Ketua II DPRD Kota Tangerang, Arief Wibowo, menegaskan kembali pentingnya memperkuat kapasitas guru ngaji sebagai garda terdepan pembinaan moral masyarakat. Menurut Arief, guru ngaji bukan sekadar pengajar Al-Qur’an, tetapi juga pembentuk karakter generasi Kota Tangerang yang religius dan berakhlakul karimah.

“Guru ngaji punya peran mulia, bukan hanya duniawi, tetapi juga ukhrawi. Ilmu yang diajarkan menjadi amal jariyah,” ujar Arief saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pembinaan Guru Ngaji Tingkat Kecamatan Tangerang di Kantor MUI Kecamatan Tangerang, Selasa (2/12/25).
Arief menekankan perlunya penataan niat dan mindset para guru ngaji agar memiliki motivasi kuat dalam menjalankan tugas dakwah dan pembinaan keagamaan. Menurutnya, ruh pengabdian adalah fondasi pertama sebelum berbicara soal peningkatan kemampuan teknis.
Dalam pemaparannya, Arief juga menyoroti pentingnya guru ngaji memahami ragam karakter belajar peserta didik. Ia menyebut pendekatan auditori, visual, dan kinestetik sebagai kunci membuat proses belajar lebih kondusif dan menyenangkan.
“Kalau metode mengajar tepat, anak-anak akan mencintai Al-Qur’an. Itu faktor pembeda yang menentukan efektivitas pembelajaran,” katanya.
Di tengah derasnya perkembangan teknologi, Arief mengajak para guru ngaji untuk terus meng-upgrade diri melalui platform dan sumber pengetahuan digital. Kemampuan beradaptasi, menurut dia, akan memperkuat kualitas pengajaran di tingkat masyarakat—tanpa meninggalkan tradisi keilmuan Islam yang sudah terbangun.
Arief juga menegaskan komitmen DPRD Kota Tangerang dalam memperkuat SDM religius melalui dukungan anggaran dan pelatihan teknis berkelanjutan bagi guru ngaji.
“Jika guru ngajinya kuat, anak-anak senang belajar, dan pembelajaran Al-Qur’an menjadi menyenangkan. Ini investasi penting bagi masa depan SDM Kota Tangerang,” ucapnya.
Kegiatan pembinaan tersebut diikuti 50 guru ngaji se-Kecamatan Tangerang. Acara dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono Hasan. Hadir pula Camat Tangerang Yudi Pradana, Ketua MUI Kecamatan Tangerang KH. M. Masta Hermansyah, serta Sekretaris LPTQ Kecamatan Tangerang Ustadz M. Ramdhani.
Penulis : Pujiawan
Editor : Redaktur






