Jokowi Masih Dianggap Bos, “Matahari Kembar” Pemerintahan Prabowo?

| PENAMARA . ID

Rabu, 16 April 2025 - 19:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ganjar Pranono | Sumber: IniKata.co.id

Ganjar Pranono | Sumber: IniKata.co.id

Ganjar Pranowo, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), menanggapi politikus PKS Mardani Ali Sera yang menyebut para menteri kabinet Presiden Prabowo Subianto menemui Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) menimbulkan kesan ‘matahari kembar’.

Ganjat mengatakan tidak boleh ada matahari kembar karena akan membuat bingung pemimpin dan anak buat. “Iya gak boleh matahati kembar, masa mataharinya kembar. Nanti pemimpinnya bingung anak buahnya bingung,” ujar Ganjar, usai menghadiri teater seni musik di Gedung Kesenian Indonesia, Jakarta. Selasa (15/4).

Meski begitu, ia enggan berkomentar banyak soal anggapan para menteri di kabinet Prabowo menyebut Joko Widodo sebagai “bos”. Menurutnya, para menteri ini dulunya juga anak buah Jokowi saat masih duduk di pemerintahan, “kan mereka dulu menterinya,” kata Ganjar.

Jadi mungkin “dia [para menteri] pasti dapat rekomendasi dari dia,” tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono dan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menemui Jokowi di Solo. Dikutip dari DetikJateng, Jumat (11/4), Trenggono mengatakan kedatangannya untuk menjalin silaturahmi dengan Jokowi di momen lebaran.

Dia menganggap Jokowi sebagai bosnya, baik saat menjabat menteri di era Jokowi maupun Prabowo. “Silaturahmi sama bekas bos saya, sekarang masih bos saya,” katanya seusai pertemuan dengan Jokowi, Jumat (11/4).

Setelah Trenggono meninggalkan kediaman Jokowi, giliran Menkes Budi yang masuk ke kediaman Jokowi. Sebelum Trenggono dan Budi, Menteri Koordinator (Menko) Pangan Zulkifli Hasan juga menemui Jokowi di kediamannya di Solo pada Kamis (10/4).

Pada Rabu (9/4) malam, Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) Bahlil Lahadalia bersama keluarga serta Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji juga menemui Jokowi.

PKS merespons perihal itu. Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan silaturahmi baik, tetapi jangan sampai ada matahari kembar. “Ya, yang pertama tentu silaturahmi tetap baik ya, tapi yang kedua tidak boleh ada matahari kembar,” kata Mardani kepada wartawan, Jumat (11/4).


Artikel Lain : Diambang Kebangkitan Orba dan Penghancuran Reformasi

Penulis : Ari Sujatmiko

Editor : Redaktur

Berita Terkait

Makan Bergizi Gratis yang Tak Pernah Bergizi dan Gratis; Proyek Bengis Pemerintahan Prabowo-Gibran
Kenaikan Anggaran Program MBG; Urgensi atau Ambisi Belaka?
Rakyat yang Menanggung, Negara yang Menghitung
Tiga Provinsi Terendam, Pemerintah Bilang Belum Tetapkan Bencana Nasional
Retorika Satu Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran; dari Janji ke Realisasi menuju Stagnasi
Krisis BBM Swasta; Rapuhnya Sistem Pengelolaan Energi Kita
DPR Bikin Emosi: Kok Bisa Orang-Orang ‘Kualitas Rendahan’ Duduk di Senayan?
GMNI Tangsel Kecam Arogansi Brimob, Tuntut Copot Kapolri
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 04:01 WIB

Makan Bergizi Gratis yang Tak Pernah Bergizi dan Gratis; Proyek Bengis Pemerintahan Prabowo-Gibran

Jumat, 9 Januari 2026 - 00:04 WIB

Kenaikan Anggaran Program MBG; Urgensi atau Ambisi Belaka?

Kamis, 25 Desember 2025 - 00:11 WIB

Rakyat yang Menanggung, Negara yang Menghitung

Jumat, 28 November 2025 - 19:40 WIB

Tiga Provinsi Terendam, Pemerintah Bilang Belum Tetapkan Bencana Nasional

Senin, 13 Oktober 2025 - 16:13 WIB

Retorika Satu Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran; dari Janji ke Realisasi menuju Stagnasi

Berita Terbaru