Family Office Bekal menuju Era Investasi Indonesia

| PENAMARA . ID

Rabu, 15 Januari 2025 - 18:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi | from: istockphoto.com

Ilustrasi | from: istockphoto.com

Jakarta – Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, mengusulkan agar pembentukan family office di Indonesia dapat dimulai pada Februari 2025. Usulan ini telah mendapatkan persetujuan dari Presiden Prabowo Subianto, sehingga diharapkan dapat segera direalisasikan.

“Kami ingin bergerak cepat. Jika saya bertemu dengan Presiden, saya akan mengusulkan agar bulan depan kita bisa memulainya. Kami telah melakukan studi sejak lama,” ujar Luhut dalam pernyataannya di Jakarta pada Rabu (15/1/2025).

Pembentukan family office bertujuan untuk menarik investasi dari individu-individu dengan kekayaan tinggi di seluruh dunia, dengan menawarkan insentif yang kompetitif. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi investasi utama di kawasan.

Luhut menekankan pentingnya Indonesia untuk tidak tertinggal dari negara tetangga seperti Malaysia, yang telah lebih dulu mengembangkan family office. “Mereka memberikan insentif yang sangat kompetitif. Kita harus melakukan hal yang sama, jika tidak, kita akan kalah,” tambahnya.

Family office merupakan struktur keuangan yang dirancang untuk mengelola kekayaan keluarga secara terpusat, termasuk investasi, pajak, dan warisan. Dengan adanya family office, diharapkan dana-dana dari individu super kaya dapat ditarik masuk ke Indonesia, sehingga memperkuat cadangan devisa negara, menambah penghasilan, dan membuka lapangan kerja baru.

Sebelumnya, Luhut menargetkan regulasi terkait pembentukan family office di Indonesia akan rampung sebelum Oktober 2024. Namun, proses tersebut mengalami hambatan di salah satu kementerian, sehingga implementasinya tertunda. Kini, dengan dukungan Presiden Prabowo, diharapkan pembentukan family office dapat segera direalisasikan.

Presiden Prabowo juga menyatakan dukungannya terhadap inisiatif ini. Menurutnya, pembentukan family office adalah bagian dari visi besar pemerintah untuk menciptakan ekosistem investasi yang modern dan inklusif.

Sebagai penutup, Luhut mengungkapkan bahwa keberhasilan implementasi family office bergantung pada kerja sama semua pihak. “Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat, dunia usaha, dan komunitas global,” tegasnya.

Dengan waktu peluncuran yang semakin dekat, seluruh mata kini tertuju pada langkah-langkah yang akan diambil oleh pemerintah. Indonesia tengah bersiap untuk memasuki era baru dalam pengelolaan kekayaan dan investasi internasional.

Tentang Family Office
Family office merupakan firma penasihat manajemen kekayaan swasta yang melayani individu dengan kekayaan bersih sangat tinggi. Satu family office mengelola kekayaan satu individu atau keluarga. Family office sudah banyak tersebar atau diterapkan di Singapura, Abu Dhabi, dan Hongkong. Family office juga dapat menangani masalah nonkeuangan, seperti sekolah swasta, perencanaan liburan, dan berbagai urusan rumah tangga.


Artikel Lain : Zilenial, Fenomena Penolakan Istilah Milenial dan Generasi Z

Penulis : Ginanjar Putro Wicaksono

Editor : Redaktur

Berita Terkait

Di Bawah Bayang-Bayang Rezim Prabowo dan Rule of Law yang Tersandera
Makan Bergizi Gratis yang Tak Pernah Bergizi dan Gratis; Proyek Bengis Pemerintahan Prabowo-Gibran
Kenaikan Anggaran Program MBG; Urgensi atau Ambisi Belaka?
Rakyat yang Menanggung, Negara yang Menghitung
Tiga Provinsi Terendam, Pemerintah Bilang Belum Tetapkan Bencana Nasional
Retorika Satu Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran; dari Janji ke Realisasi menuju Stagnasi
Krisis BBM Swasta; Rapuhnya Sistem Pengelolaan Energi Kita
DPR Bikin Emosi: Kok Bisa Orang-Orang ‘Kualitas Rendahan’ Duduk di Senayan?

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 22:41 WIB

Di Bawah Bayang-Bayang Rezim Prabowo dan Rule of Law yang Tersandera

Sabtu, 7 Februari 2026 - 04:01 WIB

Makan Bergizi Gratis yang Tak Pernah Bergizi dan Gratis; Proyek Bengis Pemerintahan Prabowo-Gibran

Jumat, 9 Januari 2026 - 00:04 WIB

Kenaikan Anggaran Program MBG; Urgensi atau Ambisi Belaka?

Kamis, 25 Desember 2025 - 00:11 WIB

Rakyat yang Menanggung, Negara yang Menghitung

Jumat, 28 November 2025 - 19:40 WIB

Tiga Provinsi Terendam, Pemerintah Bilang Belum Tetapkan Bencana Nasional

Berita Terbaru