PENAMARA.id — Organisasi Himpunan Mahasiswa Sumatra Selatan (HMS) Se-Jabodetabek gelar Latihan Dasar Organisasi dengan tema “Mewujudkan Kepemimpinan Organisasi HMS serta Melahirkan Regenerasi Potensial yang Berintegrasi Tinggi dan Progresif Revolusioner“. Latihan Dasar Organisasi ini diselenggarakan pada tanggal 28-29 Juni 2025 yang berlokasi Wisma Griya Sahba DPR RI, Bogor, Jawa Barat.
Lensa Sakban, Selaku Ketua Umum Organisasi HMS, dalam sambutannya mengatakan “sebagai generasi intelektual yang berada di garda depan perubahan, mahasiswa memiliki tanggung jawab historis dalam menjaga arah dan marwah pembangunan daerah. Di tengah dinamika politik yang kerap kali dikendalikan oleh kepentingan pragmatis, mahasiswa harus tampil sebagai elemen kontrol yang aktif, kritis, dan transformatif. Terlebih di Sumatera Selatan daerah yang kaya akan sumber daya namun belum sepenuhnya lepas dari jeratan oligarki dan politik transaksional maka dari pada itu peran mahasiswa menjadi sangat krusial.“
Organisasi Himpunan Mahasiswa Sumatera Selatan (HMS) bukan hanya wadah berhimpun, tetapi harus menjadi lokomotif perubahan. Dalam mewujudkan kepemimpinan organisasi HMS berarti menghadirkan sosok pemimpin yang tidak hanya cakap dalam manajerial, tetapi juga punya visi kebangsaan, integritas moral, dan keberanian politik.” tambahnya.
Sekitar 39 orang peserta yang mengikuti Latihan Dasar Organisasi berasal dari berbagai universitas yang berada Se-Jabodetabek. Acara ini dihadiri juga oleh pemateri berpengalaman seperti Dr. Surya Oktariana,S.H.,M.HUM, Novri Agustina, Akil Maulidan serta Harda Belly selaku pembina organisasi Himpunan Mahasiswa Sumatra selatan (HMS) ikut dalam memberikan materi kepada peserta Latihan Dasar Organisasi.
Sebelum acara penutupan Latihan Dasar Organisasi, Pembina Organisasi Himpunan Mahasiswa Sumatra Selatan mengungkapkan harapan besarnya kepada anggota yang baru bergabung dengan mengatakan “Harapan saya kepada kawan-kawan peserta ini sangat besar, dalam konteks politik daerah, HMS harus hadir sebagai kekuatan moral dan intelektual. Mahasiswa Sumatera Selatan harus mengawal kebijakan publik, menyoroti kebobrokan pemerintahan, dan memberikan alternatif solusi dari perspektif rakyat. Politik lokal harus dipandang sebagai ruang kontestasi ide, bukan arena jual beli kepentingan. Maka, HMS harus membentuk tim kajian politik, advokasi kebijakan publik, dan membangun jaringan strategis dengan mengontrol kebijakan pemerintah daerah untuk memastikan suara rakyat tidak teredam” ujar Harda Belly.

“Nilai kritis mahasiswa tidak cukup disuarakan di media sosial atau dalam forum-forum diskusi semata. Ia harus diwujudkan dalam aksi nyata mengorganisasi massa, memperjuangkan aspirasi daerah, dan memantau jalannya kekuasaan. Ketika HMS mampu mencetak regenerasi dengan daya pikir kritis, tindakan revolusioner, dan komitmen etis yang tinggi, maka Sumatera Selatan tidak hanya akan memiliki pemimpin masa depan, tetapi juga gerakan yang menjaga nurani demokrasi. Tentunya harapan ini berdasar dari kondisi sosial dan politik yang terjadi saat ini di Masyarakat” sambungnya.
Artikel Lainnya: Mahasiswa Duduki Gedung DPRD Sumatera Utara, Tolak Kenaikan PPN
Penulis : Birzu
Editor : Agnes Monica






