ditarik oleh negara atas nama kepentingan negara yang bernama pajak. Apakah kini di Bumi Pertiwi ini, nyawa semurah itu? apakah kini keadilan hanya slogan yang dibungkam oleh ban-ban kendaraan represif? Kemana larinya Philosophische Grondslag bangsa ini? Tindakan yang dilakukan oleh aparat hari ini bukan hanya sekedar pelanggaran etika, tapi juga bentuk penghinaan terhadap demokrasi dan kemanusiaan.

Dari kekecewaan ini lahirlah perlawanan. Perlawanan yang bukan dalam bentuk kekerasan, melainkan dalam bentuk suara lantang yang menolak untuk diam. Kami sebagai rakyat jelas sangat kecewa. Rakyat menuntut pertanggungjawaban. Rakyat menolak normalisasi kekerasan yang dilakukan oleh aparat. Kami menolak uang dari hasil jerih payah kami yang hanya dipakai untuk sekedar membeli alat yang juga dipakai untuk menindas kami sendiri.

Kita berdiri bersama keluarga korban, bersama seluruh masyarakat yang merasa tidak aman di negeri yang seharusnya menjadi rumah untuk seluruh rakyatnya. Kami melawan. Tidak ada kekuasaan yang lebih besar daripada suara rakyat yang di dengar.

Buntut dari semua ini ada ketidakpercayaan terhadap lembaga Polri yang kian hari kian menyakitkan dan selalu menebar rasa takut. Hari ini, kami semakin yakin bahwa ‘Reformasi Polri’ adalah jawaban paling tepat atas semua penderitaan kami.

‘Reformasi Polri’ menjadi pintu gerbang emas yang aman menghantarkan rakyat terbebas dari ketakutan yang ditimbulkan oleh Polri. Sekali lagi, ‘Reformasi Polri’ adalah jawaban atas ujian kali ini.


Baca lagi yang lain: GMNI Tangsel Kutuk Brutalitas Polisi dalam Aksi Demonstrasi di DPR RI

 

Penulis : Bunga Rizki

Editor : Agnes Monica

Berita Terkait

Di Bawah Bayang-Bayang Rezim Prabowo dan Rule of Law yang Tersandera
Makan Bergizi Gratis yang Tak Pernah Bergizi dan Gratis; Proyek Bengis Pemerintahan Prabowo-Gibran
Kenaikan Anggaran Program MBG; Urgensi atau Ambisi Belaka?
Rakyat yang Menanggung, Negara yang Menghitung
Tiga Provinsi Terendam, Pemerintah Bilang Belum Tetapkan Bencana Nasional
Retorika Satu Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran; dari Janji ke Realisasi menuju Stagnasi
Krisis BBM Swasta; Rapuhnya Sistem Pengelolaan Energi Kita
DPR Bikin Emosi: Kok Bisa Orang-Orang ‘Kualitas Rendahan’ Duduk di Senayan?

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 22:41 WIB

Di Bawah Bayang-Bayang Rezim Prabowo dan Rule of Law yang Tersandera

Sabtu, 7 Februari 2026 - 04:01 WIB

Makan Bergizi Gratis yang Tak Pernah Bergizi dan Gratis; Proyek Bengis Pemerintahan Prabowo-Gibran

Jumat, 9 Januari 2026 - 00:04 WIB

Kenaikan Anggaran Program MBG; Urgensi atau Ambisi Belaka?

Kamis, 25 Desember 2025 - 00:11 WIB

Rakyat yang Menanggung, Negara yang Menghitung

Jumat, 28 November 2025 - 19:40 WIB

Tiga Provinsi Terendam, Pemerintah Bilang Belum Tetapkan Bencana Nasional

Berita Terbaru