Hijaukan Pesisir, FORHATI dan MD KAHMI Tanam 2.000 Mangrove

| PENAMARA . ID

Senin, 12 Mei 2025 - 18:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan Tanam Dua Ribu Mangrove di kawasan Ketapang Urban Aquaculture, Mauk, pesisir Kabupaten Tangerang. | Dokumentasi: Humas Kegiatan

Kegiatan Tanam Dua Ribu Mangrove di kawasan Ketapang Urban Aquaculture, Mauk, pesisir Kabupaten Tangerang. | Dokumentasi: Humas Kegiatan

Dalam rangka menjaga ekosistem pesisir dan mendukung pelestarian lingkungan, Forum Alumni HMI-Wati (FORHATI) Nasional bersama Majelis Daerah Korps Alumni HMI (MD KAHMI) Kabupaten Tangerang menyelenggarakan aksi penanaman 2.000 pohon mangrove di kawasan Ketapang Urban Aquaculture, Mauk, pesisir Kabupaten Tangerang, pada Senin (12/5).

Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh dari tingkat nasional hingga daerah. Hadir di antaranya Presidium FORHATI Nasional: Jamilah Abdul Gani, Anita Ariyani, dan Sri Novakandi; Dewan Penasehat FORHATI Nasional: Hanifah Husein dan Gefarina Djohan; serta Presidium Majelis Nasional KAHMI.

Dari tingkat wilayah dan daerah, turut hadir Presidium MW KAHMI Banten, Moh. Bahri; serta Presidium MD KAHMI Kabupaten Tangerang, Hari Mahardika dan Abdul Haris Mansyur. Pemerintah daerah juga menunjukkan dukungan penuh, yang ditandai dengan kehadiran langsung Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid.

Jamilah Abdul Gani menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari amanah konstitusional dalam menjaga lingkungan. “Sebagai alumni HMI-Wati, kami membawa semangat keumatan dan kebangsaan yang juga terwujud dalam aksi nyata menyelamatkan lingkungan pesisir,” ujarnya.

Moh. Bahri menambahkan bahwa KAHMI perlu menjadi pelopor dalam gerakan sosial dan lingkungan. “Kegiatan ini adalah bentuk pengabdian alumni HMI untuk masyarakat dan bumi kita. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga kita semua,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Presidium MD KAHMI Tangerang, Hari Mahardika, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan ajakan terbuka kepada masyarakat untuk turut menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

“Hari ini kita hadir bukan hanya untuk menanam, tetapi juga membuktikan bahwa masyarakat mampu terlibat langsung dalam gerakan pelestarian lingkungan. Kegiatan seperti ini rutin kami lakukan setiap tahun dan menjadi bagian dari peringatan hari-hari nasional penting yang memiliki nilai sosial dan ekologis,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. “Kami berencana mengembangkan program penanaman ini ke wilayah lain, seperti di daerah Kemiri, tepatnya Patramanggala. Ini adalah komitmen jangka panjang. Penanaman bukan hanya soal menanam sekali, tetapi harus dipelihara agar bisa memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.”

Lebih lanjut, Hari menegaskan pentingnya memberikan teladan konkret bagi pemerintah dan masyarakat. “Kegiatan ini bisa menjadi contoh bahwa kita mampu. Tidak hanya memberikan masukan kepada pemerintah, tetapi juga turun langsung menjaga lingkungan,” pungkasnya.

Dalam sambutannya, Bupati Tangerang mengapresiasi inisiatif FORHATI dan KAHMI, serta menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam upaya pelestarian lingkungan.

Melalui kegiatan ini, FORHATI dan KAHMI berharap dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk turut serta dalam gerakan penghijauan di wilayah pesisir, sekaligus memperkuat sinergi untuk menjaga kelestarian lingkungan di Indonesia.

Artikel Lain :

Pemprov Banten Gelontorkan 60 Miliar untuk Jalan Desa

Stunting di Tengah Surplus Panen jadi Ironi Pandeglang

Warga Cimone Terancam Digusur Tanpa Kompensasi, Minta Keadilan

Penulis : Ginanjar Putro Wicaksono

Editor : Redaktur

Berita Terkait

Aktivis Soroti Limbah Peternakan Sapi Diduga Milik Anggota DPRD Banten
Pendidikan, Outsourcing, dan MBG Jadi Sorotan dimimbar Bebas GMNI Kota Tangerang
UPTD PPA Tangerang Dampingi Korban Asusila Cipondoh Sejak 27 April
Pendidikan Gelap di Provinsi Banten
Guru Honorer Masih Tersisa, Disdik Kota Tangerang Sebut jadi PR Nasional
Website DPRD Lebak Diretas, Muncul Pesan “Hentikan MBG”
Gadis 17 Tahun di Tangerang jadi Korban Asusila Usai Diberi Alkohol
Tak Mau Hardiknas Jadi Seremoni, GMNI Lebak Turun ke Jalan Desak RUU Sisdiknas

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 22:33 WIB

Aktivis Soroti Limbah Peternakan Sapi Diduga Milik Anggota DPRD Banten

Kamis, 7 Mei 2026 - 22:03 WIB

Pendidikan, Outsourcing, dan MBG Jadi Sorotan dimimbar Bebas GMNI Kota Tangerang

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:32 WIB

UPTD PPA Tangerang Dampingi Korban Asusila Cipondoh Sejak 27 April

Selasa, 5 Mei 2026 - 00:58 WIB

Pendidikan Gelap di Provinsi Banten

Senin, 4 Mei 2026 - 17:22 WIB

Guru Honorer Masih Tersisa, Disdik Kota Tangerang Sebut jadi PR Nasional

Berita Terbaru

Pen·dapat

Indonesia, Sampah, dan Ancaman Emisi Metana

Sabtu, 9 Mei 2026 - 11:32 WIB