PENAMARA.id — Memperingati Hari Tani Nasional yang jatuh setiap 24 September, Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Andri S. Permana menegaskan komitmennya untuk terus berpihak pada kaum tani sebagai pilar utama penyangga ketahanan pangan dan kedaulatan bangsa. Politisi muda dari PDI Perjuangan itu memanfaatkan momentum ini dengan turun langsung mendengarkan aspirasi para petani yang masih bertahan di tengah pesatnya pembangunan Kota Tangerang.
“Ini bentuk keberpihakan PDI Perjuangan terhadap petani sebagai penyedia pangan, sumber kehidupan, sekaligus penyangga kedaulatan bangsa,” ujar Andri saat berdialog dengan para petani di Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Neglasari, Selasa (23/9).
Dalam pertemuan tersebut, Andri menyoroti masih banyaknya lahan tidur di Kota Tangerang yang justru dimanfaatkan oleh petani dari luar daerah. Kondisi ini menurutnya menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pemerintah daerah untuk lebih serius mendorong sektor pertanian lokal agar tetap eksis di tengah keterbatasan lahan dan derasnya arus urbanisasi.
Ia pun mengajak Pemerintah Kota Tangerang, khususnya Dinas Ketahanan Pangan, untuk lebih proaktif mengidentifikasi potensi lahan produktif dan mengembangkan program pendampingan yang mampu meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan petani. “Kota Tangerang memiliki potensi besar untuk menciptakan sumber pendapatan dan penghidupan bagi masyarakat melalui pertanian. Jika dikelola dengan baik, ini bisa menjadi kekuatan ekonomi sekaligus menjaga ketahanan pangan di tingkat lokal,” tuturnya.
Menurut Andri, perhatian terhadap petani tidak hanya sebatas pada penyediaan lahan, tetapi juga dukungan dalam hal teknologi, akses permodalan, dan pemasaran hasil panen. “Petani adalah garda terdepan penyedia pangan. Sudah seharusnya mereka mendapat prioritas dalam kebijakan pembangunan, meskipun kita hidup di wilayah perkotaan yang terus berkembang,” tegasnya.
Hari Tani Nasional diperingati setiap 24 September sebagai pengingat lahirnya Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) 1960, yang menjadi tonggak penting dalam upaya mewujudkan reforma agraria dan kedaulatan pangan. Bagi Andri, semangat tersebut tetap relevan di tengah tantangan modernisasi dan keterbatasan lahan pertanian di daerah perkotaan seperti Kota Tangerang.
“Kita harus menjaga keseimbangan antara pembangunan kota dengan kebutuhan pangan masyarakat. Petani harus tetap diberi ruang untuk hidup dan berkembang,” pungkasnya.
baca juga : Islam, Zaman, dan Tantangan Berpikir: Bung Karno Menjawab Stagnasi Umat
Penulis : Pujiawan
Editor : Redaktur






