Anggaran Makan-Minum Rp1,7 Miliar di Kecamatan Pasar Kemis Dipertanyakan

| PENAMARA . ID

Rabu, 17 Juni 2026 - 20:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Di tengah berbagai kebutuhan pelayanan publik yang masih menjadi pekerjaan rumah di Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, satu angka mencuat dan mengundang tanda tanya: Rp1,7 miliar.

Bukan untuk pembangunan jalan, perbaikan drainase, ataupun peningkatan layanan masyarakat. Anggaran sebesar itu justru dialokasikan untuk pengadaan makan dan minum di lingkungan Kantor Kecamatan Pasar Kemis selama satu tahun anggaran.

Nilainya tidak kecil. Jika dibagi rata, anggaran tersebut setara Rp141,6 juta setiap bulan atau sekitar Rp4,7 juta per hari. Besaran itu kini menjadi sorotan setelah LSM Poros Intelektual Muda (PIM) mempertanyakan kewajaran penggunaan dana tersebut.

“Ini anggaran kecamatan, bukan kementerian. Publik berhak tahu apa dasar perhitungan sehingga kebutuhan makan dan minum bisa mencapai Rp1,7 miliar dalam setahun,” kata Juru Bicara PIM, Adhiem Malikking, Selasa (16/6/2026).

PIM menilai besarnya anggaran konsumsi perlu dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat. Sebab, dana tersebut bersumber dari APBD yang berasal dari uang rakyat.

Berdasarkan data yang diperoleh, anggaran itu digunakan untuk menunjang kebutuhan konsumsi rapat, penerimaan tamu, dan kegiatan kedinasan lainnya sepanjang tahun. Namun, hingga kini belum diketahui secara rinci berapa jumlah kegiatan yang dilaksanakan, berapa volume konsumsi yang disediakan, serta siapa pihak penyedia jasa katering yang ditunjuk.

Pertanyaan semakin menguat ketika PIM mencoba melakukan simulasi sederhana. Dengan asumsi harga satu paket nasi kotak kegiatan pemerintahan sebesar Rp35.000, anggaran Rp1,7 miliar setara dengan sekitar 48.500 porsi makanan dalam setahun.

Artinya, rata-rata tersedia sekitar 133 paket konsumsi setiap hari selama 365 hari penuh, termasuk pada Sabtu, Minggu, dan hari-hari libur nasional.

“Kalau hitungan sederhananya seperti itu, tentu publik akan bertanya. Apakah benar intensitas kegiatan di kecamatan sedemikian tinggi sehingga membutuhkan ratusan paket konsumsi setiap hari?” ujar Adhiem.

Menurut dia, pertanyaan tersebut hanya bisa dijawab melalui keterbukaan dokumen anggaran. Karena itu, PIM mendesak Pemerintah Kecamatan Pasar Kemis membuka Rencana Kerja dan Anggaran (RKA), Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA), rincian harga satuan, hingga daftar penyedia yang terlibat dalam pengadaan tersebut.

Desakan transparansi muncul bukan tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, belanja operasional pemerintahan kerap menjadi perhatian publik karena dinilai rentan terhadap praktik penggelembungan harga maupun penyusunan volume kegiatan yang tidak proporsional.

Di sisi lain, sejumlah persoalan pelayanan publik di wilayah Pasar Kemis masih membutuhkan perhatian pemerintah. Karena itu, besarnya anggaran konsumsi dianggap perlu diuji kewajarannya agar tidak menimbulkan persepsi bahwa belanja birokrasi lebih dominan dibanding kebutuhan masyarakat.

Hingga Selasa sore, upaya konfirmasi kepada Camat Pasar Kemis dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) masih dilakukan namun Belum ada balasan hingga malam hari.

Penulis : Ari Sujatmiko

Editor : Redaktur

Berita Terkait

Aktivis dan DPRD Kota Tangerang Turun ke Jalan, Bagikan Masker Antisipasi Abu Vulkanik
Batuceper Panen Jagung, Kota Tangerang Kejar Target Swasembada 2026
Cisadane Makin Surut! Pasokan Air dari Bogor Menurun, Warga Tangerang Diminta Hemat Air
Turap Proyek APBD di Tangerang Disorot, Bahu Jalan Dikikis dan Warga Terancam Celaka
Kabar Duka! Rektor UMT Dr Desri Arwen Tutup Usia
Gunung Sampah TPA Jatiwaringin Terbakar Lagi, 5 Mobil Damkar Turun
20.878 Sarjana Menganggur di Tangerang Raya, Kota Tangerang Paling Banyak
Dari Kali Pasir ke Al-Ittihad, Ribuan Warga Ikut Kirab dan Berebut Gunungan

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 00:59 WIB

Aktivis dan DPRD Kota Tangerang Turun ke Jalan, Bagikan Masker Antisipasi Abu Vulkanik

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:45 WIB

Batuceper Panen Jagung, Kota Tangerang Kejar Target Swasembada 2026

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:34 WIB

Cisadane Makin Surut! Pasokan Air dari Bogor Menurun, Warga Tangerang Diminta Hemat Air

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:26 WIB

Turap Proyek APBD di Tangerang Disorot, Bahu Jalan Dikikis dan Warga Terancam Celaka

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:11 WIB

Kabar Duka! Rektor UMT Dr Desri Arwen Tutup Usia

Berita Terbaru