PENAMARA.ID – Insiden penembakan terhadap Donald Trump saat kampanye sebagai calon presiden Amerika Serikat di Pennsylvania pada Sabtu (13/7) waktu setempat, diprediksi akan memicu lonjakan harga emas dunia.
Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, menyatakan bahwa setelah kejadian yang membuat Trump terluka di bagian telinga kanan, harga emas global diperkirakan akan naik ke rekor tertinggi antara USD 2.500 hingga USD 2.550 per troy ons. Pada Jumat (12/7), berdasarkan situs goldprice.org, harga emas global berada di posisi USD 2.411,67 per troy ons.
“Emas dunia kemungkinan besar akan melampaui batas USD 2.500 pada akhir 2024 setelah penembakan terhadap Trump saat kampanye di AS,” katanya pada Minggu (14/7).
Menurut Ibrahim, meskipun Trump selamat dari insiden tersebut, kejadian ini menunjukkan bahwa perpolitikan di AS semakin memanas. Kondisi ini diprediksi akan melemahkan nilai tukar dolar AS, sehingga investor besar beralih ke emas sebagai instrumen investasi yang lebih aman (safe haven).
Faktor lain yang akan mendukung kenaikan harga emas adalah keputusan Bank Sentral AS, Federal Reserve, yang kemungkinan akan menurunkan suku bunga acuan sebanyak dua kali setelah melihat data inflasi inti yang terus turun. Bahkan jika ekonomi AS terus membaik, Fed bisa saja menurunkan suku bunga acuan hingga tiga kali.
Selain itu, harga emas dunia juga dipengaruhi oleh perang dagang antara China dan Uni Eropa, di mana Uni Eropa menerapkan bea impor mobil listrik hingga 18 persen, salah satunya ke China.
China, menurut Ibrahim, dipastikan akan merespons tindakan Uni Eropa tersebut. Kondisi ini akan semakin mendorong kenaikan harga emas.
“Ini yang membuat harga emas cenderung mengalami penguatan signifikan. Jika harga emas bisa naik ke level USD 2.489 per troy ons, ada kemungkinan besar harga emas akan mencapai rekor tertinggi di USD 2.550 per troy ons,” jelasnya.
Di Indonesia, harga emas Antam juga terus merangkak naik. Pada Sabtu (13/7), harga emas Antam melesat ke Rp 1,4 juta per gram.
Artikel Lain : Inilah Kronologi Penembakan Donald Trump Saat Kampanye
Penulis : Ari Sujatmiko
Editor : Redaktur






