Dalam rangka menjaga ekosistem pesisir dan mendukung pelestarian lingkungan, Forum Alumni HMI-Wati (FORHATI) Nasional bersama Majelis Daerah Korps Alumni HMI (MD KAHMI) Kabupaten Tangerang menyelenggarakan aksi penanaman 2.000 pohon mangrove di kawasan Ketapang Urban Aquaculture, Mauk, pesisir Kabupaten Tangerang, pada Senin (12/5).
Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh dari tingkat nasional hingga daerah. Hadir di antaranya Presidium FORHATI Nasional: Jamilah Abdul Gani, Anita Ariyani, dan Sri Novakandi; Dewan Penasehat FORHATI Nasional: Hanifah Husein dan Gefarina Djohan; serta Presidium Majelis Nasional KAHMI.
Dari tingkat wilayah dan daerah, turut hadir Presidium MW KAHMI Banten, Moh. Bahri; serta Presidium MD KAHMI Kabupaten Tangerang, Hari Mahardika dan Abdul Haris Mansyur. Pemerintah daerah juga menunjukkan dukungan penuh, yang ditandai dengan kehadiran langsung Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid.
Jamilah Abdul Gani menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari amanah konstitusional dalam menjaga lingkungan. “Sebagai alumni HMI-Wati, kami membawa semangat keumatan dan kebangsaan yang juga terwujud dalam aksi nyata menyelamatkan lingkungan pesisir,” ujarnya.
Moh. Bahri menambahkan bahwa KAHMI perlu menjadi pelopor dalam gerakan sosial dan lingkungan. “Kegiatan ini adalah bentuk pengabdian alumni HMI untuk masyarakat dan bumi kita. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga kita semua,” katanya.
Sementara itu, Koordinator Presidium MD KAHMI Tangerang, Hari Mahardika, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan ajakan terbuka kepada masyarakat untuk turut menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
“Hari ini kita hadir bukan hanya untuk menanam, tetapi juga membuktikan bahwa masyarakat mampu terlibat langsung dalam gerakan pelestarian lingkungan. Kegiatan seperti ini rutin kami lakukan setiap tahun dan menjadi bagian dari peringatan hari-hari nasional penting yang memiliki nilai sosial dan ekologis,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. “Kami berencana mengembangkan program penanaman ini ke wilayah lain, seperti di daerah Kemiri, tepatnya Patramanggala. Ini adalah komitmen jangka panjang. Penanaman bukan hanya soal menanam sekali, tetapi harus dipelihara agar bisa memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.”
Lebih lanjut, Hari menegaskan pentingnya memberikan teladan konkret bagi pemerintah dan masyarakat. “Kegiatan ini bisa menjadi contoh bahwa kita mampu. Tidak hanya memberikan masukan kepada pemerintah, tetapi juga turun langsung menjaga lingkungan,” pungkasnya.
Dalam sambutannya, Bupati Tangerang mengapresiasi inisiatif FORHATI dan KAHMI, serta menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam upaya pelestarian lingkungan.
Melalui kegiatan ini, FORHATI dan KAHMI berharap dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk turut serta dalam gerakan penghijauan di wilayah pesisir, sekaligus memperkuat sinergi untuk menjaga kelestarian lingkungan di Indonesia.
Artikel Lain :
Pemprov Banten Gelontorkan 60 Miliar untuk Jalan Desa
Stunting di Tengah Surplus Panen jadi Ironi Pandeglang
Warga Cimone Terancam Digusur Tanpa Kompensasi, Minta Keadilan
Penulis : Ginanjar Putro Wicaksono
Editor : Redaktur






